Ceritra
Ceritra Warga

Mendengarkan Musik Saat Berkendara: Bikin Fokus atau Justru Bahaya?

Fildzah - Tuesday, 15 September 2026 | 07:40 AM

Background
Mendengarkan Musik Saat Berkendara: Bikin Fokus atau Justru Bahaya?
Berkendara sambil mendengarkan musik (ridertua.com/ridertua.com)


Bagi banyak orang, mendengarkan musik sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari aktivitas berkendara sehari-hari. Baik saat menembus kemacetan kota maupun menempuh perjalanan jauh ke luar kota, alunan lagu favorit sering dijadikan teman setia di balik kemudi atau setang motor. Kebiasaan ini terasa begitu wajar sehingga jarang dipertanyakan, padahal di baliknya tersimpan perdebatan yang cukup menarik. Sebagian orang meyakini musik dapat membantu menjaga fokus dan suasana hati selama berkendara, sementara sebagian lain menilai kebiasaan ini justru berpotensi membahayakan keselamatan di jalan. Artikel ini akan mengulas kedua sisi tersebut secara berimbang.

Di satu sisi, musik memang memiliki manfaat yang tidak bisa diabaikan begitu saja. Mendengarkan lagu-lagu yang disukai dapat membantu menurunkan tingkat stres dan kecemasan, terutama ketika terjebak macet yang menguji kesabaran. Suasana hati yang lebih stabil ini turut membuat pengemudi lebih tenang, sehingga risiko emosi yang memicu perilaku ugal-ugalan di jalan bisa diminimalkan. Selain itu, musik dengan tempo sedang dipercaya dapat membantu menjaga kewaspadaan pengemudi selama perjalanan panjang yang cenderung monoton. Alunan musik juga berperan sebagai pengusir rasa bosan dan kantuk, dua faktor yang justru sering menjadi penyebab kecelakaan saat berkendara jarak jauh.

Namun di sisi lain, ada risiko nyata yang perlu diwaspadai. Musik dengan volume terlalu keras dapat mengurangi kepekaan pendengaran pengemudi terhadap suara-suara penting di jalan, seperti klakson, sirine ambulans, atau suara kendaraan lain yang mendekat. Penggunaan earphone atau headset, terutama saat mengendarai sepeda motor, dinilai lebih berisiko karena menutup akses pendengaran secara signifikan dari kedua telinga sekaligus. Belum lagi kebiasaan memilih lagu, mengatur volume, atau melewati lagu tertentu sambil menyetir, yang secara tidak sadar mengalihkan konsentrasi visual dan manual pengemudi dari jalan. Karena alasan inilah, di beberapa daerah sudah ada aturan lalu lintas yang secara tegas melarang penggunaan headset saat mengemudikan kendaraan bermotor.

Pada akhirnya, musik saat berkendara bukanlah hal yang sepenuhnya baik atau buruk—semuanya kembali pada cara penggunaannya. Beberapa langkah bijak bisa diterapkan, seperti menjaga volume pada level wajar, menghindari penggunaan earphone di kedua telinga khususnya saat mengendarai motor, serta menyiapkan playlist sebelum memulai perjalanan agar tidak perlu mengoperasikan ponsel di tengah jalan. Dengan begitu, kenyamanan mendengarkan musik tetap bisa dinikmati tanpa mengorbankan aspek keselamatan. Lantas, bagaimana dengan kamu sendiri? Apakah musik selama ini menjadi teman yang menenangkan, atau justru pernah membuatmu kurang waspada di jalan?

Logo Radio
🔴 Radio Live