Ceritra
Ceritra Cinta

Jangan Diabaikan! 5 Red Flag dalam LDR yang Menandakan Hubunganmu Tidak Sehat

Refa - Tuesday, 03 February 2026 | 02:30 PM

Background
Jangan Diabaikan! 5 Red Flag dalam LDR yang Menandakan Hubunganmu Tidak Sehat
Ilustrasi pasangan yang mencurigai pasangannya (Freepik/Freepik)

Menjalani hubungan jarak jauh atau LDR memang membutuhkan stok kesabaran dan kepercayaan yang lebih besar dari hubungan biasa. Namun, saking besarnya toleransi yang kita berikan, terkadang kita menjadi buta terhadap tanda-tanda peringatan yang muncul. Kita sering kali berlindung di balik kalimat, "Ah, mungkin dia cuma sibuk," padahal yang terjadi adalah munculnya sinyal bahaya atau yang populer disebut sebagai red flag.

Memahami red flag dalam LDR sangat krusial agar kita tidak terjebak dalam hubungan yang menguras energi tanpa masa depan yang jelas. Mengabaikan tanda-tanda ini hanya akan memperlama rasa sakit hati. Berikut adalah beberapa perilaku yang tidak boleh Anda anggap sepele saat menjalani hubungan jarak jauh.

Menghilang Tanpa Kabar secara Berulang (Ghosting Singkat)

Dalam LDR, komunikasi adalah satu-satunya "jembatan" yang menghubungkan dua orang. Jika pasangan sering menghilang selama berjam-jam atau bahkan berhari-hari tanpa alasan yang logis, ini adalah tanda bahaya utama.

Memang setiap orang punya kesibukan, namun dalam hubungan yang sehat, pasangan akan memberikan estimasi kapan dia bisa dihubungi kembali. Jika dia mendadak sulit dihubungi namun terlihat aktif di media sosial atau baru muncul hanya saat dia membutuhkan sesuatu, itu menunjukkan kurangnya rasa hormat terhadap waktu dan perasaan Anda.

Sikap Posesif yang Berlebihan dan Tidak Masuk Akal

Kebalikan dari menghilang, rasa cemburu yang berlebihan juga merupakan red flag yang serius. Karena tidak bisa melihat aktivitas Anda secara langsung, pasangan yang toxic mungkin akan menuntut akses penuh ke semua akun media sosial, memaksa Anda melakukan video call setiap saat untuk membuktikan keberadaan Anda, atau melarang Anda berteman dengan siapa pun.

LDR seharusnya dibangun di atas fondasi kepercayaan, bukan pengawasan ketat layaknya tahanan. Jika Anda merasa harus selalu "melapor" dan merasa takut jika tidak memegang ponsel, itu adalah tanda bahwa hubungan tersebut sudah tidak sehat.

Menolak Membahas Rencana Masa Depan (End Date)

LDR yang sehat adalah LDR yang memiliki tujuan akhir: kapan jarak ini akan berakhir dan bagaimana kalian akan hidup bersama. Jika setiap kali Anda mencoba membahas rencana pertemuan atau langkah serius ke depan dia selalu menghindar, mengganti topik, atau menjawab dengan kalimat mengambang seperti "Jalani saja dulu," Anda perlu waspada.

Tanpa adanya rencana yang nyata, LDR hanyalah hubungan tanpa kepastian yang hanya akan membuang waktu dan emosi Anda. Pasangan yang serius akan sama semangatnya dengan Anda dalam menyusun strategi untuk segera bertemu atau bersatu.

Hanya Mau Berkomunikasi Sesuai Jadwal dan Keinginannya

Apakah hubungan kalian terasa satu arah? Misalnya, dia hanya mau mengangkat telepon saat dia sedang bosan, tetapi tidak pernah ada saat Anda sedang membutuhkan dukungan emosional. Atau mungkin dia hanya mau berkomunikasi di jam-jam tertentu yang sangat rahasia.

Ketidakterbukaan mengenai jadwal harian atau lingkungan sosialnya bisa menjadi indikasi adanya sesuatu yang disembunyikan. Dalam LDR, berbagi detail kecil tentang keseharian adalah cara membangun kedekatan. Jika dia terlalu tertutup, bisa jadi Anda bukanlah prioritas dalam hidupnya.

Gaslighting dan Manipulasi Emosional

Saat Anda mengungkapkan rasa tidak nyaman atau kecurigaan yang berdasar, dia justru membuat Anda merasa bersalah. Kalimat seperti, "Kamu terlalu sensitif," atau "Kamu tidak percaya padaku setelah semua yang aku lakukan?" adalah bentuk gaslighting.

Teknik manipulasi ini bertujuan untuk membuat Anda meragukan insting diri sendiri. Dalam hubungan jarak jauh, karena kita tidak bisa melihat ekspresi wajah dan bahasa tubuh secara langsung, manipulasi verbal seperti ini menjadi lebih mudah dilakukan dan sangat merusak kesehatan mental.

Penutup: Percayalah pada Insting Anda

Cinta dalam LDR memang butuh perjuangan, tapi tidak seharusnya membuat Anda merasa rendah diri, cemas terus-menerus, atau merasa sendirian. Jika Anda menemukan satu atau lebih tanda di atas, jangan ragu untuk mengambil jarak dan mengevaluasi kembali hubungan tersebut.

Bertahan dalam hubungan yang dipenuhi red flag hanya karena merasa "sayang waktunya sudah lama LDR" adalah jebakan sunk cost fallacy. Anda berhak mendapatkan pasangan yang menghargai keberadaan Anda, meskipun terpisah ribuan kilometer.

Logo Radio
🔴 Radio Live