Waspada Tren Fibermaxxing Diet Viral yang Bisa Merusak Pencernaan Anda
Nisrina - Saturday, 24 January 2026 | 09:45 AM


Media sosial kembali diramaikan dengan tren diet baru yang dikenal dengan istilah fibermaxxing. Tren ini mengajak orang untuk mengonsumsi serat dalam jumlah ekstrem demi mendapatkan perut rata secara instan. Banyak konten kreator memamerkan tumpukan suplemen serat atau makanan berserat tinggi sebagai rahasia tubuh langsing mereka.
Namun ahli gizi justru membunyikan alarm bahaya terkait fenomena konsumsi serat yang tidak wajar ini. Alih-alih menyehatkan, asupan serat yang berlebihan secara tiba-tiba justru bisa menjadi bumerang fatal bagi kesehatan tubuh. Tubuh manusia sejatinya memiliki batas toleransi tertentu dalam mencerna serat setiap harinya.
Dampak negatif paling cepat yang akan dirasakan adalah gangguan pencernaan yang sangat menyiksa. Perut akan terasa sangat kembung, penuh gas, hingga memicu kram perut yang menyakitkan. Serat yang menumpuk di usus akan mengalami fermentasi berlebihan yang menghasilkan gas dalam jumlah besar dan membuat perut terasa begah.
Bahaya jangka panjang yang sering tidak disadari adalah terganggunya penyerapan nutrisi penting lainnya. Serat yang terlalu banyak dapat mengikat mineral vital seperti kalsium, zat besi, dan seng sebelum sempat diserap oleh tubuh. Akibatnya Anda bisa mengalami kekurangan gizi atau defisiensi mineral meskipun sudah makan makanan yang bergizi.
Konsumsi serat tinggi tanpa diimbangi asupan air putih yang cukup juga merupakan resep bencana bagi usus. Serat bersifat menyerap air sehingga jika tubuh kurang cairan maka kotoran akan menjadi keras dan sulit dikeluarkan. Dalam kasus yang parah hal ini bisa menyebabkan sembelit kronis hingga penyumbatan usus atau obstruksi yang memerlukan penanganan medis.
Para ahli kesehatan menyarankan konsumsi serat harian yang ideal bagi orang dewasa hanyalah sekitar 25 hingga 30 gram saja. Angka ini sudah sangat cukup untuk menjaga kesehatan pencernaan dan jantung tanpa membebani kerja usus. Jika ingin menambah asupan serat sebaiknya dilakukan secara bertahap agar tubuh memiliki waktu untuk beradaptasi dengan baik.
Jangan mudah tergiur dengan janji manis diet instan yang beredar luas di media sosial tanpa verifikasi medis yang jelas. Kesehatan tubuh jangka panjang jauh lebih berharga daripada sekadar mengikuti tren viral sesaat demi penampilan fisik. Selalu konsultasikan perubahan pola makan drastis Anda dengan dokter atau ahli gizi terpercaya agar tetap aman.
Next News

Awas Zoonosis! Cara Mencegah Jamur dan Bakteri Hewan Menular ke Pemiliknya
12 hours ago

Trik Optimasi Resume ATS-Friendly
11 hours ago

Membangun Otoritas di LinkedIn Tanpa Harus Open to Work
8 hours ago

Rahasia Memperbaiki Ritme Sirkadian Agar Tidur Nyenyak dan Bangun Segar Setiap Hari
24 minutes ago

Quiet Quitting vs Side Hustling: Mana Strategi Terbaik untuk Bertahan di Dunia Kerja?
6 hours ago

Lucid Dream, Rahasia Mengendalikan Mimpi Saat Tidur Lelap
an hour ago

Cara Kerja Sampingan Malam Hari Tanpa Takut Burn-out
11 minutes ago

Destinasi Wisata Terbaik Sesuai Shio Tahun 2026 Agar Hoki Sepanjang Tahun
3 hours ago

Kacang Hijau Superfood Lokal Murah Ampuh Lawan Stunting Anak
4 hours ago

7 Alasan Sewa Mobil Adalah Pilihan Terbaik Mudik Lebaran yang Nyaman
5 hours ago


