Ceritra
Ceritra Warga

Awas Zoonosis! Cara Mencegah Jamur dan Bakteri Hewan Menular ke Pemiliknya

Refa - Wednesday, 11 February 2026 | 10:00 AM

Background
Awas Zoonosis! Cara Mencegah Jamur dan Bakteri Hewan Menular ke Pemiliknya
Ilustrasi anjing yang sakit (pexels.com/Tima Miroshnichenko)

Hidup di kota tropis seperti Surabaya yang memiliki tingkat kelembapan udara tinggi (sering kali di atas 70–80%) memberikan tantangan tersendiri bagi kesehatan kulit hewan peliharaan. Kelembapan yang tinggi menciptakan lingkungan ideal bagi mikroorganisme seperti jamur, bakteri, dan tungau untuk berkembang biak dengan cepat pada kulit anabul yang tertutup bulu lebat.

Jika tidak segera ditangani, masalah kulit ini tidak hanya membuat anabul merasa tersiksa karena gatal, tetapi juga bisa menular ke manusia (zoonosis). Berikut adalah jenis penyakit kulit yang paling sering muncul akibat kelembapan tinggi serta cara mengatasinya.

1. Dermatofitosis (Ringworm / Jamur)

Ini adalah masalah kulit nomor satu yang menghantui kucing dan anjing di wilayah lembap.

  • Penyebab: Jamur yang tumbuh subur di kulit yang sering basah atau lembap.
  • Gejala: Munculnya bercak bulat kemerahan yang disertai kebotakan (alopecia), kulit bersisik, dan rasa gatal.
  • Bahaya: Sangat menular ke manusia, biasanya muncul sebagai bintik merah gatal berbentuk cincin pada kulit pemiliknya.

2. Hot Spots (Acute Moist Dermatitis)

Hot spots sering kali muncul secara tiba-tiba dan menyebar dengan sangat cepat dalam hitungan jam.

  • Penyebab: Area kulit yang terperangkap kelembapan (misalnya setelah mandi tidak dikeringkan sempurna atau terkena hujan) sehingga bakteri berkembang biak.
  • Gejala: Area kulit yang basah, merah meradang, bernanah, dan sangat nyeri. Anabul biasanya akan terus menjilati atau menggigit area tersebut secara agresif.

3. Pododermatitis (Infeksi Telapak Kaki)

Anabul yang sering berjalan di permukaan lembap atau tidak dikeringkan kakinya setelah dari luar ruangan sering mengalami masalah ini.

  • Penyebab: Bakteri atau jamur yang bersarang di sela-sela jari kaki.
  • Gejala: Telapak kaki membengkak, kemerahan, muncul bau tidak sedap (seperti bau kacang atau ragi), dan anabul sering menjilat kakinya secara obsesif.

4. Malassezia Dermatitis (Infeksi Ragi)

Ragi sebenarnya ada secara alami di kulit hewan, namun kelembapan tinggi memicu populasinya meledak secara tidak terkendali.

  • Penyebab: Jamur jenis Malassezia yang menyukai area lipatan kulit yang lembap.
  • Gejala: Kulit berubah menjadi gelap (hitam), menebal seperti kulit gajah, berminyak, dan mengeluarkan bau apak yang sangat menyengat. Biasanya menyerang area telinga, leher, dan lipatan paha.

Cara Mencegah Penyakit Kulit di Lingkungan Lembap

1. Keringkan Bulu Hingga Akar

Kesalahan fatal pemilik adalah hanya mengeringkan bagian luar bulu dengan handuk. Gunakan pet dryer atau hair dryer (dengan suhu rendah/sedang) hingga bagian pangkal bulu benar-benar kering setelah mandi atau jika terkena air hujan.

2. Gunakan Dehumidifier atau AC

Jika anabul lebih banyak berada di dalam ruangan, pastikan sirkulasi udara baik. Menggunakan AC atau dehumidifier membantu menurunkan kadar kelembapan udara sehingga kulit anabul tetap kering.

3. Rutin Melakukan Grooming dan Trimming

Untuk hewan berbulu panjang, rutinlah merapikan bulu di area sensitif seperti sela jari kaki, bawah telinga, dan lipatan tubuh. Bulu yang terlalu lebat di area ini sering memerangkap keringat dan kelembapan.

4. Perkuat Imunitas dengan Omega-3

Suplemen minyak ikan (fish oil) yang kaya akan Omega-3 sangat baik untuk memperkuat lapisan pelindung kulit (skin barrier), sehingga kulit tidak mudah terinfeksi bakteri atau jamur meskipun cuaca sedang lembap.

Kapan Harus ke Dokter?

Jangan mencoba mengobati sendiri dengan salep manusia jika luka sudah mulai bernanah, berbau busuk, atau anabul mulai kehilangan nafsu makan. Penggunaan obat yang salah justru bisa memperparah infeksi atau menyebabkan resistensi bakteri.

Logo Radio
🔴 Radio Live