Filosofi di Balik Kokohnya Pertahanan Persebaya Surabaya
Nisrina - Thursday, 29 January 2026 | 10:45 AM


Dunia sepak bola selalu menghadirkan istilah taktis yang unik untuk menggambarkan peran pemain di lapangan hijau. Salah satu yang paling menarik perhatian belakangan ini adalah konsep "kucing dan anjing" di lini pertahanan Persebaya Surabaya. Istilah ini merujuk pada pembagian tugas yang spesifik antara dua bek tengah utama mereka yaitu Leo Lelis dan Risto Mitrevski. Chemistry keduanya menjadi kunci solidnya tembok pertahanan Bajul Ijo dalam menghalau serangan lawan.
Dalam filosofi pertahanan ini peran "anjing" biasanya disematkan kepada pemain yang bertipe agresif dan berani memutus serangan lebih awal. Pemain ini bertugas untuk mengejar bola, melakukan pressing ketat, dan berduel fisik dengan penyerang lawan tanpa ragu. Ia harus memiliki stamina prima dan keberanian untuk meninggalkan posnya demi mengganggu kenyamanan lawan.
Sementara itu peran "kucing" dimainkan oleh bek tandemsnya yang memiliki kemampuan membaca permainan dengan sangat cermat. Sang kucing bertugas melapis pertahanan atau melakukan cover jika sang anjing gagal memenangkan duel di depan. Ia bermain lebih sabar, menunggu momen yang tepat untuk mencuri bola, dan menutup ruang kosong yang ditinggalkan rekannya.
Duet Leo Lelis dan Risto Mitrevski dianggap mampu menerjemahkan peran ini dengan sangat sempurna di lapangan. Lelis dengan kemampuan teknis dan pembacaan bolanya yang baik sering kali berperan sebagai orang terakhir yang menyapu bahaya dengan elegan. Sedangkan Risto dengan postur kokoh dan kepemimpinannya menjadi sosok yang garang dalam mematikan pergerakan striker lawan sejak dini.
Kombinasi antara agresivitas dan ketenangan inilah yang membuat lini belakang Persebaya sulit ditembus oleh tim lawan. Ketika satu pemain maju untuk menekan lawan pemain lainnya secara otomatis akan mundur untuk mengamankan area vital. Komunikasi tanpa kata yang terjalin di antara keduanya menunjukkan tingkat pemahaman taktik yang sangat tinggi.
Keberhasilan skema kucing dan anjing ini tidak hanya bergantung pada kemampuan individu semata melainkan pada rasa saling percaya. Sang anjing harus percaya bahwa ada kucing yang siap mem-backup di belakangnya saat ia mengambil risiko. Begitu pula sang kucing harus percaya bahwa rekannya akan berusaha maksimal menghambat laju bola sebelum sampai ke area kotak penalti.
Strategi ini menjadi bukti bahwa pertahanan terbaik bukan hanya soal menumpuk pemain di belakang tetapi soal pembagian peran yang efektif. Persebaya Surabaya telah menunjukkan bahwa dengan racikan taktik yang tepat dua bek tengah saja mampu menjadi benteng yang kokoh. Duet Lelis dan Mitrevski kini menjadi salah satu pasangan bek yang paling disegani di kancah sepak bola nasional.
Next News

Kenali Jenis Sepeda Sebelum Beli: Mana yang Cocok Buat Healing?
16 days ago

Sering Tertukar! Ini Perbedaan Hiking dan Trekking yang Wajib Tahu
16 days ago

Haus Usai Olahraga? Simak Beda Air Biasa dan Minuman Elektrolit
19 days ago

Siap-Siap Mandi Keringat! Ini Alasan Kenapa Hyrox Menjadi Populer
20 days ago

Jangan Paksa Lari Saat Lapar! Simak Tips Sarapan Simpel
24 days ago

Haaland Menggila di New Jersey, Norwegia Amankan Tiket 32 Besar
a month ago

Mengupas Beban Berat di Pundak Mohamed Salah untuk Mesir
a month ago

Jangan Panik Saat Otot Kaku, Pahami DOMS Pasca Olahraga
a month ago

Portugal vs Dunia: Saat Konser Reuni Tak Seindah Bayangan
a month ago

Rahasia Hebat Mbappe Saat Prancis Bungkam Senegal di PD 2026
a month ago

