Ceritra
Ceritra Update

Mengenal Gross National Happiness (GNH) di Bhutan

Refa - Tuesday, 16 December 2025 | 11:10 AM

Background
Mengenal Gross National Happiness (GNH) di Bhutan
Bhutan (Pinterest/Colm Finnan)

Di seluruh dunia, kemajuan sebuah negara biasanya diukur dengan angka ekonomi yang disebut PDB (Produk Domestik Bruto). Semakin banyak uang berputar, semakin dianggap sukses negara tersebut, tak peduli warganya stres atau lingkungannya rusak.

Namun, ada sebuah kerajaan kecil yang tersembunyi di pegunungan Himalaya bernama Bhutan, yang berani menolak standar dunia tersebut.

Sejak tahun 1970-an, Raja Bhutan menetapkan bahwa negara mereka tidak akan mengejar PDB, melainkan GNH (Gross National Happiness) atau Kebahagiaan Nasional Bruto. Bagi mereka, buat apa negara kaya raya jika rakyatnya tidak bahagia dan alamnya hancur?

4 Pilar Kebahagiaan

Konsep ini bukan sekadar slogan manis. Pemerintah Bhutan menyusun kebijakan negara berdasarkan empat pilar utama:

  1. Pembangunan ekonomi yang adil (tidak boleh ada kesenjangan ekstrem).
  2. Pelestarian budaya.
  3. Perlindungan lingkungan.
  4. Pemerintahan yang baik.

Hasilnya? Bhutan menjadi negara yang unik. Di sana, tidak ada lampu lalu lintas karena dianggap membuat stres (polisi mengatur jalan dengan gerakan tangan yang anggun). Iklan rokok dan kantong plastik dilarang keras demi kesehatan warga dan alam. Pendidikan dan kesehatan pun digratiskan sepenuhnya.

Negara 'Karbon Negatif' Pertama

Dampak paling nyata dari filosofi ini adalah pada alamnya. Karena konstitusi mewajibkan 60% wilayah negara harus tetap berupa hutan, Bhutan kini menjadi satu-satunya negara karbon negatif di dunia.

Artinya, hutan-hutan di Bhutan menyerap lebih banyak karbondioksida daripada polusi yang dihasilkan oleh seluruh aktivitas negaranya. Saat negara lain pusing memikirkan cara mengurangi polusi, Bhutan justru menjadi "paru-paru" yang membersihkan udara dunia. Udaranya begitu bersih, sungainya jernih, dan warganya hidup berdampingan dengan alam tanpa serakah.

Kaya Hati, Bukan Cuma Materi

Tentu saja Bhutan bukan negara yang sempurna. Mereka bukan negara kaya secara materi, dan teknologi di sana tidak secanggih tetangganya. Namun, tingkat stres, kriminalitas, dan bunuh diri di sana sangat rendah.

Bhutan mengajarkan dunia sebuah pelajaran mahal bahwa kemajuan tidak harus selalu tentang gedung pencakar langit atau jalan tol yang membelah hutan. Kemajuan sejati adalah ketika manusia bisa tidur nyenyak, menghirup udara bersih, dan merasa cukup dengan apa yang dimiliki.

Di tengah dunia yang berlari kencang mengejar angka, Bhutan memilih berjalan santai menikmati hidup.

Logo Radio
🔴 Radio Live