Membangun Mentalitas Juara Lewat Tangan Dingin John Herdman di Timnas Indonesia
Nisrina - Thursday, 08 January 2026 | 12:45 PM


Penunjukan John Herdman sebagai nakhoda baru Timnas Indonesia menandai babak ambisius dalam peta jalan sepak bola nasional yang sedang bergeliat naik. Keputusan federasi untuk merekrut pelatih berkebangsaan Inggris ini bukan sekadar upaya mengisi kekosongan kursi kepelatihan melainkan sebuah pernyataan tegas bahwa Indonesia siap naik kelas ke level dunia. Herdman datang bukan dengan tangan kosong karena ia membawa portofolio mentereng sebagai spesialis pembangun tim nasional yang sedang "tidur" untuk bangkit menjadi kekuatan yang diperhitungkan. Reputasinya yang sukses membawa tim nasional Kanada putra dan putri ke panggung tertinggi dunia menjadi jaminan mutu bahwa ia memiliki resep rahasia untuk menangani tim dengan potensi besar namun miskin prestasi internasional.
Kekuatan utama John Herdman yang membedakannya dari pelatih taktis murni lainnya adalah pendekatan psikologisnya yang sangat kuat dalam membangun budaya tim. Ia dikenal bukan hanya sebagai peracik strategi di atas papan tulis tetapi juga sebagai motivator ulung yang mampu menyentuh sisi emosional para pemainnya. Di tim-tim sebelumnya ia sukses menanamkan rasa persaudaraan yang kental di mana setiap pemain rela berkorban demi rekannya di lapangan. Pendekatan mentalitas seperti ini sangat dibutuhkan oleh skuad Garuda yang sering kali memiliki kemampuan teknis mumpuni namun kerap goyah ketika menghadapi tekanan mental dalam pertandingan krusial melawan tim-tim raksasa Asia.
Rekam jejaknya saat melatih Kanada adalah cermin harapan bagi publik sepak bola tanah air. Sebelum kedatangannya, Kanada hanyalah negara yang dipandang sebelah mata dalam peta sepak bola CONCACAF dan dunia. Namun Herdman berhasil mengubah narasi tersebut secara total dengan membawa tim putra Kanada lolos ke Piala Dunia 2022 setelah penantian panjang selama 36 tahun. Kesuksesan mentransformasi tim underdog menjadi unit yang kompetitif dan disiplin inilah yang ingin diduplikasi di Indonesia. Ia mengerti betul bagaimana cara memaksimalkan sumber daya pemain yang ada dan meramu taktik yang efektif untuk menutupi kekurangan individu melalui kekuatan kolektif yang solid.
Dari sisi taktik permainan, Herdman dikenal sebagai pelatih yang adaptif dan sangat mengandalkan data serta ilmu olahraga modern. Ia tidak terpaku pada satu formasi kaku melainkan menyesuaikan strategi dengan kekuatan lawan yang dihadapi. Fleksibilitas ini menjadi aset berharga bagi Indonesia yang harus menghadapi berbagai tipe lawan dengan karakteristik berbeda di kancah Asia. Gaya bermain yang ia usung biasanya menuntut intensitas tinggi, keberanian menekan lawan sejak di garis depan, dan transisi serangan balik yang cepat. Filosofi sepak bola modern ini akan memaksa para pemain Indonesia untuk meningkatkan level kebugaran dan pemahaman taktik mereka ke standar yang jauh lebih tinggi dari sebelumnya.
Kedatangan Herdman tentu tidak bisa dianggap sebagai solusi instan yang akan langsung menghasilkan trofi dalam waktu semalam. Membangun sebuah tim nasional yang tangguh membutuhkan waktu, kesabaran, dan proses yang berliku. Namun dengan fondasi pengalaman dan visi jelas yang ia bawa, Indonesia kini memiliki arsitek yang tepat untuk meletakkan batu bata peradaban sepak bola yang lebih maju. Publik sepak bola nasional kini menaruh harapan besar bahwa di bawah tangan dinginnya, skuad Merah Putih tidak hanya akan jago kandang tetapi juga mampu berdiri tegak dan disegani dalam persaingan sepak bola global di masa depan.
Next News

Start Keras di Awal Tahun, Pembuktian Mental Juara Wakil Indonesia di India Open
20 hours ago

Evaluasi Langkah Aldila Sutjiadi di Hobart International 2026
20 hours ago

John Herdman Resmi Nakhodai Timnas Indonesia
2 days ago

Belajar dari Kekalahan Jonatan Christie: Ketika Kesabaran Menjadi Senjata Paling Mematikan di Lapangan
4 days ago

Menutup Paruh Musim dengan Manis dan Menjaga Asa Juara Bajul Ijo
4 days ago

Bukannya Sehat, Banyak Pemula Justru Cedera Gara-Gara 5 Kesalahan Ini
5 days ago

Masih Ngaku Nggak Punya Waktu Olahraga? Coba 5 Gerakan Ini di Kamar
5 days ago

Mimpi Buruk London Utara dan Lubang Menganga di Lini Serang The Lilywhites
6 days ago

Bukan Pelatih, Ini Peran yang Dipilih Messi Setelah Pensiun
7 days ago

Regenerasi Tenis Indonesia Terlihat di Lapangan Auckland
7 days ago






