Ceritra
Ceritra Update

Hobi Kuliner Tapi Sering Sakit? Cek Cara Makanmu Sekarang

Shannon - Thursday, 18 June 2026 | 02:40 PM

Background
Hobi Kuliner Tapi Sering Sakit? Cek Cara Makanmu Sekarang
Ilustrasi perempuan sedang makan (Shutterstock/)

Duh, Stop Makan Kayak Orang Kesurupan: Kebiasaan Makan yang Diam-diam Bikin Tubuh 'Boncos'

Mari kita jujur satu sama lain. Di zaman yang serba cepat ini, urusan perut seringkali jadi urutan kesekian setelah deadline kerjaan atau marathon serial di Netflix. Kita sering merasa bangga dengan label "foodie" atau hobi "hunting kuliner," tapi seringkali kita lupa bahwa cara kita memperlakukan makanan itu sendiri sebenarnya agak kacau. Makan bukan cuma soal memasukkan benda asing ke dalam lubang di bawah hidung, tapi soal bagaimana tubuh kita memprosesnya jadi energi, bukan jadi penyakit.

Kadang kita merasa sudah makan makanan sehat—salad dikit lah, atau ngurangi gorengan dikit—tapi kok badan tetap merasa berat, perut sering kembung, atau malah gampang ngantuk pas lagi jam kerja? Nah, bisa jadi masalahnya bukan pada "apa" yang kamu makan, tapi "bagaimana" kebiasaan makanmu selama ini. Yuk, kita obrolin beberapa kebiasaan makan yang harus segera dipensiunkan sebelum tubuhmu melakukan demo besar-besaran.

1. Makan Kayak Lagi Lomba 17-an (Terburu-buru)

Siapa di sini yang kalau makan durasinya cuma butuh lima menit? Seolah-olah ada debt collector yang nungguin di depan pintu atau takut makanannya dicuri kucing. Makan terlalu cepat adalah musuh nomor satu pencernaan. Masalahnya, otak kita itu agak "lelet" buat sadar kalau perut sudah kenyang. Butuh waktu sekitar 20 menit bagi hormon kenyang buat sampai ke otak dan bilang, "Woy, stop, udah penuh!"

Kalau kamu makan secepat kilat, otak belum sempat kasih sinyal kenyang, tapi nasi padang seporsi sudah ludes. Akhirnya, kamu merasa belum kenyang dan nambah lagi. Efeknya? Begah, ngantuk luar biasa (food coma), dan lama-lama perut jadi makin 'offside'. Cobalah buat lebih santai. Nikmati tekstur ayamnya, rasain bumbunya. Makan itu ibadah, bukan balapan F1.

2. Makan Sambil Scrolling TikTok atau Nonton Series

Ini nih kebiasaan sejuta umat manusia modern. Rasanya ada yang kurang kalau makan nggak sambil nonton sesuatu. Istilah kerennya "mindless eating." Padahal, ketika perhatianmu terpecah antara sendok dan layar HP, tubuhmu jadi nggak fokus memproses makanan. Kamu jadi nggak sadar sudah habis berapa banyak.

Pernah nggak, lagi asyik nonton drakor sambil makan keripik, tiba-tiba tanganmu ngeraba dasar bungkusnya dan ternyata sudah habis? Padahal rasanya baru makan tiga keping. Itu tandanya kamu nggak sadar dengan apa yang masuk ke tubuh. Selain bikin makan jadi berlebihan, kebiasaan ini juga bikin kita nggak menikmati rasa makanan yang sebenarnya. Cobalah sesekali "dating" sama makananmu sendiri tanpa gangguan gadget. Rasanya bakal beda, serius deh.

3. Ritual Midnight Snack yang Kebablasan

Ada sensasi magis memang kalau makan mie instan pakai telur di jam satu pagi sambil dengerin suara jangkrik. Tapi, tubuh kita punya jam biologis yang disebut ritme sirkadian. Saat malam hari, organ pencernaan kita itu ibaratnya lagi mode "standby" atau istirahat. Kalau kamu paksa mereka kerja keras mengolah makanan berat di jam-jam tidur, jangan kaget kalau besok paginya kamu merasa capek banget atau malah kena asam lambung (GERD).

Makan berat sebelum tidur bikin kualitas tidur kita terjun bebas. Tubuh yang harusnya fokus recovery sel-sel yang rusak, malah sibuk ngurusin gorengan yang kamu makan jam 12 malam tadi. Kalau memang lapar banget, carilah camilan ringan kayak buah atau segelas susu hangat, jangan langsung sikat nasi goreng gila depan kompleks.

4. Menjadikan Makanan Sebagai Pelarian Emosi (Emotional Eating)

Lagi sedih karena putus cinta? Makan seblak level 10. Lagi stres kerjaan numpuk? Pesan boba tiga gelas. Lagi gabut? Buka aplikasi ojek online terus scrolling menu promo. Memang benar kalau makanan enak bisa bikin mood naik karena ada hormon dopamin yang lepas. Tapi kalau setiap ada masalah pelariannya selalu ke makanan, ini bahaya.

Makanan nggak akan bisa menyelesaikan masalah kantormu atau bikin mantanmu balik lagi. Yang ada malah lingkar pinggang makin lebar dan dompet makin tipis. Belajarlah buat membedakan mana lapar fisik (perut keroncongan) dan mana lapar emosional (cuma pengen ngunyah karena bosen atau stres). Kalau cuma stres, mending jalan kaki sebentar atau dengerin musik, jangan langsung cari martabak manis.

5. Sering Skip Sarapan atau Jam Makan yang Berantakan

Banyak orang berpikir kalau melewatkan sarapan itu cara ampuh buat diet. Faktanya? Biasanya orang yang skip sarapan bakal "balas dendam" di jam makan siang dengan porsi yang dua kali lipat lebih brutal. Jam makan yang nggak teratur bikin metabolisme tubuh jadi bingung. Ibarat kantor yang jam kerjanya nggak jelas, karyawannya (organ tubuhmu) pasti bakal stres dan kerjanya nggak maksimal.

Konsistensi itu kunci. Kalau tubuh sudah terbiasa makan di jam tertentu, ia bakal lebih siap memproduksi enzim pencernaan di jam-jam tersebut. Jadi, jangan biarkan perutmu nungguin kepastian kapan dia bakal diisi, nanti dia baper dan malah bikin asam lambung naik.

6. Kurang Minum Air Putih tapi Hobi Minum yang Manis-manis

Banyak orang salah mengira rasa haus sebagai rasa lapar. Akhirnya, bukannya minum, malah cari camilan. Yang lebih parah lagi, kita sering mengonsumsi "kalori cair"—minuman kekinian yang gulanya bisa buat stok seminggu. Kebiasaan mengabaikan air putih dan lebih milih teh manis atau kopi susu setiap saat adalah jalan tol menuju masalah kesehatan jangka panjang.

Air putih itu oli bagi tubuh kita. Tanpa air yang cukup, proses metabolisme bakal seret. Jadi, pastikan selalu ada botol minum di sampingmu. Kalau merasa lapar padahal baru satu jam yang lalu makan, coba minum air putih dulu satu gelas besar. Siapa tahu kamu cuma haus, bukan lapar beneran.

Mengubah kebiasaan emang nggak semudah membalikkan telapak tangan, apalagi kalau lingkungannya nggak mendukung. Tapi, kesehatan itu investasi jangka panjang yang nggak bisa dibeli pakai sistem paylater. Kita nggak perlu langsung berubah jadi orang suci yang cuma makan rebus-rebusan. Cukup mulai dengan lebih sadar saat makan, kunyah pelan-pelan, dan tahu kapan harus berhenti. Tubuhmu adalah satu-satunya rumah yang kamu miliki seumur hidup, jadi jangan dibikin berantakan cuma gara-gara kebiasaan makan yang ngawur, ya!

Logo Radio
🔴 Radio Live