Bahaya Sering Minum Air Es Saat Sahur yang Jarang Diketahui
Refa - Thursday, 05 March 2026 | 11:00 AM


Dilema Segarnya Es Saat Sahur: Kenapa Siangnya Malah Bikin Perut Begah Nggak Karuan?
Bayangkan, jam menunjukkan pukul setengah empat pagi. Mata masih berat, nyawa belum terkumpul sepenuhnya, tapi perut harus segera diisi karena azan Subuh tinggal menghitung menit. Di tengah kepungan nasi hangat, rendang sisa semalam, atau mie instan andalan, ada satu godaan yang sulit banget buat ditolak: air es di dalam kulkas. Rasanya, meneguk air dingin saat sahur itu kayak dapet booster instan buat ngusir kantuk. Segar, nyelekit di tenggorokan, dan seolah-olah bisa jadi cadangan "dingin" biar nanti siang nggak kepanasan.
Tapi, pernah nggak sih kalian ngerasa setelah nekat minum es pas sahur, eh, pas jam sepuluh atau sebelas siang perut malah rasanya nggak enak? Bukan lapar, tapi kembung, penuh, atau dalam bahasa kerennya, begah. Padahal makan nggak seberapa banyak, tapi rasanya kayak habis nelan balon gas. Nah, ini dia masalahnya. Ternyata, kebiasaan balas dendam dengan air es saat sahur itu punya konsekuensi yang nggak sesegar rasanya.
Kejutan Budaya buat Lambung
Secara ilmiah, tubuh kita itu punya suhu internal yang stabil, sekitar 36 sampai 37 derajat Celcius. Nah, lambung kita ini ibarat mesin yang lagi kerja keras mengolah makanan berat yang baru saja kita masukkan saat sahur. Tiba-tiba, di tengah proses penggilingan itu, kita guyur dengan air es yang suhunya bisa di bawah 5 derajat Celcius. Apa yang terjadi? Lambung kaget, Bestie!
Istilah medisnya ada sangkut pautnya dengan vasokonstriksi, alias penyempitan pembuluh darah. Saat suhu dingin ekstrem masuk ke perut, pembuluh darah di sekitar lambung bakal mengkerut. Padahal, lambung butuh aliran darah yang lancar buat mencerna nasi goreng atau ayam goreng yang barusan kita makan. Karena pembuluh darah menyempit, proses pencernaan jadi melambat secara drastis. Makanan yang harusnya cepat diproses malah ngetem lebih lama di perut. Inilah yang memicu rasa begah dan penuh yang nggak nyaman itu.
Lemak yang Membeku dan Kerja Ekstra
Pernah lihat kuah bakso yang didiamkan sampai dingin terus muncul lapisan putih di atasnya? Nah, bayangkan hal serupa terjadi di dalam perutmu, meskipun nggak seekstrem itu ya. Makanan sahur kita orang Indonesia biasanya nggak jauh-jauh dari yang namanya minyak, santan, atau lemak. Begitu air es masuk, lemak-lemak dari makanan ini cenderung jadi lebih padat atau menggumpal.
Kondisi ini bikin enzim-enzim pencernaan harus kerja lembur bagai kuda buat memecah lemak tersebut. Alih-alih energi kita dipakai buat beraktivitas di siang hari, energi tubuh malah habis cuma buat urusan pemanasan kembali suhu di dalam lambung agar proses pencernaan bisa jalan lagi. Nggak heran kalau habis sahur minum es, siangnya kita malah ngerasa lemas bin ngantuk parah. Perut sibuk berantem sama suhu dingin, otaknya jadi kurang suplai oksigen.
Gas yang Muncul Tanpa Diundang
Masalah lain yang bikin perut begah adalah udara. Biasanya, kalau kita minum air dingin, kita cenderung meminumnya dengan cepat atau terburu-buru karena efek segarnya. Secara nggak sadar, banyak udara yang ikut tertelan (aerofagia). Selain itu, perubahan suhu yang drastis di perut bisa merangsang produksi gas berlebih di saluran pencernaan.
Kalau gas sudah kumpul di perut dan pencernaan lagi lambat gara-gara air es tadi, ya sudah, lengkap sudah penderitaanmu. Perut bakal terasa kencang, sering sendawa, atau malah bikin mual di siang hari. Jujurly, rasa begah ini jauh lebih menyiksa daripada rasa haus itu sendiri. Mau duduk salah, mau rebahan di kantor juga nggak enak dilihat bos.
Lalu, Harus Minum Apa Dong?
Mungkin banyak yang mikir, "Ah, lebay banget, gue biasanya juga nggak apa-apa." Ya, ketahanan tubuh setiap orang memang beda-beda. Ada yang lambungnya sekuat beton, ada yang kena es dikit langsung demo. Tapi secara umum, suhu air yang paling bersahabat buat sahur adalah air suhu ruang atau air hangat kuku.
Air hangat itu ibarat pelumas buat mesin pencernaan. Dia membantu melarutkan makanan lebih cepat, memperlebar pembuluh darah (vasodilatasi), dan bikin otot-otot perut lebih rileks. Kalau minum air hangat, perut rasanya lebih plong dan proses penyerapan nutrisi juga lebih maksimal. Jadi, cadangan energi buat menahan lapar sampai Magrib nanti jauh lebih aman.
Kesimpulan: Dinginkan Hati, Jangan Dinginkan Lambung
Memang susah banget nahan godaan air es, apalagi kalau cuaca lagi gerah-gerahnya meski di dini hari. Tapi, demi kenyamanan perut selama 13 jam ke depan, ada baiknya kita mulai ngerem kebiasaan ini. Sahur itu bukan cuma soal kenyang, tapi soal gimana kita menyiapkan tubuh buat bertahan hidup seharian.
Kalau memang pengen banget yang segar, cobalah minum air es di waktu berbuka saja (itu pun jangan langsung satu galon ya!). Pas sahur, jadikan air putih hangat atau teh hangat sebagai sahabat terbaikmu. Percayalah, perut yang tenang di siang hari itu jauh lebih berharga daripada kesegaran sesaat di waktu sahur yang ujung-ujungnya bikin begah. Jangan sampai ibadah atau kerjaanmu terganggu cuma gara-gara urusan suhu air, ya! Stay hydrated, tapi tetap pakai logika.
Next News

Rahasia Tetap Segar Saat Puasa di Musim Panas Indonesia
2 hours ago

Manfaat Tidur Tanpa Baju Bagi Kesehatan Reproduksi Pria Saat Ramadan
43 minutes ago

Benarkah Duduk Tegak 90 Derajat Bikin Tulang Sehat? Ini Faktanya
3 hours ago

Beda Net Worth dan Self Worth: Berhenti Mengukur Nilai Diri dari Saldo
in 7 hours

Jangan Beli Air Purifier Dulu! Tanaman Lidah Mertua Bisa Jadi Solusi Murah Buat Udara Ruang Kerja yang Sehat
4 hours ago

Pentingnya Journaling dan Evaluasi Diri Biar Hidup Nggak Stuck
in 5 hours

Mengenal Shadow Motivation: Bahaya Jadikan Luka Masa Lalu Sebagai Motivasi Sukses
in 4 hours

Mengenal Locus of Control: Berhenti Menyalahkan Keadaan dan Ambil Kendali
in 3 hours

Mengenal Fear of Success dan Alasan Kita Sering Sabotase Diri
in 2 hours

Strategi 10 Year Thinking Penyelamat Karier dari Badai PHK dan AI
in an hour






