Kaya Raya Tapi Pensiun di Usia 24? Ini Sisi Kelam "Burnout" yang Menghantui Atlet Esports
Refa - Saturday, 24 January 2026 | 06:30 PM


Di balik gemerlap panggung megah dan hadiah miliaran rupiah, karier seorang atlet esports menyimpan fakta yang cukup memprihatinkan, yaitu durasi karier yang sangat singkat.
Jika atlet sepak bola bisa bermain hingga usia 35 atau 40 tahun, mayoritas atlet esports (khususnya game ber-genre MOBA atau FPS) memutuskan gantung mouse atau pensiun di usia rata-rata 24 hingga 25 tahun.
Mengapa fenomena "pensiun dini" ini terjadi secara massal? Berikut adalah 3 alasan psikologis dan medis di baliknya:
1. Penurunan Refleks dan Motorik
Dalam kompetisi tingkat dunia, perbedaan waktu reaksi (reaction time) sepersekian milidetik bisa menentukan kemenangan atau kekalahan.
Secara biologis, kemampuan motorik halus dan kecepatan respons otak manusia mencapai puncaknya pada usia 16-21 tahun. Memasuki usia 25 tahun, respons ini mulai menurun secara alami. Di mata awam penurunan ini tidak terlihat, namun bagi pro player, ini adalah penurunan performa yang fatal.
2. Sindrom Burnout Akut
Jadwal latihan atlet esports sangat brutal. Mereka bisa berlatih 12 hingga 14 jam sehari di depan layar, 6 hari seminggu. Ini belum termasuk tekanan dari netizen dan fans yang toksik saat tim kalah.
Pola hidup monoton dan tekanan tinggi tanpa henti ini memicu burnout (kelelahan mental dan fisik yang ekstrem). Banyak pemain kehilangan motivasi bermain game karena hobi yang dicintai berubah menjadi pekerjaan yang menekan.
3. Cedera Fisik Repetitif
Meski duduk, esports memicu cedera fisik serius. Yang paling umum adalah Carpal Tunnel Syndrome (cedera saraf tangan) dan sakit punggung kronis akibat postur duduk statis puluhan jam.
Rasa nyeri yang terus-menerus ini sering kali memaksa pemain berhenti berkompetisi lebih awal demi menyelamatkan kesehatan jangka panjang mereka.
Next News

Mental Baja Guardiola Saat City Tertinggal Jauh dari Arsenal
a day ago

Mengapa Lari Hanya Modal Aplikasi Strava Belum Cukup untuk Performa Maksimal
2 days ago

Lolos ke Final Thailand Masters 2026 Amallia Fadia Jaga Asa Juara Ganda Putri Indonesia di Bangkok
4 days ago

Ubed Pastikan Langkah ke Final Thailand Masters 2026 Setelah Tumbangkan Alwi Farhan
4 days ago

Berotot Tanpa Gym? Panduan Lengkap Calisthenics untuk Menambah Berat Badan
5 days ago

Pilates Reformer Tower atau Matras, Simak Panduan Lengkapnya Agar Sesuai Kebutuhan Tubuhmu
5 days ago

Megawati dan Tim Fokus Benahi Permainan Setelah Jakarta Pertamina Enduro
5 days ago

Tubuh Punya Pelatih Tak Terlihat, Begini Jam Biologis Menentukan Hasil Olahraga
6 days ago

Filosofi di Balik Kokohnya Pertahanan Persebaya Surabaya
6 days ago

Bernardo Tavares Pastikan Skuad Bajul Ijo Siap Tempur Hadapi Dewa United
6 days ago






