Ceritra
Ceritra Warga

Jangan Panik! Inilah Protokol Penyelamatan Diri Saat Terseret Arus Laut Kuat

Refa - Monday, 16 February 2026 | 12:00 PM

Background
Jangan Panik! Inilah Protokol Penyelamatan Diri Saat Terseret Arus Laut Kuat
Ilustrasi arus kuat (pexels.com/Martin Škeřík)

Menghadapi arus laut yang kuat secara tiba-tiba adalah ujian mental terbesar bagi setiap snorkeler maupun penyelam. Kunci utama untuk selamat bukan pada kekuatan fisik, melainkan pada kemampuanmu untuk tetap tenang dan tidak panik.

Kepanikan akan membuat napas menjadi pendek, jantung berdetak kencang, dan tenaga terkuras habis dalam hitungan detik. Berikut adalah panduan langkah demi langkah untuk menjaga ketenangan dan menyelamatkan diri saat terseret arus:

1. Berhenti Melawan Arus (Don't Fight the Current)

Insting pertama manusia saat terseret arus adalah berenang sekuat tenaga melawan arah arus untuk kembali ke perahu atau pantai. Ini adalah kesalahan fatal yang sering menyebabkan kelelahan ekstrem (exhaustion).

  • Faktanya: Arus laut jauh lebih kuat dari perenang Olimpiade sekalipun. Melawan arus secara langsung hanya akan menghabiskan oksigenmu.
  • Tindakan: Berhentilah mengayuh. Biarkan dirimu terbawa arus sejenak sambil mengatur napas. Hemat energimu untuk langkah berikutnya.

2. Berenang Diagonal atau Tegak Lurus

Jika kamu terseret menjauh dari pantai (seperti dalam kasus Rip Current), cara terbaik adalah berenang ke samping, bukan ke depan.

  • Caranya: Berenanglah sejajar dengan garis pantai atau tegak lurus dengan arah arus. Arus laut biasanya memiliki "jalur" yang terbatas. Begitu kamu keluar dari jalur arus tersebut, air akan kembali tenang dan kamu bisa mulai berenang kembali ke tepian dengan perlahan.

3. Atur Napas dengan Teknik Deep Breathing

Saat panik, paru-paru cenderung melakukan hyperventilation (napas pendek dan cepat). Ini berbahaya karena bisa membuatmu pusing atau bahkan pingsan di dalam air.

  • Tindakan: Paksa dirimu untuk menarik napas panjang melalui mulut (snorkel) dan embuskan secara perlahan. Fokuskan pikiran hanya pada irama napas. Napas yang teratur akan mengirimkan sinyal ke otak bahwa kondisi "aman", sehingga detak jantung akan melambat secara alami.

4. Gunakan Sinyal Darurat, Jangan Berteriak

Berteriak di tengah laut akan sangat melelahkan dan sering kali suaranya tertutup oleh deburan ombak.

  • Tindakan: Jika kamu membawa peluit di pelampung, gunakan itu. Jika tidak, angkat satu tangan tinggi-tinggi ke udara dan lambaikan dengan tenang. Ini adalah kode internasional bagi pemandu atau kapten kapal bahwa kamu membutuhkan bantuan. Jangan melambaikan kedua tangan karena itu justru akan membuat tubuhmu tenggelam ke bawah.

5. Manfaatkan Daya Apung (Buoyancy)

Jika kamu merasa sangat lelah, berhentilah berenang dan fokuslah untuk mengapung.

  • Tindakan: Jika menggunakan pelampung, kembangkan maksimal. Jika tidak, telentangkan tubuh (posisi back float), busungkan dada, dan biarkan air menyangga tubuhmu. Mengapung akan menjaga kepalamu tetap di atas air tanpa mengeluarkan energi sedikit pun, sambil menunggu bantuan datang atau arus melemah.

Pesan Penting: Selalu snorkeling bersama teman (buddy system). Jika salah satu terkena arus, teman yang lain bisa segera mencari bantuan atau membantu menjaga ketenangan.


Logo Radio
🔴 Radio Live