Bingung Mau Zakat? Pahami Aturan Berbagi THR untuk Keluarga
Refa - Wednesday, 18 March 2026 | 02:00 PM


Antara Berbakti dan Kewajiban: Boleh Gak Sih Zakat Mal Buat Kakak atau Nyokap Sendiri?
Menjelang akhir Ramadan, biasanya suasana di grup WhatsApp keluarga mulai berubah. Selain sibuk nentuin menu Lebaran atau nanya kapan mudik, ada satu topik yang sering banget muncul di kepala tapi malu-malu mau ditanyain yaitu soal zakat. Apalagi pas THR (Tunjangan Hari Raya) sudah mendarat dengan selamat di rekening. Rasanya pengen banget berbagi, tapi kadang kita bingung, daripada kasih ke lembaga yang kita gak kenal orangnya, boleh gak sih zakat ini dikasih ke saudara sendiri yang lagi seret ekonominya? Atau malah dikasih ke orang tua buat nambah-nambah biaya dapur?
Nah, fenomena ini sebenarnya sering banget bikin kaum mendang-mending galau maksimal. Di satu sisi, kita pengen bantu keluarga inti yang memang lagi butuh. Di sisi lain, kita takut ibadah zakat kita malah gak sah gara-gara salah alamat. Biar gak sesat di jalan, yuk kita bedah pelan-pelan pakai bahasa yang santai tapi tetep berlandaskan aturan mainnya.
Aturan Main Siapa yang Berhak
Sebelum masuk ke urusan keluarga, kita harus inget dulu kalau zakat itu bukan sekadar donasi suka-suka. Ada SOP-nya. Zakat itu punya delapan golongan penerima yang disebut mustahik, mulai dari fakir, miskin, sampai mualaf. Kalau orang yang mau kita kasih gak masuk kategori itu, ya otomatis gak bisa disebut zakat, jatuhnya jadi sedekah biasa atau hadiah. Tapi masalahnya, gimana kalau "si miskin" itu ternyata adalah abang kandung kita sendiri yang baru kena PHK? Atau adik kita yang lagi berjuang bayar UKT kuliah?
Di sinilah letak seninya memahami fiqh. Dalam Islam, ada garis pemisah yang tegas soal siapa yang boleh dan gak boleh kita kasih zakat. Garis itu namanya nafaqah atau kewajiban nafkah. Gampangnya gini, kalau orang itu adalah orang yang wajib kamu biayai hidupnya secara hukum agama, maka kamu gak boleh kasih zakat ke mereka.
Kenapa Orang Tua "Haram" Terima Zakat dari Anaknya?
Ini jawaban buat kamu yang mikir pengen kasih zakat mal ke Ibu atau Ayah. Jawabannya singkat, padat, dan jelas, Gak boleh. Lho, kok pelit banget? Eits, bukan gitu logisnya. Justru sebaliknya.
Orang tua adalah sosok yang wajib dinafkahi oleh anaknya kalau mereka sudah tidak mampu. Jadi, kalau orang tua kamu lagi kesulitan ekonomi, itu sudah jadi tanggung jawab penuh kamu buat memenuhi kebutuhan mereka pakai uang pribadi kamu, bukan pakai uang zakat. Kalau kamu kasih zakat ke orang tua, itu ibaratnya kamu lagi ngirit atau memindahkan uang dari kantong kanan ke kantong kiri buat gugurin kewajiban nafkah kamu sendiri. Itu namanya cari celah, bukan ibadah.
Jadi, kalau mau kasih uang ke orang tua, kasihlah dengan niat berbakti (birrul walidain) dan nafkah, bukan niat zakat. Pahalanya? Jauh lebih gede daripada sekadar bayar zakat mal, kok. Jangan sampai kita jadi anak yang hitung-hitungan sama orang tua sendiri pakai dalih zakat.
Kalau Saudara Kandung Gimana?
Nah, ini dia bagian yang sering bikin orang kaget. Ternyata, memberikan zakat kepada saudara kandung (kakak atau adik), paman, bibi, atau sepupu itu hukumnya boleh banget, bahkan sangat dianjurkan. Kenapa? Karena mereka bukan termasuk orang yang wajib kita nafkahi secara permanen seperti anak atau istri/suami (dalam kondisi normal).
Para ulama, termasuk dalam mazhab Syafi'i yang banyak dianut di Indonesia, menjelaskan kalau memberi zakat ke kerabat itu punya dua nilai plus sekaligus, nilai zakat itu sendiri dan nilai menyambung tali persaudaraan (silaturahmi). Jadi, daripada kamu cari orang jauh yang kamu gak tau track record-nya, mending bantu kakak kamu yang lagi megap-megap bayar cicilan motor atau modal usahanya lagi mandek. Tapi ingat ya, syaratnya tetap sama, mereka harus masuk kategori fakir atau miskin.
Etika dan Cara Main yang Elegan
Meskipun boleh, ada satu hal yang sering dilupakan, perasaan. Ngasih zakat ke saudara itu beda sama ngasih ke pengemis di pinggir jalan. Ada ego dan harga diri yang harus dijaga. Jangan sampai gara-gara kamu kasih zakat, kakak kamu malah merasa rendah diri atau merasa dikasihani secara berlebihan.
Tipsnya, kamu gak perlu bilang terang-terangan kalau itu uang zakat kalau sekiranya bakal bikin mereka tersinggung. Kamu bisa bilang, "Ini ada rezeki lebih buat bantu sekolah keponakan," tapi di dalam hati kamu niatkan itu sebagai zakat mal kamu yang wajib. Allah kan Maha Tahu niat hambanya, gak perlu di-broadcast pakai pengeras suara masjid juga.
Selain itu, perhatikan juga skala prioritas. Kalau saudara kamu hidupnya sudah cukup atau bahkan lebih kaya dari kamu (meskipun mereka banyak gaya), ya jangan dikasih zakat. Itu namanya salah sasaran. Pastikan mereka memang masuk kategori yang membutuhkan biar zakat kamu sah dan benar-benar jadi pembersih harta.
Kesimpulan: Dahulukan yang Terdekat
Inti dari semua ini adalah Islam itu agama yang sangat praktis dan mengutamakan kekeluargaan. Kita sering kali sibuk mencari pahala jauh-jauh ke luar sana, ikut donasi ini-itu yang viral di media sosial, tapi lupa kalau di depan mata kita ada darah daging sendiri yang mungkin lagi pusing mikirin besok makan apa.
Prinsip charity starts at home itu benar adanya dalam konsep zakat. Selama itu bukan orang tua atau anak sendiri (yang memang sudah jadi tanggung jawab nafkah kita), maka bantulah saudara terdekatmu lebih dulu. Dengan begitu, ekonomi keluarga besar bisa naik bareng-bareng. Gak lucu kan kalau kamu dibilang dermawan di luar sana, tapi saudara kandungmu sendiri malah utang ke pinjol buat sekadar nyambung hidup?
Jadi, mumpung masih ada waktu sebelum Ramadhan berakhir, coba cek lagi daftar mutasi rekening dan cek lagi kondisi saudara-saudaramu. Kalau memang ada yang layak dibantu, jangan ragu untuk menyalurkan zakatmu ke mereka. Ibadah dapet, hubungan keluarga makin erat, dan insyaAllah rezeki kamu juga makin berkah. Selamat berzakat dengan cerdas!
Next News

Sisi Psikologis Rebranding Diri di Media Sosial Selama Ramadan
in 7 hours

Tips Jitu Agar Rumah Aman Selama Ditinggal Mudik ke Kampung
in 7 hours

Cara Menjaga Toleransi Beragama Selama Bulan Ramadan
in 6 hours

Asal Kasih Uang ke Pengemis? Kenali Dampak Sosialnya
in 3 hours

Bayar Zakat Pakai Sembako? Simak Penjelasan Hukum Islamnya
in 4 hours

Alasan Mengapa Kamu Perlu Menertawakan Hal Kecil Saat Sedang Sulit
in 5 hours

Siapa yang Berhak Terima Zakat? Yuk Kenali 8 Golongan Ini!
in 3 hours

Penjelasan Ilmiah Kenapa Bulan Terlihat Besar di Horizon tapi Kecil di Foto
in 4 hours

Alasan Mengapa Challenge Viral Cepat Menular di Internet
in 3 hours

Jangan Salah Pilih! Bedanya Zakat, Infaq, dan Sedekah
in 2 hours






