Jangan Sepelekan Emosi Saat Nyetir, Ini Kesalahan Kecil yang Bisa Berujung Maut
Refa - Tuesday, 20 January 2026 | 04:30 PM


Hati-hati, para pengemudi! Di balik kecanggihan mobil modern masa kini, tersimpan bahaya mematikan yang bukan berasal dari mesin, melainkan dari kepala pengemudinya sendiri. Kasus viral taksi listrik yang "mengamuk" mundur dan menabrak warung makan baru-baru ini menjadi bukti nyata bahwa emosi sesaat bisa berujung bencana fatal.
Sony Susmana, pakar keselamatan berkendara dari Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), membongkar fakta bahwa banyak kecelakaan konyol terjadi bukan karena mobilnya rusak, melainkan karena pengemudinya "gagal paham" akibat otak yang dikuasai amarah atau rasa terburu-buru.
Berikut adalah peringatan keras dari sang ahli agar Anda tidak menjadi korban berikutnya:
Mobil Canggih, Tapi Pengemudi "Gaptek"?
Sony menyoroti bahwa insiden mobil mundur tak terkendali sering terjadi pada mobil matik modern, baik mobil listrik (EV) maupun konvensional. Masalahnya sepele. Sistem transmisinya sudah pakai tombol atau soft touch, tapi pengemudinya masih membawa kebiasaan lama.
"Banyak yang lupa memindahkan gigi ke 'P' (Parkir) dan main asal keluar saja karena buru-buru. Akibatnya, mobil yang masih di posisi 'R' (Mundur) langsung meluncur bebas menghantam apa saja di belakangnya," ungkap Sony.
Emosi Bikin Lupa Daratan (dan Persneling!)
Kunci utama keselamatan ternyata ada pada ketenangan emosional. Saat seseorang menyetir dalam kondisi marah, panik, atau dikejar waktu, kemampuan otaknya untuk memproses prosedur standar—seperti menarik rem tangan—mendadak hilang.
"Kejadian viral itu kemungkinan besar karena driver-nya emosi atau terburu-buru, sampai lupa menetralkan gigi. Ini peringatan keras buat kita semua!" tegasnya.
Solusi: Jangan Tinggalkan "Bom Waktu"
Untuk mencegah musibah serupa, ada aturan mati yang haram dilanggar: Jangan pernah tinggalkan kursi pengemudi saat mesin masih hidup! Pastikan tuas sudah di 'P' dan rem tangan aktif sebelum kaki Anda menyentuh aspal.
Bagi perusahaan transportasi, Sony juga mendesak agar pelatihan pengemudi diperketat. Jangan sampai nyawa orang lain melayang hanya karena pengemudi gagal mengontrol emosi dan gagap teknologi.
Next News

Kebiasaan Mepet di Lampu Merah Ternyata Simpan Bahaya Maut, Ini Jarak Amannya
in 29 minutes

Stop Kebiasaan Bernapas Lewat Mulut, Risikonya Bisa Ubah Struktur Wajah Hingga Gigi Hancur!
a few seconds ago

Makan Sehari Sekali Bikin Kurus? Hati-Hati, Tren OMAD Bisa Berujung Operasi Batu Empedu
31 minutes ago

Janji Energi Instan Berujung Petaka, Bahaya Energy Drink bagi Tubuh dan Otak
an hour ago

Tak Disangka, Air Putih di Botol Minum Bisa Picu Infeksi Jika Lakukan Ini
2 hours ago

Siapa Saja yang Wajib Vaksin Dengue? Ini Rekomendasi Resmi Dokter
2 hours ago

4 Gejala Klasik Ini Bisa Jadi Tanda Arteri Jantung Tersumbat
3 hours ago

Fenomena Hilangnya Kemampuan Mengeja pada Generasi Digital dan Dampak Jangka Panjangnya
an hour ago

Pesona Magis Celak Mata Warisan Budaya Lintas Peradaban
2 hours ago

Menikmati Kehangatan Budaya Kopi Khas Arab Saudi di Pegunungan Sarawat
2 hours ago






