6 Cara Ampuh Move On dari Cinta Tak Berbalas Agar Hati Kembali Bahagia
Nisrina - Monday, 09 February 2026 | 08:15 PM


Jatuh cinta adalah sebuah perasaan yang magis dan membahagiakan. Namun cerita manis itu bisa berubah menjadi mimpi buruk ketika perasaan yang kita miliki ternyata tidak berbalas atau bertepuk sebelah tangan. Mengalami penolakan atau mencintai seseorang yang tidak mencintai kita kembali adalah salah satu bentuk patah hati yang paling menyakitkan dalam hidup manusia.
Rasa sakit ini sering kali membuat seseorang terjebak dalam kesedihan yang berlarut larut. Kita sering bertanya tanya apa yang salah dengan diri kita atau berharap suatu hari nanti dia akan berubah pikiran. Padahal harapan semu itulah yang justru membunuh kebahagiaan kita secara perlahan. Move on atau bangkit dari keterpurukan ini bukanlah hal yang mudah namun sangat mungkin dilakukan. Jika saat ini Anda sedang berada di fase galau karena cinta yang tak sampai jangan khawatir. Anda tidak sendirian.
Izinkan Diri Anda Merasakan Kesedihan
Langkah pertama dan yang paling penting dalam proses penyembuhan adalah penerimaan. Sering kali kita berusaha terlihat kuat di depan orang lain dan menyangkal bahwa kita sedang terluka. Padahal memendam emosi negatif justru akan menjadi bom waktu yang bisa meledak kapan saja dan merusak kesehatan mental.
Berikan waktu bagi diri Anda untuk bersedih. Menangislah jika ingin menangis. Kecewa marah atau merasa hancur adalah respons yang sangat manusiawi. Validasi perasaan Anda sendiri. Katakan pada diri sendiri bahwa tidak apa apa untuk merasa tidak baik baik saja saat ini.
Fase berkabung ini penting untuk mengeluarkan racun emosional dari dalam hati. Jangan terburu buru untuk langsung ceria kembali. Sama seperti luka fisik luka batin juga membutuhkan waktu untuk kering dan sembuh. Dengan menerima rasa sakit itu Anda sebenarnya sedang memulai langkah pertama untuk melepaskannya.
Kurangi Interaksi dan Jaga Jarak Aman
Kekeliruan terbesar yang sering dilakukan orang saat mencoba move on adalah tetap menjalin komunikasi yang intens dengan si dia. Alasannya klasik yaitu ingin tetap berteman. Namun pada kenyataannya "berteman" dengan orang yang kita cintai tapi tidak mencintai kita adalah bentuk penyiksaan diri sendiri yang halus.
Anda perlu menerapkan batasan yang tegas atau boundaries. Kurangi frekuensi bertemu atau berkirim pesan. Jika perlu lakukan detoks media sosial. Berhenti memantau atau stalking akun Instagram atau status WhatsApp miliknya.
Melihat aktivitasnya setiap hari hanya akan memicu kenangan dan membuat luka yang mulai kering kembali basah. Ingatlah pepatah lama yang mengatakan jauh di mata jauh di hati. Dengan membatasi paparan informasi tentang dia otak Anda perlahan lahan akan berhenti memproduksi hormon keterikatan dan mulai terbiasa dengan ketidakhadirannya.
Berhenti Mengagungkan Sosoknya
Cinta sering kali membuat kita buta. Saat kita jatuh cinta pada seseorang kita cenderung melihatnya sebagai sosok yang sempurna tanpa cela. Kita menempatkan dia di atas pedestal atau panggung yang tinggi seolah olah dia adalah manusia terbaik di dunia yang tidak tergantikan.
Inilah saatnya untuk melakukan pemeriksaan realitas atau reality check. Sadarilah bahwa dia hanyalah manusia biasa yang juga memiliki kekurangan. Dia mungkin egois dia mungkin tidak peka atau sifat sifat buruk lainnya yang selama ini Anda abaikan karena tertutup kabut asmara.
Cobalah untuk melihat dia secara objektif. Tuliskan daftar sifat atau perilakunya yang sebenarnya tidak cocok dengan Anda. Dengan berhenti mengidolakannya Anda akan menyadari bahwa kehilangan dia bukanlah akhir dari dunia. Anda berhak mendapatkan seseorang yang memandang Anda sama istimewanya dengan Anda memandang mereka.
Alihkan Fokus untuk Mencintai Diri Sendiri
Energi yang selama ini habis terkuras untuk memikirkan dia sebaiknya dialihkan untuk investasi ke diri sendiri. Ini adalah momen terbaik untuk melakukan glow up baik secara fisik maupun mental. Ingatlah kembali hobi atau passion yang mungkin sempat terbengkalai karena Anda sibuk mengejar cinta.
Daftarkan diri Anda ke kelas olahraga baru cobalah resep masakan yang belum pernah dibuat atau rencanakan perjalanan solo ke tempat impian. Manjakan diri dengan perawatan tubuh membaca buku pengembangan diri atau meniti karir dengan lebih serius.
Ketika Anda sibuk memperbaiki kualitas diri rasa percaya diri yang sempat hancur karena penolakan akan tumbuh kembali. Anda akan menyadari bahwa nilai diri Anda tidak ditentukan oleh penerimaan satu orang saja. Kebahagiaan sejati berasal dari dalam diri sendiri bukan dari validasi orang lain.
Buka Hati Secara Perlahan untuk Orang Baru
Trauma akibat penolakan sering kali membuat seseorang menutup hati rapat rapat. Ada ketakutan bahwa jika jatuh cinta lagi kita akan terluka lagi. Namun menutup diri selamanya bukanlah solusi.
Setelah Anda merasa cukup pulih cobalah untuk membuka diri terhadap pergaulan baru. Ini bukan berarti Anda harus segera mencari pacar pengganti atau pelarian. Cukup perluas lingkaran sosial Anda. Bertemu dengan orang orang baru akan memberikan perspektif segar bahwa dunia ini luas dan masih banyak orang baik di luar sana.
Siapa tahu di antara teman teman baru tersebut ada seseorang yang benar benar menghargai dan mencintai Anda dengan tulus. Jangan biarkan satu pengalaman buruk menghalangi Anda untuk menemukan kebahagiaan sejati di masa depan.
Sabar Adalah Kunci Utama
Proses move on bukanlah garis lurus. Ada hari di mana Anda merasa sangat kuat dan bahagia namun ada hari lain di mana Anda tiba tiba teringat dia dan merasa sedih kembali. Hal itu sangat wajar dan bagian dari proses.
Jangan menghukum diri sendiri jika Anda merasa kemajuan Anda lambat. Setiap orang memiliki tempo penyembuhan yang berbeda beda. Bersabarlah dengan diri sendiri. Rayakan setiap kemajuan kecil yang Anda buat. Misalnya hari ini Anda berhasil tidak mengecek profil media sosialnya itu adalah sebuah kemenangan.
Cinta yang tak berbalas memang menyakitkan tetapi itu juga merupakan pelajaran berharga tentang kedewasaan. Pengalaman ini mengajarkan kita untuk lebih selektif lebih mencintai diri sendiri dan lebih menghargai orang yang benar benar ada untuk kita. Percayalah waktu adalah obat terbaik dan suatu hari nanti Anda akan bersyukur karena telah melepaskan apa yang bukan takdir Anda demi menyambut apa yang memang ditakdirkan untuk Anda.
Next News

Cara Mendukung Pasangan yang Sedang Burnout
3 hours ago

Mengapa Cinta Saja Tidak Cukup untuk Menikah di Era Modern
2 days ago

Alasan Pacaran Lama Tidak Menjamin Siap ke Pelaminan
2 days ago

Cara Menghadapi Pasangan yang Insecure pada Teman Lawan Jenis
4 days ago

Teman atau Lebih? Inilah Cara Menetapkan Batasan Agar Hubungan Bebas Drama
4 days ago

Canggung Setelah Nembak? Inilah Cara Menjaga Batasan Agar Hubungan Tetap Baik
4 days ago

Ingin Hubungan Awet? Lakukan 5 Ritual Ini untuk Memperkuat Ikatan Batin
5 days ago

Dia Acts of Service, Kamu Physical Touch? Lakukan 5 Hal Ini Agar Hubungan Tetap Harmonis
5 days ago

Love Language Bisa Bergeser Seiring Waktu, Ini Tanda-Tandanya
5 days ago

Pelan-Pelan Percaya Lagi: Strategi Menghadapi Relationship Anxiety
4 days ago






