

Salah satu ritual paling umum saat memasak mi instan kuah di Indonesia adalah membuang air rebusan pertama dan menggantinya dengan air panas baru dari termos. Alasannya seragam, takut akan lapisan lilin (wax) yang meleleh atau zat kimia berbahaya yang membuat air menjadi keruh.
Padahal, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan para ahli teknologi pangan sudah berkali-kali meluruskan hal ini. Ketakutan tersebut hanyalah mitos yang diwariskan turun-temurun tanpa dasar ilmiah.
Berikut adalah 3 fakta medis mengapa air rebusan mi instan sebenarnya aman, bahkan sayang jika dibuang:
1. Itu Bukan Lilin, Tapi Pati
Warna air rebusan yang keruh dan sedikit kental bukan disebabkan oleh lelehan lilin pelapis. Mi instan tidak dilapisi lilin agar awet, melainkan dikeringkan melalui proses penggorengan suhu tinggi (deep frying) hingga kadar airnya hilang.
Kekeruhan tersebut murni berasal dari Pati (karbohidrat) dan sedikit minyak yang terlepas dari mi saat terkena air mendidih. Sama halnya seperti saat Anda merebus kentang atau singkong, airnya pasti akan keruh. Jadi, air tersebut 100% aman dikonsumsi.
2. Gudangnya Vitamin Larut Air
Tahukah bahwa tepung terigu bahan baku mi di Indonesia wajib melalui proses fortifikasi (penambahan zat gizi)? Tepung tersebut diperkaya dengan Zat Besi, Seng (Zinc), Vitamin A, dan Asam Folat.
Sayangnya, sebagian vitamin ini (terutama Vitamin B kompleks dan Asam Folat) memiliki sifat larut dalam air. Saat mi direbus, vitamin-vitamin tersebut "luntur" dan berpindah ke air rebusan. Jika Anda membuang air rebusan pertama, Anda justru membuang sebagian besar vitamin yang seharusnya masuk ke tubuh Anda.
3. Kapan Sebaiknya Air Dibuang?
Meskipun aman dan mengandung vitamin, ada satu alasan logis jika tetap ingin membuangnya, yaitu mengurangi natrium dan lemak.
Bagi penderita hipertensi atau obesitas, membuang air rebusan pertama memang bisa sedikit mengurangi kadar lemak jenuh dan garam sisa adonan yang larut. Namun, alasannya haruslah demi diet rendah garam/lemak, bukan karena takut racun lilin. Jika kondisi kesehatan normal, menggunakan air rebusan tersebut justru dianjurkan agar rasa kuah lebih sedap (rich) dan vitaminnya terjaga.
Next News

Dukcapil Sebut Aquarius Paling Langka di Indonesia, Jumlahnya Cuma 20 Juta Orang
7 hours ago

Bukan Disney, Inilah Lagu Mocca yang Viral di Sekolah Luar Negeri
11 hours ago

Bukan Sekadar Tren, Ini Alasan Anak Muda Hobi Kerja di Kafe
9 hours ago

Target 5.000, Tercapai 10.000 dalam 7 Jam, Kisah Viral di Balik Gerakan Wenanam Jerhemy Owen
14 hours ago

Kenapa Lagu-lagu Galau Selalu Laris Manis? Psikologi di Balik Musik Patah Hati
16 hours ago

Tahukah Kamu Foto Proklamasi Hampir Tak Pernah Ada? Ini Kisah di Baliknya
14 hours ago

Bukan Magnet, Ini Alasan Asli Pesawat Tak Lewat di Atas Ka'bah
14 hours ago

Jangan Langsung Buka Sosmed Lakukan Ini Biar Pagi Kamu Lebih Happy
a day ago

Kenapa Rasa Takut Bisa Menumpul? Psikologi Warga yang Terbiasa dengan Bahaya Setiap Hari
14 hours ago

Kenapa Ada Orang yang Makan Banyak Tapi Tetap Kurus? Ini Penjelasan Ilmiahnya
14 hours ago





