Ceritra
Ceritra Warga

Lirik Lengkap dan Makna Mendalam Lagu Rukun Sama Teman Karya Mendikdasmen Abdul Mu'ti

Nisrina - Friday, 30 January 2026 | 07:00 AM

Background
Lirik Lengkap dan Makna Mendalam Lagu Rukun Sama Teman Karya Mendikdasmen Abdul Mu'ti
(YouTube/@muridpedia)

Dunia pendidikan Indonesia kembali mendapatkan sorotan positif dengan hadirnya sebuah karya seni yang sarat nilai moral. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Prof. Dr. Abdul Mu'ti meluncurkan sebuah lagu berjudul "Rukun Sama Teman" yang kini mulai menggema di berbagai sekolah. Lagu ini bukan sekadar hiburan semata melainkan sebuah media pembelajaran karakter yang efektif bagi peserta didik.

Lagu ini diciptakan sebagai respons atas kekhawatiran masyarakat terhadap maraknya kasus perundungan atau bullying di lingkungan sekolah. Melalui pendekatan seni musik diharapkan pesan pesan perdamaian bisa lebih mudah meresap ke dalam hati sanubari anak anak. Irama yang ceria dan lirik yang sederhana membuat lagu ini mudah dihafal oleh siswa dari berbagai jenjang pendidikan.

Kehadiran lagu ini juga menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk mewujudkan budaya sekolah yang aman dan nyaman. Abdul Mu'ti ingin menanamkan pola pikir bahwa perbedaan bukanlah alasan untuk bermusuhan. Mari kita simak lirik lengkap dan bedah makna mendalam di balik lagu viral pendidikan ini.

Lirik Lagu Rukun Sama Teman

Bagi para guru orang tua maupun siswa yang ingin menghafalkan lagu ini berikut adalah lirik lengkapnya. Lirik ini ditulis dengan bahasa yang lugas namun memiliki pesan yang sangat kuat.

Verse 1: Semua insan ciptaan Tuhan Berbeda rupa dan kemampuan Mari saling menghormati Jangan saling menyakiti

Chorus: Tak ada guna permusuhan Tak ada guna pertengkaran Mari jalin persahabatan Rukun sama teman

Verse 2: Banyak kawan kita tenang Banyak sahabat kita hebat Mari bergandeng tangan Rukun sama teman

Makna Bait Pertama Tentang Menghargai Perbedaan

Lagu ini dibuka dengan pengingat spiritual bahwa setiap manusia adalah ciptaan Tuhan yang mulia. Abdul Mu'ti menekankan pada realitas bahwa setiap anak terlahir dengan keunikan fisik dan bakat yang berbeda beda. Perbedaan rupa dan kemampuan adalah sebuah keniscayaan yang harus diterima dengan lapang dada.

Pesan moral yang ingin disampaikan adalah tentang toleransi dan inklusivitas sejak dini. Anak anak diajarkan untuk tidak membanding bandingkan diri dengan orang lain apalagi sampai melakukan body shaming. Kalimat "mari saling menghormati" menjadi kunci utama untuk mencegah bibit bibit perundungan tumbuh di sekolah.

Makna Chorus Tentang Kerugian Konflik

Pada bagian chorus atau reff lagu ini menegaskan kesia siaan dari sebuah konflik. Kalimat "tak ada guna permusuhan" adalah pesan logis yang mengajarkan anak untuk berpikir kritis mengenai dampak negatif pertengkaran. Bermusuhan hanya akan menguras energi dan merusak suasana belajar yang menyenangkan.

Bagian ini mengajak siswa untuk mengubah energi negatif menjadi positif melalui jalinan persahabatan. Solusi dari setiap perbedaan pendapat bukanlah kekerasan fisik maupun verbal melainkan perdamaian. Ini adalah pendidikan manajemen konflik yang disederhanakan dalam bentuk nyanyian.

Makna Bait Kedua Tentang Kekuatan Kebersamaan

Di bait kedua lirik lagu beralih pada manfaat positif dari memiliki banyak teman. Frasa "banyak kawan kita tenang" mengajarkan bahwa lingkungan sosial yang sehat akan membawa ketenangan batin atau kesehatan mental yang baik. Anak yang memiliki dukungan sosial kuat cenderung lebih bahagia dan tidak mudah stres.

Selanjutnya kata "banyak sahabat kita hebat" menanamkan nilai kolaborasi atau gotong royong. Prestasi hebat sering kali lahir dari kerja sama tim yang solid dan saling mendukung satu sama lain. Ajakan bergandeng tangan adalah simbol persatuan untuk memajukan prestasi sekolah dan bangsa secara bersama sama.

Implementasi di Lingkungan Sekolah

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menganjurkan agar lagu ini sering diperdengarkan atau dinyanyikan di sekolah sekolah. Momen seperti upacara bendera atau kegiatan pagi sebelum masuk kelas adalah waktu yang tepat untuk menyanyikannya. Tujuannya adalah untuk melakukan doktrin positif secara berulang ulang hingga menjadi kebiasaan.

Guru juga bisa menggunakan lagu ini sebagai materi ajar dalam mata pelajaran budi pekerti atau seni budaya. Diskusi ringan mengenai makna lirik bisa dilakukan di dalam kelas untuk melatih empati siswa. Dengan begitu nilai nilai luhur dalam lagu ini tidak hanya berhenti di mulut tetapi terimplementasi dalam tindakan nyata sehari hari.

Harapan Baru Pendidikan Karakter

Lagu "Rukun Sama Teman" menjadi simbol harapan baru bagi wajah pendidikan Indonesia yang lebih humanis. Abdul Mu'ti membuktikan bahwa pendidikan karakter tidak harus selalu disampaikan melalui pidato yang kaku dan membosankan. Sentuhan seni budaya justru sering kali lebih ampuh dalam menyentuh hati generasi muda.

Semoga dengan viralnya lagu ini kasus kekerasan dan perundungan di sekolah sekolah Indonesia dapat berkurang secara signifikan. Mari kita dukung gerakan baik ini dengan mengajarkan lagu ini kepada anak adik atau murid kita di rumah dan di sekolah.

Logo Radio
🔴 Radio Live