Menolak Kursi Panas Pelatih dan Memilih Membangun Warisan dari Balik Layar
Nisrina - Thursday, 08 January 2026 | 11:45 AM


Dunia sepak bola perlahan namun pasti harus bersiap menghadapi kenyataan pahit bahwa era kejayaan Lionel Messi di atas lapangan hijau akan segera berakhir. Pertanyaan besar yang selama ini menghantui benak jutaan penggemar bukan lagi tentang berapa banyak trofi yang akan ia menangkan melainkan ke mana langkah sang legenda akan berlabuh setelah gantung sepatu. Spekulasi mengenai masa depan La Pulga akhirnya mulai menemukan titik terang setelah sang pemain sendiri memberikan sinyal kuat mengenai preferensi karier barunya. Berbeda dengan jejak banyak legenda lain yang otomatis beralih menjadi pelatih kepala, Messi justru menunjukkan ketidaktertarikan pada peran tersebut dan lebih memilih posisi strategis di balik layar yang memiliki dampak jangka panjang.
Pilihan karier yang dibidik oleh kapten tim nasional Argentina ini terbilang cukup menarik dan dewasa yaitu menjadi direktur olahraga atau bahkan pemilik sebuah klub. Keputusan untuk menghindari kursi pelatih sebenarnya sangat masuk akal mengingat tekanan mental dan fisik yang harus ditanggung seorang manajer tim elit sangatlah besar dan melelahkan. Menjadi pelatih menuntut seseorang untuk hadir setiap hari di lapangan latihan, mengurusi ego pemain di ruang ganti, dan menghadapi sorotan media yang tak henti-hentinya setiap pekan. Messi tampaknya menyadari bahwa kejeniusannya yang alami dalam mengolah bola tidak serta-merta bisa ditransfer melalui instruksi taktik di pinggir lapangan sehingga ia mencari jalan lain untuk tetap berkontribusi.
Peran sebagai direktur olahraga menawarkan ruang yang ideal bagi Messi untuk menyalurkan visi sepak bolanya dalam skala yang lebih luas dan fundamental. Dalam posisi ini ia bisa terlibat langsung dalam pembentukan filosofi permainan klub, memantau perekrutan pemain muda berbakat, dan membangun sistem akademi tanpa harus terjebak dalam rutinitas teknis harian. Mata tajamnya dalam melihat potensi pemain dan pemahamannya yang mendalam tentang struktur tim juara akan menjadi aset yang tak ternilai bagi klub mana pun yang ia kelola nanti. Posisi ini memungkinkannya menjadi arsitek kesuksesan sebuah tim dari balik meja manajemen dengan cara yang lebih elegan dan tenang sesuai dengan kepribadiannya yang selama ini dikenal tidak banyak bicara.
Ambisinya untuk melangkah lebih jauh menjadi pemilik klub juga mencerminkan tren modern di kalangan atlet elit dunia yang ingin memiliki kendali penuh atas warisan mereka. Jejak sukses ini sebelumnya telah dirintis oleh David Beckham yang kini justru menjadi bos Messi di Inter Miami serta legenda Brasil Ronaldo Nazario yang mengelola klub di Spanyol dan Brasil. Menjadi pemilik klub bukan sekadar soal bisnis investasi tetapi juga soal kesempatan menciptakan identitas dan budaya sepak bola baru sesuai idealismenya. Dengan nama besarnya yang mendunia, Messi memiliki daya tarik magnetis yang mampu mendatangkan sponsor global, pemain bintang, dan atensi internasional secara instan ke klub yang ia miliki di masa depan.
Pada akhirnya keputusan Messi untuk menolak menjadi pelatih dan memilih jalur manajemen eksekutif adalah kabar baik yang melegakan bagi ekosistem sepak bola global. Hal ini menjamin bahwa publik tidak akan benar-benar kehilangan sosoknya setelah ia pensiun nanti karena ia akan tetap ada di sana membangun masa depan olahraga ini dengan cara yang berbeda. Transformasi dari seorang pemain ajaib menjadi seorang visioner di jajaran direksi akan menjadi babak kedua yang sangat dinantikan dalam buku sejarah hidupnya. Sepak bola akan tetap menjadi dunianya dan ia akan terus membentuk permainan indah ini bukan lagi dengan gocekan kakinya melainkan dengan pemikiran dan keputusan strategisnya yang matang.
Next News

Start Keras di Awal Tahun, Pembuktian Mental Juara Wakil Indonesia di India Open
a day ago

Evaluasi Langkah Aldila Sutjiadi di Hobart International 2026
a day ago

John Herdman Resmi Nakhodai Timnas Indonesia
2 days ago

Belajar dari Kekalahan Jonatan Christie: Ketika Kesabaran Menjadi Senjata Paling Mematikan di Lapangan
4 days ago

Menutup Paruh Musim dengan Manis dan Menjaga Asa Juara Bajul Ijo
4 days ago

Bukannya Sehat, Banyak Pemula Justru Cedera Gara-Gara 5 Kesalahan Ini
5 days ago

Masih Ngaku Nggak Punya Waktu Olahraga? Coba 5 Gerakan Ini di Kamar
5 days ago

Mimpi Buruk London Utara dan Lubang Menganga di Lini Serang The Lilywhites
6 days ago

Bukan Pelatih, Ini Peran yang Dipilih Messi Setelah Pensiun
7 days ago

Membangun Mentalitas Juara Lewat Tangan Dingin John Herdman di Timnas Indonesia
7 days ago






