Ceritra
Ceritra Warga

Jangan Tunggu Hari Pertama Ramadan! Lakukan 5 Hal Ini Agar Tubuh Tetap Fit Saat Puasa

Refa - Wednesday, 04 February 2026 | 08:30 AM

Background
Jangan Tunggu Hari Pertama Ramadan! Lakukan 5 Hal Ini Agar Tubuh Tetap Fit Saat Puasa
Ilustrasi puasa (Freepik/Freepik)

Masa transisi dari puasa sunnah di bulan Sya'ban menuju puasa wajib di bulan Ramadan merupakan periode krusial bagi ketahanan fisik. Di tahun 2026, dengan perubahan cuaca yang dinamis, tubuh memerlukan adaptasi yang halus agar tidak mengalami kejutan sistemik (metabolic shock) saat memasuki minggu pertama Ramadan.

Menjaga stamina selama masa transisi ini bukan hanya soal ketahanan lapar, tetapi tentang bagaimana mempersiapkan organ tubuh untuk bekerja secara optimal dalam ritme yang baru. Berikut adalah strategi taktis untuk menjaga stamina tubuh tetap stabil selama perpindahan puasa sunnah menuju Ramadan.

1. Menjaga Hidrasi Secara Progresif

Salah satu tantangan terbesar dalam transisi puasa adalah dehidrasi tersembunyi. Tubuh harus dibiasakan menyimpan cadangan cairan secara efisien sebelum Ramadan tiba.

  • Pola Minum Bertahap: Jangan meminum air dalam jumlah sangat besar hanya pada waktu sahur. Terapkan jadwal minum air putih yang konsisten setiap jam di malam hari selama menjalankan puasa sunnah untuk menghidrasi sel tubuh secara mendalam.
  • Hindari Minuman Diuretik: Selama masa transisi, kurangi konsumsi kopi atau teh pekat saat sahur. Minuman ini bersifat diuretik yang justru mempercepat pembuangan cairan melalui urine, sehingga tubuh lebih cepat lemas di siang hari.

2. Penyesuaian Porsi dan Jenis Karbohidrat

Transisi yang sukses melibatkan pengaturan kadar gula darah agar tetap stabil sepanjang hari.

  • Beralih ke Karbohidrat Kompleks: Jika biasanya mengonsumsi nasi putih, mulailah menggantinya dengan nasi merah, oatmeal, atau umbi-umbian pada hari-hari puasa sunnah terakhir. Karbohidrat kompleks memiliki indeks glikemik rendah yang melepaskan energi secara perlahan.
  • Porsi Moderat: Hindari makan berlebihan (overeating) saat berbuka puasa sunnah. Makan terlalu banyak justru membuat sistem pencernaan bekerja ekstra keras dan memicu rasa kantuk serta lemas di keesokan harinya.

3. Konsistensi Waktu Istirahat (Ritme Sirkadian)

Kelelahan saat awal Ramadan sering kali bukan karena lapar, melainkan karena pola tidur yang berantakan secara mendadak.

  • Latihan Bangun Dini Hari: Gunakan hari-hari terakhir di bulan Sya'ban untuk mulai bangun di jam sahur, meskipun sedang tidak menjalankan puasa sunnah. Hal ini membantu otak dan hormon metabolisme beradaptasi dengan jadwal baru sebelum Ramadan dimulai.
  • Tidur Berkualitas: Pastikan mendapatkan tidur malam yang cukup (minimal 5-6 jam sebelum sahur). Tubuh yang kurang istirahat akan lebih sensitif terhadap rasa lapar dan haus.

4. Aktivitas Fisik Ringan untuk Sirkulasi

Menghentikan semua aktivitas fisik saat transisi puasa justru dapat membuat tubuh terasa kaku dan metabolisme menjadi lambat.

  • Latihan Intensitas Rendah: Tetap lakukan peregangan ringan atau jalan santai selama 15–20 menit di sore hari menjelang berbuka puasa sunnah. Aktivitas ini membantu sirkulasi oksigen ke otak tetap lancar sehingga fokus tetap terjaga.
  • Waktu Olahraga: Pilih waktu yang paling dekat dengan jam berbuka agar energi yang terpakai bisa segera digantikan dengan asupan nutrisi.

5. Suplemen dan Nutrisi Pendukung

Di tahun 2026, dukungan nutrisi mikro menjadi sangat penting untuk menjaga sistem imun selama masa transisi.

  • Asupan Vitamin C dan Zink: Pastikan mengonsumsi buah-buahan atau sayuran yang kaya vitamin C untuk menjaga daya tahan tubuh agar tidak mudah terserang flu saat pergantian jadwal makan.
  • Madu dan Kurma: Jadikan madu atau kurma sebagai asupan wajib saat sahur puasa sunnah. Kandungan glukosa alami dan mineralnya merupakan bahan bakar instan yang aman bagi lambung.

Penutup: Persiapan Matang untuk Ibadah Maksimal

Transisi yang mulus antara puasa sunnah dan Ramadan akan membuat tubuh merasa "sudah terbiasa" sejak hari pertama bulan suci. Dengan stamina yang terjaga, fokus ibadah tidak lagi terganggu oleh keluhan fisik seperti pusing atau lemas berlebihan. Persiapan yang dilakukan hari ini adalah kunci untuk menjalani Ramadan yang lebih produktif dan penuh energi.

Logo Radio
🔴 Radio Live