Ceritra
Ceritra Olahraga

Main Futsal Tanpa Paham Formasi? Ini Dua Pola Dasarnya

Refa - Wednesday, 28 January 2026 | 04:30 PM

Background
Main Futsal Tanpa Paham Formasi? Ini Dua Pola Dasarnya
Ilustrasi formasi futsal (Pinterest/footyware)

Futsal itu seperti tarian, di mana setiap pemain punya peran, tapi semua terus berpindah, menyerang dan bertahan sekaligus. Tak ada tempat aman di sini. Kalau kamu mau sukses, kamu perlu ngerti dua formasi yang paling sering dipakai: 1‑2‑1 Berlian dan 4‑0. Dua formasi ini bukan cuma soal posisi, tapi juga tentang rotasi, fisik, dan kecepatan. Ayo kupas tuntas.

1‑2‑1 Berlian: The Classic Balance

Formasi 1‑2‑1 atau yang sering disebut berlian, adalah "kebalikan" dari kebiasaan kita bermain 4‑2‑1‑1 di sepak bola biasa. Di sini, satu pemain jadi anchor (tuan rumah), dua pemain di sayap flank, dan satu pemain di depan sebagai pivot. Konsepnya simpel: anchor menahan bola, flank membuka ruang, pivot menggapai peluang. Tapi di lapangan futsal, semua pemain harus aktif.

  • Anchor: Biasanya pemain tengah atau gawang lawan. Tugasnya menahan bola, memelihara keseimbangan tim, dan membantu memutar bola ke flank.
  • Flank: Dua pemain yang berada di sisi lapangan. Mereka harus cepat menekan lawan, membuka jalur, dan siap menerima passes.
  • Pivot: Pemain paling depan, biasanya striker. Ia harus bisa menerima tekanan, melakukan dribbling, dan mencetak gol.

Keunggulan formasi ini? Rata‑rata keseimbangan. Anchor menahan, flank menekan, pivot menembak. Tapi ada satu hal penting, yaitu rotasi. Semua pemain harus menggelar posisi, misalnya ketika flank berhasil menekan, mereka bisa turun ke belakang sebagai backup, atau pivot bisa berganti posisi menjadi flank jika situasi mengharuskan. Dengan begitu, lawan kesulitan menebak ke mana bola akan dipasok.

Jika kamu pernah menyaksikan tim profesional seperti Jakarta FC atau Bali United bermain di futsal, mereka sering memakai 1‑2‑1.

4‑0: No Pure Striker, Just Movement

Berbeda total, 4‑0 adalah formasi yang hampir tidak punya penyerang murni. Dengan empat pemain sejajar di garis depan, mereka terus bergeser, membingungkan pertahanan. Kuncinya ada di fisik dan kecepatan.

  • Barisan depan: Empat pemain ini bergerak seirama. Kalau satu pemain turun, yang lain naik, dan semua tetap menjaga jarak.
  • Rotasi: Ketika satu pemain tertangkap, yang lain otomatis naik ke posisi tersebut. Ini menutup celah dan menciptakan "garis" yang bergerak.
  • Kecepatan: Dengan cepat berputar, mereka bisa membuka ruang di antara pertahanan lawan dan menekan bola ke sisi lapangan.

Jelas, 4‑0 bukan untuk pemain yang lambat. Jika kamu punya rekan yang punya stamina tinggi, bisa saja mereka melakukan pushing and pulling dengan gaya "kicker, switch, repeat". Saat semua pemain bergerak ke kanan, sayap lawan akan terbuka. Setelah itu, mereka "switch" ke kiri, menciptakan ketidakteraturan yang sulit diantisipasi.

Strategi Implementasi

Berikut beberapa langkah simpel supaya kamu dan tim bisa menerapkan dua formasi ini di lapangan:

  • Latihan Rotasi: Setiap sesi, luangkan 10 menit khusus drill di mana setiap pemain melakukan rotasi. Misalnya, mulai dari 1‑2‑1, lalu beralih ke 4‑0, dan kembali lagi.
  • Simulasi 1‑2‑1: Sediakan dua kotak kecil di sisi lapangan. Pemain flank harus menekan lawan agar bola melewati kotak dan berikan passing ke pivot. Fokus pada pengambilan keputusan cepat.
  • Simulasi 4‑0: Buat garis vertikal di lapangan, lalu beri instruksi "push to right" dan "pull to left". Catat kapan pemain yang paling cepat bergerak menciptakan celah.
  • Fisik & Kecepatan: Lakukan sprint 20 meter, lompat, dan latihan agility setiap hari. Karena formasi 4‑0 sangat bergantung pada stamina.
  • Feedback & Review: Setelah latihan, kumpulkan tim dan diskusikan apa yang berhasil. Saling memberi kritik membangun penting supaya formasi tetap "fresh".
Logo Radio
🔴 Radio Live