Mengapa Bayi Perlu Menangis Saat Baru Lahir?
Kayla - Wednesday, 15 April 2026 | 01:18 PM


Tangisan pertama bayi setelah dilahirkan sering kali menjadi momen yang ditunggu-tunggu oleh tenaga medis maupun orang tua. Bukan sekadar ekspresi emosi, tangisan ini memiliki peran yang sangat penting dalam menandai bahwa bayi telah berhasil beradaptasi dengan kehidupan di luar rahim. Secara medis, tangisan pertama berkaitan erat dengan proses pernapasan. Selama berada di dalam kandungan, bayi tidak menggunakan paru-parunya untuk bernapas, melainkan mendapatkan oksigen melalui plasenta. Saat lahir, paru-paru bayi harus mulai bekerja secara mandiri. Tangisan membantu membuka alveoli (kantung udara kecil di paru-paru) yang sebelumnya masih tertutup, sehingga udara dapat masuk dan pertukaran oksigen berlangsung dengan baik.
Selain itu, tangisan juga membantu mengeluarkan cairan yang masih tersisa di saluran pernapasan bayi. Ketika bayi menangis, tekanan yang dihasilkan dari napas kuat akan mendorong cairan tersebut keluar, sehingga jalur napas menjadi lebih bersih dan optimal untuk bernapas. Dari sisi fisiologis, tangisan pertama juga menjadi indikator penting bahwa sistem saraf bayi berfungsi dengan baik. Bayi yang langsung menangis biasanya menunjukkan respons refleks yang normal terhadap rangsangan lingkungan baru, seperti perubahan suhu, cahaya, dan sentuhan.
Namun, perlu diluruskan bahwa bayi tidak selalu harus "dibuat" menangis secara sengaja. Dalam praktik medis modern, tenaga kesehatan akan memastikan bayi mendapatkan stimulasi yang lembut, seperti mengeringkan tubuh atau menepuk ringan, untuk merangsang pernapasan jika bayi belum langsung menangis. Tindakan ini dilakukan dengan hati-hati dan sesuai prosedur, bukan dengan cara yang kasar atau menyakitkan. Dalam beberapa kasus, bayi mungkin tidak langsung menangis karena kondisi tertentu, seperti prematuritas atau gangguan pernapasan. Oleh karena itu, tenaga medis akan melakukan penilaian melalui skor Apgar untuk memastikan kondisi bayi secara keseluruhan, bukan hanya berdasarkan tangisan semata.
Kesimpulannya, tangisan pertama bayi bukan hanya sekadar suara, melainkan tanda penting bahwa bayi mulai bernapas, beradaptasi, dan memiliki respons tubuh yang baik. Meski demikian, tujuan utamanya bukan membuat bayi menangis, melainkan memastikan ia dapat bernapas dengan optimal sejak detik pertama kehidupannya.
Next News

Saat Laut Tak Kenal Batas Negara: Gempa di Filipina yang Membuat Indonesia Ikut Waspada
an hour ago

Jangan Kaget! 122 Program Studi Resmi Dihapus Tahun Ini
4 days ago

Prabowo Copot Dadan Hindayana, Nanik S. Deyang Pimpin BGN
5 days ago

Usulan Bahasa Prancis di Sekolah: Ambisi Diplomasi atau Beban Baru Pendidikan?
6 days ago

Bukan Lagi Soal Gengsi, Thrifting Kini Jadi Aksi Peduli Bumi
6 days ago

Hati-Hati Jebakan Autodebet: Kenapa Gaji Cepat Habis Tiap Bulan?
10 days ago

Rahasia Sukses Pilih Kampus: Luar Negeri atau Dalam Negeri?
14 days ago

Stevia: Pemanis Alami Terbaik untuk Gaya Hidup Sehat Anak Muda
13 days ago

Tensi Timur Tengah Memanas: Dompet Dunia Mulai Terasa Berat
13 days ago

Hobi Seblak dan Boba? Kenali Risiko PCOS pada Wanita Muda
14 days ago





