Ceritra
Ceritra Warga

Strategi Mencegah Computer Vision Syndrome di Era Digital

Refa - Monday, 09 February 2026 | 10:00 AM

Background
Strategi Mencegah Computer Vision Syndrome di Era Digital
Ilustrasi pria lelah mata (pexels.com/Yan Krukau)

Paparan layar digital yang intens merupakan konsekuensi tak terhindarkan di era bekerja dari rumah dan gaya hidup digital. Penggunaan gawai dalam durasi panjang sering kali menyebabkan keluhan Computer Vision Syndrome (CVS) yang ditandai dengan mata lelah, penglihatan kabur, hingga sakit kepala. Kondisi ini terjadi karena mata dipaksa fokus secara statis pada jarak dekat dan terpapar cahaya biru (blue light) terus-menerus.

Menjaga kesehatan mata memerlukan kombinasi antara pengaturan kebiasaan dan modifikasi lingkungan kerja. Berikut adalah panduan taktis untuk meminimalkan dampak negatif paparan layar pada kesehatan mata.

Menerapkan Aturan 20-20-20 Secara Disiplin

Mata memiliki otot-otot kecil yang akan mengalami kelelahan jika terus-menerus berkontraksi untuk fokus pada jarak dekat. Untuk mengatasinya, gunakan prinsip 20-20-20: setiap 20 menit menatap layar, alihkan pandangan untuk melihat benda yang berjarak sekitar 20 kaki (6 meter) selama minimal 20 detik. Aktivitas ini membantu mengistirahatkan otot siliaris mata dan mengembalikan kemampuan fokus alami mata, sehingga mencegah timbulnya rasa pegal pada bola mata.

Mengatur Pencahayaan dan Sudut Pandang Layar

Posisi layar yang salah serta pencahayaan ruangan yang terlalu kontras dapat menambah beban kerja mata. Pastikan layar komputer diletakkan sekitar 50 hingga 70 sentimeter dari wajah, dengan bagian atas monitor sejajar atau sedikit di bawah tingkat mata. Selain itu, atur pencahayaan ruangan agar tidak menimbulkan pantulan (glare) pada layar dan sesuaikan tingkat kecerahan (brightness) layar agar selaras dengan pencahayaan lingkungan sekitar guna menghindari ketegangan berlebih.

Menjaga Kelembapan Mata dengan Sering Berkedip

Saat menatap layar dengan serius, frekuensi berkedip manusia cenderung berkurang drastis, dari normalnya 15 kali per menit menjadi hanya 5 hingga 7 kali saja. Hal ini menyebabkan lapisan air mata menguap lebih cepat dan memicu mata kering serta iritasi. Lakukan upaya sadar untuk berkedip lebih sering atau gunakan cairan tetes mata (artificial tears) jika ruangan menggunakan AC yang cenderung membuat udara menjadi kering.

Mengaktifkan Fitur Filter Cahaya Biru (Night Mode)

Cahaya biru berenergi tinggi yang dipancarkan oleh layar digital dapat mengganggu ritme sirkadian dan kelelahan retina dalam jangka panjang. Sebagian besar perangkat modern kini sudah dilengkapi dengan fitur Night Mode atau Blue Light Filter yang mengubah suhu warna layar menjadi lebih hangat (kekuningan). Mengaktifkan fitur ini, terutama saat bekerja di sore atau malam hari, sangat membantu mengurangi beban radiasi cahaya pada mata dan mendukung kualitas tidur yang lebih baik.

Melakukan Pemeriksaan Mata Secara Berkala

Kesehatan mata juga dipengaruhi oleh kondisi dasar penglihatan yang mungkin tidak disadari. Gangguan refraksi seperti mata minus atau silinder yang tidak terkoreksi dengan kacamata yang tepat akan memaksa mata bekerja jauh lebih keras saat menatap layar. Melakukan pemeriksaan ke dokter mata atau optik setidaknya setahun sekali memastikan bahwa alat bantu penglihatan masih sesuai dengan kebutuhan terkini, sehingga mata tidak cepat lelah akibat kompensasi fokus yang berlebihan.


Penutup: Mata Adalah Jendela Produktivitas

Investasi terbaik dalam bekerja jangka panjang bukanlah pada perangkat keras yang paling canggih, melainkan pada pemeliharaan organ tubuh yang digunakan untuk bekerja. Dengan menerapkan langkah-langkah proteksi sederhana ini, risiko kerusakan mata permanen dapat ditekan dan kenyamanan bekerja akan tetap terjaga. Ingatlah bahwa mata yang sehat adalah kunci utama untuk mempertahankan fokus dan kreativitas dalam waktu lama.

Logo Radio
🔴 Radio Live