Jangan Sepelekan Emosi Saat Nyetir, Ini Kesalahan Kecil yang Bisa Berujung Maut


Hati-hati, para pengemudi! Di balik kecanggihan mobil modern masa kini, tersimpan bahaya mematikan yang bukan berasal dari mesin, melainkan dari kepala pengemudinya sendiri. Kasus viral taksi listrik yang "mengamuk" mundur dan menabrak warung makan baru-baru ini menjadi bukti nyata bahwa emosi sesaat bisa berujung bencana fatal.
Sony Susmana, pakar keselamatan berkendara dari Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), membongkar fakta bahwa banyak kecelakaan konyol terjadi bukan karena mobilnya rusak, melainkan karena pengemudinya "gagal paham" akibat otak yang dikuasai amarah atau rasa terburu-buru.
Berikut adalah peringatan keras dari sang ahli agar Anda tidak menjadi korban berikutnya:
Mobil Canggih, Tapi Pengemudi "Gaptek"?
Sony menyoroti bahwa insiden mobil mundur tak terkendali sering terjadi pada mobil matik modern, baik mobil listrik (EV) maupun konvensional. Masalahnya sepele. Sistem transmisinya sudah pakai tombol atau soft touch, tapi pengemudinya masih membawa kebiasaan lama.
"Banyak yang lupa memindahkan gigi ke 'P' (Parkir) dan main asal keluar saja karena buru-buru. Akibatnya, mobil yang masih di posisi 'R' (Mundur) langsung meluncur bebas menghantam apa saja di belakangnya," ungkap Sony.
Emosi Bikin Lupa Daratan (dan Persneling!)
Kunci utama keselamatan ternyata ada pada ketenangan emosional. Saat seseorang menyetir dalam kondisi marah, panik, atau dikejar waktu, kemampuan otaknya untuk memproses prosedur standar—seperti menarik rem tangan—mendadak hilang.
"Kejadian viral itu kemungkinan besar karena driver-nya emosi atau terburu-buru, sampai lupa menetralkan gigi. Ini peringatan keras buat kita semua!" tegasnya.
Solusi: Jangan Tinggalkan "Bom Waktu"
Untuk mencegah musibah serupa, ada aturan mati yang haram dilanggar: Jangan pernah tinggalkan kursi pengemudi saat mesin masih hidup! Pastikan tuas sudah di 'P' dan rem tangan aktif sebelum kaki Anda menyentuh aspal.
Bagi perusahaan transportasi, Sony juga mendesak agar pelatihan pengemudi diperketat. Jangan sampai nyawa orang lain melayang hanya karena pengemudi gagal mengontrol emosi dan gagap teknologi.
Next News

Bukan Sekadar Bedak, Makeup Adalah Rekaman Sejarah
10 days ago

Mendengarkan Musik Saat Berkendara: Bikin Fokus atau Justru Bahaya?
13 days ago

Transformasi Artis: Tinggalkan Panggung Demi Kursi Politik
12 days ago

Waspada Bahaya Abu Vulkanik bagi Kesehatan dan Cat Mobil
13 days ago

Dari War Tiket ke OOTD: Rahasia Dibalik Ritual Konser Masa Kini
13 days ago

Mahalnya Harga di Balik Wajah yang "Nggak Pakai Apa-Apa"
13 days ago

Akademik vs Praktisi: Rahasia Memilih Sekolah yang Tepat
16 days ago

Alasan Kenapa Makanan Bioskop Lebih Mahal Daripada Tiket Film Yang Dijual
18 days ago

Kenapa Film Horor Selalu Laris di Indonesia? Membedah Fenomena Genre Paling Konsisten
18 days ago

Kenapa Abu Vulkanik Sangat Berbahaya Bagi Mesin Pesawat?
18 days ago


