Ceritra
Ceritra Warga

Kenali 5 Kalimat Pura Pura Rendah Diri Padahal Haus Pujian

Nisrina - Wednesday, 11 February 2026 | 12:30 PM

Background
Kenali 5 Kalimat Pura Pura Rendah Diri Padahal Haus Pujian
Ilustrasi (istimewa/)

Dalam interaksi sosial sehari hari baik di dunia nyata maupun di media sosial kita sering kali bertemu dengan berbagai tipe kepribadian. Salah satu yang paling membingungkan dan sering membuat dahi berkerut adalah tipe orang yang gemar merendahkan diri sendiri namun terasa ada maksud tersembunyi di baliknya.

Fenomena ini dalam istilah psikologi modern sering disebut sebagai humblebragging. Ini adalah gabungan dari kata humble atau rendah hati dan brag atau menyombongkan diri. Pelakunya berusaha menyamarkan kebanggaan atau pamer pencapaian mereka di balik topeng keluhan atau kerendahan hati palsu. Tujuannya sangat jelas yaitu memancing orang lain untuk memberikan pujian validasi atau rasa kagum tanpa mereka terlihat sombong secara terang terangan.

Perilaku ini sering kali lebih menyebalkan daripada orang yang sombong secara langsung. Orang yang humblebragging sering dianggap tidak tulus dan manipulatif. Merujuk pada ulasan Beautynesia ada pola kalimat tertentu yang menjadi ciri khas perilaku ini. Artikel ini akan mengupas tuntas lima jenis kalimat yang sering diucapkan oleh mereka yang pura pura merendah padahal haus pujian serta psikologi di balik tindakan tersebut.

Duh Aku Kelihatan Jelek Banget di Foto Ini

Kalimat pertama ini adalah raja dari segala humblebrag di media sosial. Anda pasti pernah melihat seseorang memposting swafoto atau selfie yang terlihat sempurna. Pencahayaannya bagus riasannya flawless dan sudut pengambilannya sangat pas. Namun keterangan foto atau caption yang ditulis justru sangat bertolak belakang.

Mereka akan menulis kalimat seperti "Abaikan muka bantal ini" atau "Lagi kucel banget maaf ya". Padahal secara objektif mereka terlihat sangat menarik di foto tersebut.

Tujuan di balik kalimat ini bukanlah untuk memberitahu orang bahwa mereka jelek. Sebaliknya mereka sedang memasang perangkap. Mereka mengharapkan pengikut atau teman temannya untuk segera membantah pernyataan tersebut di kolom komentar. Mereka ingin membaca komentar seperti "Ih apaan sih cantik banget gitu kok" atau "Kucel darimana ini mah bidadari". Kalimat bantahan inilah yang menjadi sumber dopamin dan kepuasan ego mereka.

Aku Gak Belajar Sama Sekali Buat Ujian Tadi

Di lingkungan akademis atau sekolah kalimat ini adalah senjata klasik. Bayangkan ada teman sekelas yang selalu mendapatkan nilai A atau skor tertinggi di setiap ujian. Namun setiap kali sebelum atau sesudah ujian mereka selalu menjadi orang yang paling sibuk mengeluh.

Mereka akan berkata dengan wajah cemas "Aduh aku pasrah banget aku gak belajar sama sekali semalam" atau "Soalnya susah banget aku pasti dapat nilai jelek". Namun ketika hasil ujian keluar nilai mereka nyaris sempurna.

Kalimat ini diucapkan untuk membangun citra jenius yang alami atau effortless. Dengan mengatakan mereka tidak belajar namun tetap mendapat nilai bagus mereka secara tidak langsung ingin mengatakan bahwa mereka memiliki kecerdasan di atas rata rata tanpa perlu berusaha keras. Ini adalah cara halus untuk merendahkan usaha keras orang lain yang belajar mati matian namun nilainya biasa saja.

Bosan Banget Harus Pergi ke Luar Negeri Terus

Bagi sebagian orang bepergian ke luar negeri atau dinas ke kota kota besar adalah sebuah kemewahan dan impian. Namun bagi pelaku humblebrag ini adalah bahan materi konten pamer yang sempurna yang dibungkus dengan keluhan.

Mereka mungkin akan memposting foto tiket pesawat paspor atau pemandangan bandara dengan caption bernada lelah. "Capek banget baru mendarat dari Paris besok harus terbang lagi ke New York. Kapan ya bisa istirahat di rumah".

Sekilas ini terdengar seperti keluhan tentang kelelahan bekerja. Namun pesan tersirat yang ingin disampaikan adalah betapa pentingnya posisi mereka betapa sibuknya karir mereka dan betapa globalnya gaya hidup mereka. Mereka ingin orang lain merasa iri dengan "penderitaan" mewah yang mereka alami. Keluhan ini sebenarnya adalah pamer status sosial yang disamarkan.

Padahal Aku Makan Banyak Tapi Gak Bisa Gemuk

Topik mengenai bentuk tubuh dan berat badan adalah isu sensitif bagi banyak orang. Namun si pencari pujian sering kali menggunakan topik ini untuk menonjolkan kelebihan fisik mereka dengan cara yang menyebalkan.

Anda mungkin sering mendengar seseorang yang bertubuh sangat langsing atau atletis berkata "Kesel deh aku udah makan pizza dua loyang sama nasi padang tapi berat badan gak naik naik juga. Pengen banget bisa gemuk dikit".

Kalimat ini seolah olah menunjukkan rasa frustrasi. Padahal dalam hati mereka sangat bangga dengan metabolisme tubuh mereka atau bentuk tubuh ideal yang mereka miliki. Mereka tahu bahwa banyak orang berjuang menurunkan berat badan sehingga keluhan "susah gemuk" ini sebenarnya adalah cara untuk memamerkan privilege genetik mereka. Tujuannya adalah agar orang lain memuji betapa beruntungnya mereka memiliki tubuh seperti itu.

Ah Ini Cuma Barang Lama Kok Murah Aja

Skenario ini sering terjadi saat seseorang memuji barang yang dikenakan oleh si pelaku humblebrag. Misalnya Anda memuji tas bermerek atau jam tangan mewah yang mereka pakai. Alih alih sekadar mengucapkan terima kasih mereka akan menjawab dengan kalimat yang merendahkan nilai barang tersebut.

"Oh tas ini? Ini mah barang lama udah buluk. Dulu belinya juga pas lagi diskon besar besaran kok bukan barang mahal" ucap mereka sambil tetap memamerkan logo merek tersebut.

Tujuan dari kalimat ini adalah untuk menunjukkan bahwa barang mewah tersebut adalah hal yang remeh atau biasa saja bagi mereka. Mereka ingin terlihat sederhana dan tidak materialistis atau down to earth padahal mereka sangat sadar akan nilai dan prestise barang yang mereka kenakan. Mereka ingin dipuji dua kali pertama karena barang mewahnya dan kedua karena sikap "sederhana" mereka.

Psikologi di Balik Humblebragging

Mengapa orang melakukan hal ini. Menurut para ahli psikologi perilaku ini berakar dari rasa tidak aman atau insecurity. Orang yang benar benar percaya diri dengan pencapaiannya biasanya tidak butuh pengakuan berlebihan dari orang lain. Mereka cukup nyaman dengan keberhasilan mereka sendiri.

Sebaliknya pelaku humblebrag membutuhkan validasi eksternal untuk merasa berharga. Namun mereka juga sadar bahwa menyombongkan diri secara langsung itu melanggar norma sosial dan bisa membuat orang ilfil. Maka mereka menciptakan strategi kompromi yaitu pamer yang dibungkus kerendahan hati.

Sayangnya strategi ini sering kali menjadi bumerang. Penelitian menunjukkan bahwa orang lebih menghargai kejujuran daripada kerendahan hati palsu. Orang yang jujur berkata "Saya bekerja keras untuk nilai ini dan saya bangga" jauh lebih disukai daripada mereka yang berpura pura tidak berusaha.

Menghadapi orang seperti ini memang membutuhkan kesabaran ekstra. Cara terbaik adalah dengan tidak memberikan reaksi yang mereka harapkan atau cukup berikan senyum sopan tanpa memberikan pujian berlebihan. Dengan tidak memberi "makan" pada ego mereka perlahan lahan mereka mungkin akan belajar untuk menjadi lebih tulus dalam berkomunikasi.

Logo Radio
🔴 Radio Live