Bukan Sekadar Bedak, Makeup Adalah Rekaman Sejarah
Zaza - Thursday, 17 September 2026 | 03:55 PM


Wajah Kita dari Masa ke Masa: Sebuah Dongeng Tentang Lipstik dan Alis
Pernah nggak sih kalian iseng bongkar album foto lama punya Ibu atau Tante? Terus kalian nemu foto mereka pas lagi zaman kuliah atau baru mulai kerja? Reaksi pertama biasanya pasti: "Gila, ini alis apa keris? Tipis banget!" atau "Itu eyeshadow biru kok pede banget ya dipakenya?". Nah, di situlah letak serunya. Makeup itu bukan cuma soal nutupin jerawat atau biar kelihatan seger, tapi dia itu semacam mesin waktu yang merekam jejak budaya, ekonomi, sampai teknologi di masanya.
Dunia kecantikan itu muternya kenceng banget. Apa yang hari ini dianggap keren, lima tahun lagi bisa jadi bahan tertawaan. Begitu juga sebaliknya. Yuk, kita bedah gimana transformasi wajah manusia dari generasi ke generasi, biar kita nggak cuma pinter pake concealer, tapi juga paham sejarah di balik polesan bedak kita.
Zaman Boomers dan Gen X: Era 'Go Big or Go Home'
Kalau kita ngomongin makeup tahun 80-an sampai awal 90-an, kuncinya satu: heboh. Generasi Boomers dan Gen X itu nggak kenal istilah no-makeup makeup look. Kalau mau dandan, ya harus kelihatan dandan. Bayangin aja, eyeshadow warna biru elektrik atau ungu metalik itu udah jadi menu wajib kalau mau kondangan atau sekadar jalan-jalan ke mal yang hits pada zamannya.
Lipstik merah menyala dengan tekstur yang super creamy juga jadi andalan. Nggak ada tuh ceritanya pakai lip tint tipis-tipis ala Korea. Belum lagi urusan rambut. Semakin tinggi sasakan rambut, semakin tinggi pula status sosialmu—setidaknya begitulah kelihatannya. Semprotan hairspray-nya bisa bikin lapisan ozon nangis saking tebalnya. Intinya, di era ini makeup adalah pernyataan diri yang keras dan berani. Mereka nggak takut jadi pusat perhatian.
Milenial: Dari Alis Sehelai Sampai Kontur ala Kardashian
Masuk ke era Milenial, ceritanya makin dramatis. Anak-anak yang tumbuh di awal 2000-an pasti inget gimana tren alis tipis yang dicabut sampai sisa sehelai itu merajalela. Gara-gara tren ini, banyak Kakak-kakak Milenial sekarang yang nyesel karena bulu alis mereka nggak mau tumbuh lagi. Maklum, dulu kiblatnya adalah bintang pop kayak Christina Aguilera atau Britney Spears.
Tapi plot twist terjadi di pertengahan 2010-an. Muncul yang namanya "Instagram Face". Gara-gara pengaruh klan Kardashian-Jenner, tiba-tiba semua orang pengen punya tulang pipi yang tajemnya bisa buat motong tempe. Kontur yang tebel banget, highlighter yang bisa dilihat dari luar angkasa, sampai lipstik matte yang bikin bibir kerasa kering kerontang tapi kelihatan penuh. Milenial adalah generasi transisi yang awalnya coba-coba, lalu jadi sangat teknis soal makeup. Mereka yang ngenalin kita sama teknik baking wajah yang ribetnya minta ampun tapi hasilnya emang flawless buat difoto.
Gen Z: Skincare First, Makeup Later
Nah, sekarang kita masuk ke wilayah Gen Z. Generasi ini punya pendekatan yang beda banget. Alih-alih nutupin muka pakai fondasi yang tebel banget (full coverage), mereka lebih milih skin tint yang ringan. Buat Gen Z, kulit yang sehat dan kelihatan "asli" itu jauh lebih keren daripada muka yang kayak pakai topeng. Istilahnya Clean Girl Aesthetic.
Lucunya, Gen Z ini sangat terobsesi sama kesehatan kulit. Mereka lebih milih beli serum ratusan ribu daripada beli palet eyeshadow warna-warni. Makeup mereka minimalis: alis yang disisir rapi pakai brow cara (biar kelihatan bushy atau lebat alami), blush on yang nyebrang dari pipi sampai hidung biar kelihatan kayak abis kena matahari (sun-kissed), dan lip gloss yang bikin bibir kelihatan basah terus.
Tapi jangan salah, Gen Z juga punya sisi liar. Lihat aja serial Euphoria. Berkat serial itu, Gen Z jadi berani eksperimen pakai payet, gliter, dan eyeliner warna-warni yang bentuknya aneh-aneh. Bedanya sama generasi dulu? Mereka ngelakuin itu buat ekspresi seni, bukan cuma biar cantik menurut standar konvensional.
Gen Alpha: Si Bocil yang Udah Paham Retinol
Yang paling baru dan agak bikin geleng-geleng kepala adalah Gen Alpha. Ini adalah anak-anak yang lahir setelah 2010. Belakangan viral istilah "Sephora Kids", yaitu anak-anak umur 10-12 tahun yang udah nongkrong di toko makeup mahal buat cari serum anti-aging. Padahal, kulit mereka masih kenceng banget tanpa perlu pake bahan kimia macem-macem.
Gen Alpha ini lahir di dunia yang udah fully digital. Mereka belajar dandan dari tutorial singkat di TikTok. Makeup buat mereka bukan lagi soal pendewasaan, tapi gaya hidup. Sedikit mengkhawatirkan memang kalau melihat anak SD udah paham apa itu salicylic acid, tapi ya itulah realitanya. Makeup sudah jadi konsumsi harian tanpa pandang umur.
Makeup Sebagai Cermin Zaman
Kalau kita tarik benang merahnya, perubahan tren makeup ini sebenarnya gambaran dari apa yang lagi terjadi di dunia. Zaman dulu makeup susah dicari dan pilihannya dikit, makanya gayanya seragam. Sekarang, dengan adanya e-commerce dan media sosial, pilihannya jadi tak terbatas. Kita bebas mau dandan ala tahun 20-an atau mau gaya futuristik sekalian.
Satu hal yang pasti, mau seaneh apapun tren makeup di masa depan, fungsinya tetap sama: memberikan rasa percaya diri. Entah itu alis kerisnya Gen X atau wajah "bening" ala Gen Z, semuanya sah-sah aja. Karena pada akhirnya, wajah kita adalah kanvas paling pribadi yang bebas kita lukis sesuka hati. Jadi, besok mau dandan gaya apa? Jangan lupa pakai sunscreen ya, biar nggak dimarahin Gen Z!
Next News

Mendengarkan Musik Saat Berkendara: Bikin Fokus atau Justru Bahaya?
3 days ago

Transformasi Artis: Tinggalkan Panggung Demi Kursi Politik
3 days ago

Waspada Bahaya Abu Vulkanik bagi Kesehatan dan Cat Mobil
4 days ago

Dari War Tiket ke OOTD: Rahasia Dibalik Ritual Konser Masa Kini
4 days ago

Mahalnya Harga di Balik Wajah yang "Nggak Pakai Apa-Apa"
4 days ago

Akademik vs Praktisi: Rahasia Memilih Sekolah yang Tepat
7 days ago

Alasan Kenapa Makanan Bioskop Lebih Mahal Daripada Tiket Film Yang Dijual
9 days ago

Kenapa Film Horor Selalu Laris di Indonesia? Membedah Fenomena Genre Paling Konsisten
9 days ago

Kenapa Abu Vulkanik Sangat Berbahaya Bagi Mesin Pesawat?
9 days ago

Kenapa Ada Orang Harus Dengar Musik Agar Bisa Konsentrasi?
17 days ago





