Ceritra
Ceritra Uang

Cara Mengatasi Dorongan Impulsif Pengguna Paylater

Refa - Tuesday, 10 February 2026 | 05:00 PM

Background
Cara Mengatasi Dorongan Impulsif Pengguna Paylater
Ilustrasi paylater (dentitasunhas.com/Paylater)

Fitur paylater kini menjadi metode pembayaran yang sangat populer karena menawarkan kemudahan untuk mendapatkan barang impian secara instan dengan sistem cicilan tanpa kartu kredit. Namun, di balik kemudahannya, fitur ini membawa risiko besar berupa jeratan utang konsumtif jika tidak dikelola dengan bijak. Tanpa perhitungan yang matang, bunga yang terakumulasi dan denda keterlambatan bisa membuat pengeluaran bulanan membengkak di luar kendali.

Berikut adalah strategi taktis untuk menghindari jebakan paylater agar kesehatan finansial tetap terjaga saat berbelanja online.

Memahami Perbedaan Antara Keinginan dan Kebutuhan

Penyebab utama seseorang terjebak dalam utang paylater adalah dorongan impulsif untuk membeli barang yang sebenarnya hanya bersifat keinginan sesaat. Kemudahan akses dana membuat batas antara kemampuan finansial asli dan dana pinjaman menjadi kabur. Sebelum mengaktifkan fitur ini, tanyakan pada diri sendiri apakah barang tersebut mendesak untuk dimiliki sekarang atau bisa ditunda hingga dana tunai terkumpul. Menunda pembelian selama 24 jam sering kali efektif untuk menurunkan keinginan impulsif tersebut.

Menghitung Total Bunga dan Biaya Layanan

Banyak pengguna hanya terpaku pada angka cicilan bulanan yang terlihat kecil, tanpa menyadari total biaya yang harus dibayarkan hingga akhir periode. Paylater biasanya menyertakan biaya layanan, biaya penanganan, dan suku bunga yang jika ditotal bisa jauh lebih tinggi daripada harga asli barang. Biasakan untuk menghitung selisih harga tunai dengan total cicilan. Jika selisihnya terlalu besar, hal itu menandakan bahwa penggunaan paylater untuk barang tersebut merupakan keputusan finansial yang buruk.

Membatasi Limit Penggunaan Secara Mandiri

Aplikasi sering kali memberikan limit yang cukup besar untuk memancing pengguna berbelanja lebih banyak. Jangan merasa harus menghabiskan atau menggunakan seluruh limit yang tersedia. Atur batas maksimal penggunaan paylater dalam sebulan, misalnya tidak lebih dari 10% dari pendapatan bulanan. Dengan menetapkan batasan mandiri, kontrol atas pengeluaran tetap berada di tangan sendiri, bukan dikendalikan oleh promosi aplikasi yang menggiurkan.

Menghindari Cicilan untuk Barang Konsumtif Jangka Pendek

Aturan dasar dalam berutang adalah jangan mencicil sesuatu yang masa pakainya lebih singkat daripada masa cicilannya. Contohnya, menggunakan paylater untuk membeli makanan atau pulsa harian dengan tenor 6 bulan adalah kesalahan besar. Utang tersebut akan tetap ada bahkan setelah manfaat barangnya habis. Gunakan metode pembayaran tunai atau debit untuk kebutuhan sehari-hari, dan cadangkan penggunaan cicilan hanya untuk barang yang memiliki nilai guna jangka panjang atau kebutuhan darurat yang terencana.

Memperhatikan Tanggal Jatuh Tempo dengan Ketat

Denda keterlambatan paylater biasanya bersifat harian atau persentase tetap yang cukup tinggi. Satu hari keterlambatan saja bisa merusak margin penghematan yang telah direncanakan. Pastikan tanggal jatuh tempo tidak berdekatan dengan masa-masa sulit sebelum gajian. Jika memungkinkan, bayarlah tagihan segera setelah menerima gaji untuk menghindari dana terpakai untuk hal lain. Kedisiplinan dalam membayar tepat waktu adalah satu-satunya cara agar skor kredit tetap bersih dan tidak terbebani denda.

Kedisiplinan Finansial di Era Digital

Paylater hanyalah sebuah alat pembayaran; dampak positif atau negatifnya sangat bergantung pada penggunanya. Dengan menerapkan transparansi terhadap diri sendiri mengenai kemampuan membayar, fitur ini tidak akan berubah menjadi jebakan, melainkan tetap menjadi opsi pembayaran tambahan yang aman. Kesadaran finansial adalah perlindungan terbaik dalam menghadapi godaan belanja online yang tanpa batas.

Logo Radio
🔴 Radio Live