Jangan Asal Ngomel! Gunakan Teknik HALT Agar Kritikmu Diterima dengan Tangan Terbuka
Refa - Wednesday, 11 February 2026 | 04:00 PM


Memberi masukan atau kritik ke pasangan memang sering kali seperti berjalan di atas kulit telur. Kalau salah bicara, niat baik untuk memperbaiki hubungan malah bisa berubah jadi perang dunia ketiga karena pasangan merasa diserang secara personal. Di tahun 2026, komunikasi yang sehat makin dihargai sebagai kunci hubungan yang awet, dan teknik penyampaiannya kini lebih fokus pada empati.
Supaya kritikmu bisa diterima dengan tangan terbuka tanpa membuat egonya terluka, coba praktikkan beberapa strategi berikut ini.
1. Gunakan Teknik 'I-Statement'
Jangan memulai kalimat dengan kata "Kamu selalu..." atau "Kamu harusnya...". Kalimat yang dimulai dengan kata "Kamu" cenderung terdengar seperti tuduhan yang memicu lawan bicara untuk langsung memasang mode bertahan (defensive).
Gantilah dengan fokus pada perasaanmu sendiri. Contohnya:
- Salah: "Kamu berisik banget sih kalau lagi teleponan, aku jadi nggak fokus kerja!"
- Benar: "Aku merasa agak sulit fokus kerja kalau suasana di sekitar agak ramai, boleh nggak ya minta tolong kecilkan suaranya sebentar?"
2. Pilih Waktu dan Tempat yang Tepat (HALT)
Jangan pernah memberi kritik saat salah satu dari kalian sedang dalam kondisi HALT (Hungry, Angry, Lonely, Tired). Saat lapar atau lelah, kapasitas otak untuk mengolah emosi jadi menurun drastis. Cari momen saat suasana sedang tenang dan santai, misalnya saat sedang minum teh sore atau jalan-jalan santai. Kritik yang disampaikan di depan umum atau di depan keluarga juga adalah cara tercepat untuk menjatuhkan harga dirinya.
3. Fokus pada Perilaku, Bukan Karakter
Ini adalah kunci agar egonya tidak terluka. Kritiklah apa yang dia lakukan, bukan siapa dia. Jangan melabeli pasangan dengan sifat tertentu yang permanen.
- Serangan Karakter: "Kamu itu orangnya memang teledor dan nggak tanggung jawab."
- Kritik Perilaku: "Aku perhatikan kunci motor sering tertinggal di pintu luar. Aku khawatir kalau nanti motor kita hilang."
4. Gunakan Metode 'Sandwich' (Puji-Kritik-Puji)
Bungkus masukanmu di antara dua apresiasi yang tulus. Ini membantu pasangan merasa bahwa dia tetap dihargai meskipun ada hal yang perlu diperbaiki.
- Puji: "Aku senang banget dan terbantu tiap kamu inisiatif bantu cuci piring habis makan."
- Kritik: "Tapi boleh nggak kalau sisa makanannya dibuang ke tempat sampah dulu supaya wastafelnya nggak mampet?"
- Puji: "Makasih ya sayang sudah mau dengerin, aku makin nyaman deh masak di dapur."
5. Tawarkan Solusi, Bukan Sekadar Keluhan
Memberi kritik tanpa solusi hanya akan terdengar seperti omelan. Pasangan akan lebih mudah menerima masukan kalau kamu juga bersedia membantu atau memberikan jalan keluar yang adil bagi kedua belah pihak. Tanyakan juga pendapatnya, misalnya: "Kira-kira menurutmu gimana baiknya supaya kita berdua sama-sama nyaman?"
Next News

Jauhkan HP-mu! Coba 7 Obrolan Mendalam Ini Agar Hubungan Makin Erat
3 hours ago

5 Aplikasi Shared Planner Terbaik untuk Pasangan Sibuk
5 hours ago

Rahasia Tetap Mesra Meski Terpisah Ribuan Kilometer
6 hours ago

Tindakan Kecil yang Diam-diam Merusak Kepercayaan dalam Hubungan
7 hours ago

9 Tanda Pasangan Abusive dan Cara Keluar dari Jeratan Hubungan Beracun
11 hours ago

Fenomena Soft Launch Pacar Baru Ala Gen Z di Media Sosial
13 hours ago

Mengapa Gen Z Memilih Hardballing untuk Mencari Cinta
14 hours ago

Bahaya Silent Treatment Siksaan Bisu yang Merusak Hubungan Secara Perlahan
2 days ago

Mengenal Bahaya Gaslighting Manipulasi Halus yang Membuat Korban Merasa Gila
2 days ago

6 Cara Ampuh Move On dari Cinta Tak Berbalas Agar Hati Kembali Bahagia
2 days ago






