Ceritra
Ceritra Warga

Melindungi Sepatu dari Hujan dengan Teknologi Water Repellent Nano

Refa - Thursday, 12 February 2026 | 04:00 PM

Background
Melindungi Sepatu dari Hujan dengan Teknologi Water Repellent Nano
Ilustrasi water repellent spray (gadgeticloud.com/)

Memasuki musim hujan di Indonesia, terutama bagi kamu yang aktif berkegiatan luar ruangan seperti rucking atau sekadar mobilitas tinggi di Surabaya, sepatu basah adalah musuh utama. Selain membuat kaki tidak nyaman dan berbau, air hujan yang meresap ke dalam material sepatu dapat mempercepat kerusakan lem dan memicu tumbuhnya jamur.

Di tahun 2026, penggunaan Water Repellent Spray (semprotan penolak air) telah menjadi standar perawatan sepatu. Alat ini sering disebut sebagai "jas hujan transparan" untuk alas kaki. Yuk, kenali lebih dalam bagaimana teknologi ini bekerja melindungimu.

Apa Itu Water Repellent Spray?

Semprotan ini menggunakan teknologi nanosfer yang menciptakan lapisan pelindung transparan di atas permukaan material sepatu. Lapisan ini memiliki sifat hidrofobik (takut air), sehingga molekul air yang jatuh tidak akan terserap ke dalam serat, melainkan tetap berbentuk butiran (seperti air di atas daun talas) dan langsung menggelinding jatuh.

Manfaat Utama:

  • Anti Air & Noda: Melindungi dari air hujan, cipratan lumpur, hingga tumpahan kopi atau sirup.
  • Tetap Bernapas (Breathable): Berbeda dengan cat atau pelapis plastik, teknologi nano tetap membiarkan pori-pori kecil material terbuka sehingga kaki tidak gerah.
  • Menjaga Warna: Membantu melindungi material dari sinar UV yang bisa memudarkan warna sepatu.

Cara Penggunaan yang Benar agar Efektif

Banyak orang merasa semprotan ini tidak bekerja karena cara aplikasinya salah. Ikuti langkah-langkah ini:

  1. Pastikan Sepatu Bersih & Kering: Jangan menyemprot sepatu yang masih berdebu atau lembap. Bersihkan dulu dengan sikat dan pastikan benar-benar kering agar cairan bisa menempel sempurna pada serat.
  2. Kocok dan Semprotkan: Kocok botol, lalu semprotkan secara merata dengan jarak sekitar 15–20 cm dari sepatu. Pastikan seluruh bagian (termasuk sela-sela tali dan lidah sepatu) terkena semprotan.
  3. Lakukan Dua Lapis (Double Coat): Untuk perlindungan maksimal, biarkan lapisan pertama mengering selama 15 menit, lalu semprotkan lapisan kedua secara tipis dan merata.
  4. Proses Curing (Pengeringan): Ini bagian terpenting. Jangan langsung dipakai! Biarkan sepatu "beristirahat" di tempat teduh (jangan di bawah matahari langsung) selama 24 jam agar lapisan pelindung mengeras sempurna.

Berapa Lama Perlindungannya Bertahan?

Daya tahan semprotan ini sangat bergantung pada aktivitasmu:

  • Pemakaian Normal: Biasanya bertahan 2 hingga 4 minggu.
  • Cuaca Ekstrem/Hujan Lebat: Perlindungan mungkin hanya bertahan 1 hingga 2 minggu.
  • Gesekan: Jika sepatu sering bergesekan dengan rumput atau tanah, lapisan pelindung akan lebih cepat terkikis.

Tips: Cara mengetahuinya sederhana: teteskan sedikit air ke sepatu. Jika air tidak lagi "menggelinding" dan mulai meresap, itu tandanya kamu perlu menyemprot ulang.

Material Apa Saja yang Bisa Dilindungi?

Water Repellent Spray sangat efektif pada material yang memiliki pori-pori, seperti:

  • Canvas: Sangat direkomendasikan karena canvas sangat cepat menyerap air.
  • Suede & Nubuck: Sangat krusial, karena air adalah "musuh bebuyutan" material suede yang bisa merusak tekstur bulunya.
  • Mesh/Knit: Membantu mencegah kotoran cair masuk ke sela-sela rajutan sepatu lari.

Catatan: Kurang efektif pada bahan kulit sintetis atau kulit asli yang sudah mengkilap (patent leather) karena cairan tidak bisa meresap ke serat.

Logo Radio
🔴 Radio Live