

Kebakaran besar mengguncang Bandara Internasional Hazrat Shahjalal (HSIA) di Dhaka pada Sabtu malam (18/10). Sumber api diduga berasal dari area terminal kargo yang menyimpan bahan mudah terbakar. Dalam sekejap, kobaran api menjalar cepat dan menelan sebagian besar gudang barang ekspor–impor.
Saksi mata menggambarkan suasana kacau: pekerja bandara berlarian menyelamatkan diri, sementara gumpalan asap hitam menutupi pandangan hingga jarak 200 meter. “Api seperti keluar dari dinding. Kami cuma bisa lari,” ujar Rahim, salah satu pekerja kargo yang berhasil selamat dengan luka ringan di tangan.
Lebih dari 30 unit pemadam kebakaran diterjunkan ke lokasi. Petugas berjuang keras memadamkan api yang terus membesar karena angin malam. Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Dhaka, Brigadir Moinul Islam, menyebut upaya pemadaman memakan waktu berjam-jam. “Api sulit dikendalikan karena banyak bahan plastik dan kemasan kimia di area penyimpanan,” ujarnya dikutip dari The Daily Star.
Akibat kebakaran ini, seluruh penerbangan dari dan menuju Dhaka dibatalkan sementara waktu. Ratusan penumpang terlantar di terminal keberangkatan, sebagian lainnya memilih tidur di lantai ruang tunggu. Banyak warga juga dievakuasi dari area sekitar karena asap pekat yang beracun.
Kerugian sementara ditaksir mencapai jutaan dolar AS. Selain kerusakan fisik, insiden ini turut mengguncang kepercayaan publik terhadap sistem keamanan bandara. Pemerintah Bangladesh langsung membentuk tim investigasi khusus untuk mencari penyebab pasti dan menilai ulang standar keselamatan infrastruktur vital negara.
Beberapa analis menyebut kebakaran ini bisa memicu gangguan rantai pasok global, mengingat Bandara Hazrat Shahjalal adalah salah satu pusat distribusi tekstil terbesar di Asia Selatan. Industri ekspor Bangladesh, terutama sektor garmen, dikhawatirkan ikut terdampak dalam beberapa minggu ke depan.
Seorang juru bicara Otoritas Penerbangan Sipil Bangladesh (CAAB) menegaskan, “Kami berkomitmen memastikan bandara kembali beroperasi dengan aman. Tapi prioritas kami saat ini adalah keselamatan manusia.”
Kebakaran ini bukan sekadar tragedi logistik—ini pengingat tentang betapa rapuhnya sistem besar di tangan kelalaian kecil. Dalam dunia yang bergerak cepat, keamanan sering dikorbankan demi efisiensi. Semoga tragedi di Dhaka membuka mata banyak pihak: tidak ada keberangkatan yang sepadan dengan kehilangan nyawa.
Next News

Tak Punya Pohon Kakao, Tapi Swiss Jadi Raja Cokelat Dunia, Ini Rahasianya
7 hours ago

Di Balik Keputusan Elon Musk Membungkam Sisi Liar Grok
9 hours ago

Strategi Evelyn Afnilia Membidik Momen Emas Lebaran 2026 Lewat 'Tunggu Aku Sukses Nanti'
9 hours ago

FIX! Jakarta Masuk Daftar, BTS Resmi Gelar Tur Dunia 2026!
10 hours ago

Kim Hye Yoon dan Park Solomon Hadirkan Romansa Fantasi Segar dalam 'No Tail to Tell'
12 hours ago

Selamat Tinggal Konten Toxic! Fitur Reset Instagram Ini Jadi Penyelamat Mental Health Kamu
14 hours ago

Donald Trump Mau Beli Greenland, NATO Diancam Bubar: Emangnya Ini Jual Beli Tanah Kavling di Citayam?
13 hours ago

Awas Tertipu! Video dari Google Veo 3.1 Saking Realistisnya Sampai Butuh Tanda Khusus
15 hours ago

Era Baru TikTok Shop 2026, Awas Kerkun 'Shadowban Duit'!
a day ago

Bangkit dari Sorotan Miring, Go Min Si Siap Mengguncang Bioskop Lewat Film 'Moral Family'
a day ago





