Ceritra
Ceritra Olahraga

Mengenal Aturan 4 Detik dan Foul Accumulation dalam Futsal

Refa - Wednesday, 28 January 2026 | 04:00 PM

Background
Mengenal Aturan 4 Detik dan Foul Accumulation dalam Futsal
Futsal (Freepik/Freepik)

Bayangkan kamu berada di lapangan futsal, lampu neon memudar, suara sorak sorai pengunjung mulai mereda, dan di tengah keheningan, juru tandat di kotak menekan tombol. "Waktu 4 detik, guys!" dia berseru, dan seluruh tim bergegas menyelam ke tengah lapangan. Inilah yang disebut 4 Second Rule dan sejak beberapa tahun terakhir, sudah menjadi pelajaran penting bagi setiap pemain yang ingin tetap bersinar tanpa kaku.

Gambaran Umum 4 Detik

Secara sederhana, 4 Second Rule memberi batas waktu 4 detik bagi pemain yang berada di area sendiri (baik saat melakukan kick‑in, tendangan sudut, maupun saat kiper menguasai bola di dalam kotak). Setelah hitungan 4 detik, bola beralih ke tim lawan, baik lewat tendangan bebas atau lewat tangan. Namun, ini bukan sekadar pembatasan. Dengan menekan waktu, rule ini memaksa pemain untuk lebih cepat berpikir, lebih tegas dalam penyerangan, dan mengurangi waktu persiapan yang bisa dimanfaatkan oleh lawan.

Di dunia futsal, kecepatan dan ketepatan seringkali lebih penting daripada kekuatan fisik. Kita bisa menyamakan 4 detik itu seperti "deadline" yang bikin hati berdebar. Seorang pemain yang biasanya bersantai di kotak selama 5‑6 detik, sekarang harus "tangkap" bola, menilai arah serangan, dan mengeksekusi dalam hitungan detik. Akibatnya, lapangan menjadi lebih dinamis, dan penonton merasa adrenaline menggebu‑gebu.

Foul Accumulation

Di sisi lain, futsal juga menerapkan sistem Foul Accumulation. Jika sebuah tim melakukan lima kali pelanggaran di satu babak, pelanggaran ke‑enam dan seterusnya tidak lagi dipunanggap ringan. Setelah kelima pelanggaran, tim tersebut akan dikenai Second Penalty, yaitu tendangan bebas langsung tanpa pagar dari titik 10 meter. Aturan ini secara efektif menekan pemain bertahan agar tidak terlalu agresif atau menggunakan kontak fisik berlebih.

Bayangkan saja jika satu pemain bertahan yang berusaha menahan seorang striker gatal, dan di dalamnya dia berputar, menendang, memukul, dan melakukan bodycheck. Sekarang, bila dia sudah melakukannya lima kali, setiap pelanggaran berikutnya akan langsung menghasilkan penalty tanpa henti. Ini bikin pemain bertahan harus berhati-hati, karena setiap kontak fisik yang terlampau keras bisa berakibat langsung pada kebersihan permainan.

Bagaimana Kedua Rule Ini Mengubah Dinamika Lapangan?

  • Kecepatan Menjadi Raja – Dengan 4 detik, setiap momen singkat menjadi peluang emas. Pemain harus beradaptasi, dan tim yang dapat bergerak lebih cepat akan selalu berada di atas lawan.
  • Strategi Taktis Meningkat – Tim harus merancang pola serangan yang mampu menembus pertahanan lawan dalam waktu terbatas. Hal ini membuat pelatih lebih kreatif dalam menyesuaikan formasi.
  • Kontak Berlebih Diminimalisir – Sistem foul accumulation membuat pemain bertahan lebih berhati-hati. Tanpa risiko penalty langsung, mereka akan lebih memilih untuk menahan atau menempatkan posisi dengan lebih akurat.
  • Emosi Penggemar Meningkat – Penjaga skor yang ketat menambah ketegangan. Ketika tim berhadapan dengan penalty langsung, sorakan menjadi lebih keras, menciptakan atmosfer yang lebih hidup.

Mengapa Kamu Harus Memperhatikan Rule Ini?

Jika kamu suka futsal, baik sebagai pemain maupun penonton, memahami rule ini akan memperkaya pengalamanmu. Dengan 4 detik, kamu dapat melihat betapa cepatnya permainan bisa berubah. Dengan foul accumulation, kamu dapat merasakan betapa pentingnya menjaga sportivitas. Dan yang paling penting, dua rule ini mengajarkan nilai kecepatan berpikir, disiplin, dan kebersihan permainan.

Logo Radio
🔴 Radio Live