Ceritra
Ceritra Warga

Cara Menghitung Kebutuhan Kalori Sendiri Tanpa Bantuan Ahli Gizi

Nisrina - Tuesday, 03 March 2026 | 05:15 PM

Background
Cara Menghitung Kebutuhan Kalori Sendiri Tanpa Bantuan Ahli Gizi
Ilustrasi (healthyweightcolorado.com/)

Pernah nggak sih lo ngerasa dihantui rasa bersalah tiap kali mau nyomot gorengan di pinggir jalan? Atau pas lagi asyik-asyiknya makan nasi padang pakai kuah kental, tiba-tiba kepikiran, "Ini kalau diubah jadi lari, harus berapa kilometer ya biar impas?" Kita semua pernah ada di posisi itu. Obsesi pengen punya badan ideal seringkali bikin kita parnoan sama yang namanya kalori. Masalahnya, nggak semua orang punya budget lebih buat sewa ahli gizi pribadi atau personal trainer yang galaknya ngalahin dosen pembimbing.

Banyak yang bilang, ngitung kalori itu ribet dan cuma bisa dilakukan oleh mereka yang punya gelar sarjana gizi. Padahal, kalau lo tahu rumusnya, ngitung kebutuhan kalori itu nggak sesusah ngerjain soal kalkulus pas SMA. Lo nggak butuh timbangan laboratorium buat tahu berapa asupan yang masuk. Yang lo butuhin cuma kejujuran sama diri sendiri dan sedikit bantuan matematika dasar.

Memahami BMR: Biaya Hidup Tubuh Lo

Sebelum kita terjun ke hitungan yang bikin dahi berkerut, lo harus kenal dulu sama yang namanya BMR atau Basal Metabolic Rate. Gampangnya gini, bayangin tubuh lo itu kayak smartphone. Meskipun lo nggak pakai buat main game atau scrolling TikTok, baterainya tetep berkurang kan? Nah, BMR itu adalah energi yang dibakar tubuh lo buat sekadar bertahan hidup: buat bernapas, mompa darah, sampai mikirin mantan yang udah bahagia sama orang lain.

Ada banyak rumus buat ngitung BMR, tapi yang paling sering dipakai dan dianggap paling akurat saat ini adalah Rumus Mifflin-St Jeor. Rumusnya sedikit beda antara cowok dan cewek, karena ya, secara biologis massa otot kita beda. Buat cowok: (10 x berat badan dalam kg) + (6,25 x tinggi badan dalam cm) - (5 x usia) + 5. Sedangkan buat cewek: (10 x berat badan dalam kg) + (6,25 x tinggi badan dalam cm) - (5 x usia) - 161.

Gampang kan? Coba ambil kalkulator sekarang. Kalau hasilnya misalnya 1.500 kalori, artinya kalau lo seharian cuma rebahan doang di kasur kayak seblak, tubuh lo tetep butuh 1.500 kalori biar organ dalam nggak mogok kerja. Jadi, jangan pernah terpikir buat diet ekstrem yang makan cuma 500 kalori sehari. Itu namanya nyiksa diri, bukan diet.

TDEE: Faktor 'Gerak' yang Sering Dilupakan

Setelah lo dapet angka BMR, jangan langsung dipakai buat patokan makan. Ingat, lo kan nggak hidup cuma buat tidur. Lo jalan ke parkiran, naik tangga kantor, atau mungkin lari dari kenyataan. Semua aktivitas itu butuh energi tambahan. Di sinilah kita butuh angka TDEE atau Total Daily Energy Expenditure.

TDEE ini didapat dari hasil BMR tadi dikalikan dengan level aktivitas lo. Jujur deh sama diri sendiri di sini. Kalau kerjaan lo cuma duduk depan laptop 8 jam terus pulangnya main game, jangan ngaku-ngaku aktif. Berikut pengalinya:

  • Sedentary (jarang olahraga): BMR x 1,2
  • Lightly active (olahraga ringan 1-3 hari seminggu): BMR x 1,375
  • Moderately active (olahraga intens 3-5 hari seminggu): BMR x 1,55
  • Very active (olahraga berat tiap hari): BMR x 1,725

Misalnya, BMR lo 1.500 dan lo termasuk kaum rebahan yang cuma jalan kaki ke tukang bakso depan komplek, berarti 1.500 x 1,2 = 1.800 kalori. Angka 1.800 inilah yang jadi "jangkar" lo. Kalau lo makan persis segitu, berat badan lo bakal stag alias jalan di tempat.

Strategi Defisit dan Surplus: Mainin Angkanya

Nah, sekarang bagian serunya. Kalau tujuan lo pengen nurunin berat badan (fat loss), lo harus bikin "defisit". Teori jadul bilang potong 500 kalori dari TDEE lo. Tapi jujurly, motong 500 kalori itu berat banget, bisa-bisa lo jadi cranky dan gampang marah sama hal sepele. Mulai aja dengan potong 200-300 kalori dulu. Pelan tapi pasti lebih baik daripada semangat di awal tapi cuma bertahan tiga hari.

Sebaliknya, kalau lo tipe orang yang pengen naikin berat badan atau nambah massa otot (bulking), lo harus "surplus". Tambahin 200-500 kalori dari angka TDEE lo. Tapi ingat, tambahinnya pakai makanan beneran, bukan asal makan gorengan atau martabak manis tiap malam. Lo pengen nambah otot, bukan nambah koleksi kolesterol.

Opini pribadi gue, banyak orang gagal diet bukan karena mereka nggak tahu cara ngitung kalori, tapi karena mereka terlalu kaku sama angka. Kalori itu estimasi, bukan hukum alam yang absolut. Isi piring lo tetap harus bergizi seimbang. Nggak lucu kan kalau jatah kalori lo 1.800, tapi lo habisin cuma buat makan donat dua biji terus seharian kelaparan?

Jangan Jadi Budak Angka

Menghitung kalori sendiri itu memberikan kita kendali. Kita jadi sadar kalau kopi kekinian yang kita minum tiap sore itu kalorinya hampir sama kayak makan siang lengkap. Kesadaran ini penting supaya kita nggak "merasa" udah makan dikit tapi berat badan nggak turun-turun. Padahal mah, ngemilnya yang nggak kehitung.

Tapi, ada satu hal yang perlu lo ingat: jangan sampai hitung-hitungan ini bikin lo stres. Hidup udah berat, jangan ditambah beban harus nimbang tiap butir nasi. Pakai feeling kalau lo lagi makan di luar. Misalnya, kalau makan ayam bakar, ya kira-kira aja ukurannya segimana. Lama-lama insting lo bakal terasah kok.

Menghitung kebutuhan kalori secara mandiri itu tentang mengenal tubuh lo lebih dekat. Setiap orang punya metabolisme yang unik. Apa yang berhasil di teman lo, belum tentu sama hasilnya di lo. Jadikan angka-angka tadi sebagai panduan awal, lalu evaluasi setelah dua minggu. Kalau berat badan turun terlalu drastis, mungkin lo terlalu dikit makan. Kalau nggak berubah, mungkin lo masih terlalu banyak jajan "hidden calories" kayak kerupuk atau saus sambal botolan.

Intinya, sehat itu nggak harus mahal dan nggak harus ribet. Dengan modal kalkulator di HP dan kejujuran buat mengakui seberapa malasnya lo bergerak, lo udah bisa mengatur pola makan yang jauh lebih baik daripada cuma ikut-ikutan tren diet artis yang belum tentu cocok buat kaum mendang-mending kayak kita. Semangat ngitung, dan jangan lupa bahagia, karena stres juga bisa bikin metabolisme kacau!

Tags

Logo Radio
🔴 Radio Live