

Selama ini, nama Gresik sering kali hanya dikaitkan dengan pabrik semen, kawasan industri yang panas, dan truk-truk besar yang memadati jalan raya. Namun, jika mau melipir sedikit ke arah pusat kota lama, persepsi tentang kota industri yang gersang itu akan runtuh seketika.
Kawasan tersebut kini dikenal dengan nama Bandar Grissee. Ini adalah sebuah distrik kota tua yang telah direvitalisasi menjadi destinasi wisata sejarah yang estetik. Berjalan di kawasan ini seperti menyusuri lorong waktu yang mempertemukan tiga budaya sekaligus dalam satu harmoni: Jawa, Tionghoa, dan Arab.
Jejak sejarah pelabuhan dagang masa lalu terlihat jelas dari arsitektur bangunan yang masih kokoh berdiri. Kampung Kemasan dengan rumah-rumah gaya kolonial dan peranakan, serta Kampung Arab dengan nuansa religius yang kental, semuanya terhubung dalam jalur pedestrian yang rapi dan ramah pejalan kaki.
Di sore hari, lampu-lampu jalan bergaya vintage mulai menyala, mengubah suasana jalanan menjadi romantis dan hangat. Warga lokal kini punya tempat bangga untuk dipamerkan. Gresik bukan lagi sekadar kota tempat orang mencari nafkah di pabrik, melainkan kota dengan peradaban tua yang layak dirayakan keindahannya.
Next News

NOUVEAU 2026: SMAN 5 Surabaya Satukan Dua Generasi Lewat Musik
8 days ago

Dari Lahan Terbengkalai Jadi Taman Kucing, Kenalan dengan Scarlett's Friends di China
11 days ago

Bingung Mau ke Mana Long Weekend Ini? Pilih Event Surabaya Sesuai Mood-mu
23 days ago

Bukan Cuma Indonesia, Ini 7 Negara yang Merayakan Kemerdekaan di Bulan Agustus
25 days ago

Bukan Cuma Pekerja Pabrik, Ini 10 Profesi yang Paling Banyak Kena PHK
a month ago

Maroon 5 Kembali ke JIS 2027, Ini Harga Tiket dan Jadwal Presale Lengkapnya
a month ago

Resign dan Pindah ke Desa: Impian Hidup Tenang Tanpa Macet Kota
a month ago

Keseruan Akhir Pekan di Livin Sounds of Downtown Surabaya
a month ago

DBL : Bukan sekedar basket, Tapi lebaran tahunan anak SMA
6 days ago

Kota Masa Depan Akan Seperti Apa? Melihat Inovasi yang Mulai Terjadi Sekarang Hingga Beberapa Dekade Mendatang
2 months ago




