Mengapa Investment-Grade Jewelry Menjadi Primadona?
Refa - Tuesday, 10 February 2026 | 07:00 PM


Investasi dalam bentuk perhiasan sering kali memicu perdebatan antara nilai estetika dan nilai ekonomi murni. Memasuki tahun 2026, konsep Investment-Grade Jewelry menjadi semakin relevan di tengah fluktuasi pasar modal dan aset digital. Berbeda dengan perhiasan biasa, kategori ini mengacu pada potongan yang memiliki nilai kelangkaan tinggi, kualitas material superior, dan potensi apresiasi harga di pasar sekunder.
Berikut adalah panduan untuk memahami apakah perhiasan masih menjadi instrumen investasi yang menguntungkan di tahun ini.
Memahami Kriteria Investment-Grade Jewelry
Tidak semua perhiasan emas atau berlian dapat dikategorikan sebagai instrumen investasi. Perhiasan investment-grade harus memenuhi standar kualitas yang sangat ketat, seperti emas dengan kadar kemurnian tinggi atau berlian dengan sertifikasi internasional (seperti GIA) yang memiliki spesifikasi 4C (Cut, Color, Clarity, Carat) unggulan. Selain material, reputasi rumah desain (brand heritage) seperti Cartier, Van Cleef & Arpels, atau Tiffany & Co. juga memegang peranan penting. Potongan dari koleksi ikonik cenderung mempertahankan harganya lebih baik dibandingkan perhiasan tanpa merek meskipun memiliki berat emas yang sama.
Peran Emas sebagai Aset Safe Haven di 2026
Di tengah kondisi ekonomi global tahun 2026, emas tetap memegang peranan sebagai aset pelindung nilai (safe haven) terhadap inflasi. Perhiasan emas dengan desain klasik dan kandungan logam mulia yang dominan memberikan keuntungan ganda: keindahan saat dikenakan dan likuiditas tinggi saat ingin dijual kembali. Namun, investor harus memperhatikan "ongkos bikin" atau making charges. Di tahun 2026, perhiasan dengan biaya pembuatan rendah atau perhiasan antik yang nilai sejarahnya melampaui harga emas mentah dianggap lebih menguntungkan secara finansial.
Berlian dan Batu Mulia Berwarna di Pasar Sekunder
Pasar perhiasan tahun ini melihat tren kuat pada batu mulia berwarna seperti zamrud, safir, dan rubi yang berkualitas tinggi. Kelangkaan batu-batu ini di alam membuat harganya terus merangkak naik. Sementara itu, untuk berlian, fokus investor bergeser pada batu yang memiliki karakteristik langka atau berlian berwarna alami (fancy colored diamonds). Penting untuk diingat bahwa likuiditas berlian tidak secepat emas, sehingga investasi di sektor ini membutuhkan jangka waktu penyimpanan yang lebih lama (minimal 5-10 tahun) untuk mendapatkan keuntungan maksimal.
Faktor Pajak dan Biaya Penyimpanan
Salah satu tantangan dalam investasi perhiasan di tahun 2026 adalah biaya tambahan yang sering kali luput dari perhitungan. Hal ini mencakup pajak pembelian (PPN), premi asuransi untuk perhiasan bernilai tinggi, serta biaya penyimpanan yang aman seperti Safe Deposit Box (SDB). Investor yang cerdas akan menghitung apakah potensi kenaikan harga perhiasan tersebut mampu menutupi biaya pengeluaran rutin ini. Tanpa perawatan dan penyimpanan yang benar, kondisi fisik perhiasan bisa menurun, yang secara otomatis akan menjatuhkan nilai jualnya di masa depan.
Transparansi Harga dan Teknologi Autentikasi
Teknologi blockchain kini mulai merambah industri perhiasan di tahun 2026 untuk menjamin transparansi asal-usul (providance) dan keaslian batu mulia. Sertifikat digital yang terenkripsi memudahkan investor dalam memverifikasi aset mereka tanpa keraguan. Keberadaan pasar daring (online marketplace) khusus barang mewah yang terkurasi juga meningkatkan likuiditas perhiasan, memudahkan pemilik untuk memantau harga pasar secara real-time dan menemukan pembeli yang tepat tanpa harus melalui perantara tradisional yang mengambil komisi besar.
Kesimpulan: Investasi yang Bisa Dinikmati
Perhiasan tetap menjadi opsi investasi yang menarik di tahun 2026 bagi mereka yang memahami spesifikasi teknis dan dinamika pasar barang mewah. Meskipun memiliki risiko likuiditas yang lebih tinggi dibandingkan emas batangan, perhiasan menawarkan kepuasan psikologis yang tidak dimiliki aset lain. Kuncinya adalah membeli dengan harga yang tepat, menjaga kualitas fisik, dan memastikan semua dokumen legalitas tersedia lengkap.
Next News

Cara Menghitung Untung-Rugi Asuransi Ponsel Baru
4 hours ago

Saldo Tabungan Berkurang Sendiri? Pindah Rekening dengan Pertimbangan Berikut!
6 hours ago

Cara Mengatasi Dorongan Impulsif Pengguna Paylater
7 hours ago

Saldo Berkurang Tanpa Belanja? Cek Menu Subscriptions dan Temukan 5 Kebocoran Ini!
8 hours ago

Bye-bye Input Manual! 4 Aplikasi Keuangan dengan Sinkronisasi Bank Otomatis
a day ago

Strategi Melejitkan Penjualan Lewat Fenomena Live Shopping
3 days ago

Ingin KPR Lolos Mulus? Pastikan Rapor Utang Anda Memenuhi 5 Kriteria Ini
4 days ago

Investasi atau Beban? Panduan Membedakan Utang Produktif dan Konsumtif
4 days ago

Ingin KPR Tapi Skor Kredit Buruk? Lakukan 5 Langkah Pemulihan Reputasi Bank Ini
4 days ago

Lelah Bayar Cicilan? Gunakan Metode Snowball untuk Merdeka Finansial Tahun Ini!
4 days ago






