Mengenal Bronze Disease yang Bisa Menghancurkan Logam
Refa - Friday, 13 February 2026 | 10:00 AM


Bagi para kolektor barang antik, terutama yang sering berburu di Pasar Klithikan, ada satu "monster" mikroskopis yang jauh lebih berbahaya daripada karat biasa, Bronze Disease atau Penyakit Perunggu.
Berbeda dengan patina (lapisan oksidasi alami yang melindungi logam), Penyakit Perunggu adalah proses korosi yang bersifat aktif, menular, dan jika dibiarkan, dapat menghancurkan barang antikmu hingga menjadi bubuk.
Apa Itu Penyakit Perunggu?
Penyakit Perunggu adalah reaksi kimia yang terjadi ketika klorida (biasanya dari air laut, tanah, atau polusi udara) bereaksi dengan tembaga dalam paduan perunggu atau kuningan, dibantu oleh kelembapan dan oksigen.
Ciri-ciri Utama:
- Warna: Muncul bercak-bercak berwarna hijau muda cerah atau hijau keputihan (seperti warna kapur atau mint).
- Tekstur: Berbeda dengan patina yang keras dan menyatu dengan logam, Bronze Disease bertekstur lunak, berpasir, dan mudah dikelupas dengan kuku.
- Sifat: Jika kamu mengerik bagian hijaunya dan di bawahnya terdapat lubang kecil (pitting), berarti korosi tersebut sedang "memakan" inti logam.
Mengapa Penyakit Ini Sangat Berbahaya?
- Reaksi Berantai (Siklus Tanpa Akhir): Reaksi kimia ini menghasilkan asam klorida yang terus-menerus menyerang logam selama ada kelembapan di udara. Selama barang tersebut berada di ruangan lembap (seperti Surabaya), ia akan terus hancur dari dalam.
- Menular: Sesuai namanya, penyakit ini bisa "menular". Jika sebuah koin yang terkena Bronze Disease bersentuhan dengan koin sehat di dalam satu wadah yang lembap, debu kloridanya bisa berpindah dan memulai infeksi baru pada koleksi lain.
- Destruktif: Jika tidak ditangani, detail pada ukiran koin, patung, atau keris berbahan perunggu akan hilang total dan logam akan menjadi rapuh seperti kerupuk.
Cara Menangani dan Menghentikan Infeksi
Jika kamu menemukan koleksi yang menunjukkan gejala ini, segera lakukan langkah "isolasi dan pengobatan":
1. Isolasi
Segera pisahkan barang yang terinfeksi dari koleksi lainnya. Masukkan ke dalam wadah kedap udara yang diisi banyak Silica Gel untuk menyerap seluruh kelembapan. Tanpa air (kelembapan), reaksi kimia ini akan berhenti sementara (dormant).
2. Pembersihan Mekanis
Gunakan sikat gigi lembut atau tusuk gigi kayu untuk mengangkat bubuk hijau cerah tersebut secara perlahan. Jangan gunakan sikat kawat kasar karena bisa merusak patina sehat di sekitarnya.
3. Perendaman Kimia (Sesuaikan dengan Nilai Barang)
Metode paling umum yang digunakan kolektor adalah merendam logam dalam larutan Sodium Sesquicarbonate (campuran soda kue dan soda abu) atau air distilasi (air aki tutup biru/air murni) yang diganti secara berkala selama berminggu-minggu untuk menarik keluar ion klorida.
4. Pelapisan (Sealing)
Setelah benar-benar kering (bisa menggunakan bantuan oven suhu rendah), lapisi logam dengan microcrystalline wax (seperti merk Renaissance Wax) untuk menciptakan penghalang permanen antara logam dan kelembapan udara.
Tips Pencegahan bagi Kolektor
- Kontrol Kelembapan: Gunakan hygrometer untuk memastikan kelembapan lemari koleksi di bawah 35-40%.
- Gunakan Silica Gel: Seperti yang kita bahas sebelumnya, silica gel adalah sahabat terbaik kolektor logam di iklim tropis.
- Jangan Memegang dengan Tangan Telanjang: Keringat tangan mengandung garam (klorida). Selalu gunakan sarung tangan katun atau lateks saat memegang koleksi berharga.
Next News

Trik Ampuh Batasi Screen Time Anak Tanpa Drama Tangisan
in 7 hours

Checklist Wajib Road Trip Trans-Jawa: 5 Kategori Barang yang Harus Ada di Mobilmu
in 5 hours

4 Film Road Trip Indonesia yang Akan Memicu Jiwa Petualangmu
in 4 hours

Tips Restorasi Barang Antik untuk Kolektor
in an hour

Panduan Menata Meja Kerja agar Punggung Tegak dan Bebas Pegal
in 2 hours

Cara Mencuci dan Menyetrika agar Serat Linen Tidak Pecah & Berbulu
9 hours ago

Mengenal Tech Neck dan Cara Menghentikan Kerusakan Leher Akibat HP
10 hours ago

Hubungan Antara Berat Badan Berlebih dan Risiko Serangan Jantung Menurut Medis
9 hours ago

Hanya Modal 10 Baju! Mengenal Tren Capsule Wardrobe yang Ramah Kantong dan Lingkungan
11 hours ago

Fenomena Career Minimalism, Saat Gen Z Tolak Jabatan Tinggi Demi Ketenangan Hidup
13 hours ago






