Ceritra
Ceritra Warga

Cara Mencuci dan Menyetrika agar Serat Linen Tidak Pecah & Berbulu

Refa - Thursday, 12 February 2026 | 10:00 PM

Background
Cara Mencuci dan Menyetrika agar Serat Linen Tidak Pecah & Berbulu
Linen (pexels.com/Teona Swift)

Linen adalah salah satu material tertua dan paling berkelanjutan di dunia. Kain ini sangat diminati, terutama di kota tropis seperti Surabaya, karena sifatnya yang sangat sejuk (breathable) dan mampu menyerap keringat dengan baik.

Namun, linen memiliki karakter serat alami yang unik: jika salah perawatan, seratnya akan pecah, menjadi kasar, dan muncul bulu-bulu halus (pilling) yang merusak estetika. Agar koleksi linen dalam capsule wardrobe milikmu tetap awet dan terlihat mewah, ikuti panduan perawatan berikut ini:

1. Teknik Pencucian: Lembut adalah Kunci

Linen menjadi lebih kuat saat basah, namun seratnya rentan terhadap gesekan kasar.

  • Gunakan Air Dingin atau Hangat Kuku: Jangan pernah mencuci linen dengan air panas (di atas 40°C) karena dapat merusak serat alami dan menyebabkan penyusutan drastis.
  • Pilih Siklus 'Delicate': Jika menggunakan mesin cuci, pilih putaran yang paling lembut. Lebih baik lagi jika kamu memasukkan pakaian linen ke dalam laundry net agar tidak bergesekan dengan ritsleting atau kancing baju lain.
  • Hindari Deterjen Keras: Gunakan deterjen cair yang lembut. Hindari penggunaan pemutih (bleach) karena zat kimianya akan melemahkan serat dan membuat warna linen kusam.

2. Hindari Pelembut Pakaian Berlebihan

Mungkin terdengar aneh, tapi linen secara alami akan menjadi lebih lembut setiap kali dicuci.

  • Masalah Pelembut: Penggunaan fabric softener kimia justru akan melapisi serat linen dengan lapisan lilin yang mengurangi kemampuan kain untuk "bernapas" dan menyerap air.
  • Solusi Alami: Jika ingin linen lebih lembut, tambahkan setengah cangkir cuka putih ke dalam bilasan terakhir. Cuka akan membantu meluruhkan sisa deterjen tanpa merusak serat.

3. Cara Mengeringkan Tanpa Merusak

Mesin pengering (tumble dryer) adalah musuh terbesar linen karena panas tinggi dan putarannya memicu munculnya bulu halus (pilling).

  • Jangan Diperas Terlalu Kuat: Setelah dicuci, cukup tekan-tekan pakaian untuk mengeluarkan air. Memelintir linen dengan keras akan merusak struktur seratnya.
  • Keringkan di Tempat Teduh: Gantung atau rebahkan (flat dry) pakaian linen di tempat yang memiliki sirkulasi udara baik namun tidak terkena sinar matahari langsung yang menyengat, agar warna tidak cepat pudar.

4. Teknik Menyetrika: "Damp is Better"

Linen sangat mudah kusut, dan itu sebenarnya adalah bagian dari pesona estetika effortless kain ini. Namun jika ingin hasil yang rapi:

  • Setrika Saat Lembap: Jangan menunggu linen sampai benar-benar kering kerontang. Setrikalah saat kain masih agak lembap. Jika sudah kering, gunakan semprotan air untuk melembapkannya kembali.
  • Setrika Bagian Dalam: Balik pakaian dan setrika bagian dalamnya untuk menghindari munculnya efek mengkilap (shiny marks) pada permukaan kain.

5. Cara Penyimpanan yang Benar

  • Jangan Dilipat Terlalu Padat: Lipatan yang terlalu tajam dan menetap dalam waktu lama bisa menyebabkan serat linen patah.
  • Gunakan Gantungan Kayu: Sebaiknya simpan linen dengan cara digantung di lemari yang memiliki sirkulasi udara baik. Hindari penggunaan plastik pelindung karena linen perlu "bernapas" agar tidak berjamur.

Tips Pro: Jika pakaian linen milikmu sudah terlanjur berbulu halus (pilling), jangan ditarik! Gunakan alat khusus lint remover atau pencukur bulu pakaian elektrik secara perlahan untuk merapikannya kembali tanpa merusak serat utama.

Logo Radio
🔴 Radio Live