Ceritra
Ceritra Warga

Perut Bunyi Krucuk-Krucuk Saat Lapar? Begini Penjelasannya

Nisrina - Thursday, 12 March 2026 | 08:45 AM

Background
Perut Bunyi Krucuk-Krucuk Saat Lapar? Begini Penjelasannya
Ilustrasi (klikdokter/)

Kenapa Perut Sering 'Curhat' Saat Kosong? Mengenal Drama di Balik Rasa Lapar

Pernah nggak sih, kamu lagi khusyuk-khusyuknya dengerin dosen atau atasan lagi ngomong di ruangan yang hening banget, tiba-tiba dari arah perut terdengar suara "krucuk-krucuk" yang cukup nyaring? Rasanya pengen menghilang saat itu juga karena malu. Fenomena ini sering banget kita alami, apalagi kalau jam makan siang sudah lewat tapi kerjaan masih numpuk. Kita menyebutnya sebagai lapar, tapi pernahkah kamu mikir, gimana sih caranya badan kita tahu kalau perut itu lagi kosong? Kenapa dia harus pakai acara bunyi segala?

Rasa lapar itu sebenarnya bukan sekadar sinyal "ayo makan", tapi sebuah orkestra biologis yang melibatkan otak, hormon, dan saraf-saraf di sekujur tubuh. Ini adalah cara tubuh kita bertahan hidup supaya mesin di dalamnya nggak mogok. Tapi, kalau ditelusuri lebih dalam, urusan lapar ini ternyata penuh dengan drama dan intrik kimiawi yang cukup seru buat dibahas sambil ngopi.

Si Provokator Bernama Ghrelin

Kalau kita ngomongin rasa lapar, ada satu tokoh utama yang nggak boleh ketinggalan: Ghrelin. Anggap saja Ghrelin ini adalah manajer logistik yang sangat cerewet di dalam tubuh kita. Ketika lambung kita mulai kosong dan menyusut karena nggak ada makanan yang diproses, sel-sel di lapisan lambung bakal melepaskan hormon Ghrelin ini ke dalam aliran darah.

Si Ghrelin ini tugasnya langsung meluncur ke otak, tepatnya ke bagian yang namanya hipotalamus. Di sana, dia bakal bilang, "Halo Bos, stok energi sudah menipis, buruan cari asupan!". Itulah kenapa Ghrelin sering dijuluki sebagai 'hormon lapar'. Semakin lama perut kosong, kadar Ghrelin makin tinggi, dan sinyal yang dikirim ke otak makin kencang. Hasilnya? Kamu mulai kepikiran martabak manis atau ayam geprek level sepuluh meskipun tadi pagi sudah sarapan cukup banyak.

Uniknya, Ghrelin nggak cuma bikin perut terasa lapar secara fisik, tapi juga meningkatkan sensitivitas kita terhadap bau dan gambar makanan. Makanya, kalau lagi lapar, bau mi instan dari tetangga sebelah aja bisa terasa kayak aroma surga yang sangat menggoda. Ini murni permainan hormon, kawan!

Borborygmi: Saat Perut Jadi Tukang Bangunan

Nah, sekarang soal suara "krucuk-krucuk" itu. Dalam istilah medis, bunyi itu disebut borborygmi. Bukan, itu bukan suara cacing yang lagi demo di dalam perut, ya. Suara itu muncul karena adanya gerakan peristaltik, yaitu kontraksi otot-otot di saluran pencernaan untuk mendorong makanan, cairan, dan gas.

Pas perut kita kosong, otot-otot ini tetap bekerja dalam sebuah siklus yang disebut Migrating Motor Complex (MMC). Anggap saja ini adalah program 'bersih-bersih' otomatis. Tubuh kita itu rajin banget; meski nggak ada makanan, usus tetap berkontraksi buat menyapu sisa-sisa makanan, lendir, atau bakteri yang tertinggal supaya nggak numpuk. Karena di dalam perut isinya cuma udara dan sedikit cairan, suara kontraksi itu jadi menggema dan terdengar keras sampai keluar. Jadi, kalau perutmu bunyi, itu sebenarnya tanda kalau sistem pencernaan kamu lagi rajin bebenah rumah.

Kenapa Lapar Bikin Orang Jadi Galak?

Ada satu fenomena yang pasti sering kamu lihat atau alami sendiri: hangry alias hungry-angry. Kondisi di mana seseorang jadi gampang marah, sensitif, dan nggak fokus cuma gara-gara belum makan. Ini bukan cuma alasan biar dapet jatah makan duluan, tapi ada penjelasan ilmiahnya.

Otak kita itu butuh glukosa sebagai bahan bakar utama buat mikir dan mengontrol emosi. Saat perut kosong dan kadar gula darah turun, otak bakal panik. Dalam kondisi darurat ini, tubuh bakal melepaskan hormon stres seperti adrenalin dan kortisol untuk menjaga keseimbangan energi. Efek sampingnya? Ya itu tadi, kamu jadi gampang meledak-ledak. Jadi, kalau pasangan kamu tiba-tiba bete tanpa alasan yang jelas, jangan langsung diajak debat soal hubungan. Coba kasih dia sate padang dulu, siapa tahu masalahnya cuma di perut, bukan di hati.

Lapar Fisik vs Lapar Mata

Kadang kita harus jeli membedakan mana lapar yang beneran butuh asupan (lapar fisik) dan mana yang cuma "laper mata" alias lapar emosional. Lapar fisik biasanya muncul pelan-pelan dan perut bakal kerasa keroncongan. Tapi kalau lapar emosional, biasanya datang tiba-tiba karena kita lagi stres, bosen, atau cuma gara-gara liat postingan food vlogger di Instagram.

Di dunia modern yang serba visual ini, kita sering dikhianati oleh mata kita sendiri. Melihat gambar makanan yang estetik bisa memicu pelepasan dopamin di otak, yang bikin kita pengen makan meskipun perut sebenarnya masih penuh. Ini adalah tantangan berat buat kita yang lagi usaha diet tapi hobi scrolling TikTok pas jam 12 malam.

Dengerin Tubuhmu

Pada akhirnya, rasa lapar adalah cara komunikasi yang luar biasa antara tubuh dan kesadaran kita. Perut yang kosong adalah pengingat bahwa mesin biologis kita butuh bahan bakar untuk terus berfungsi. Tanpa rasa lapar, kita mungkin bakal lupa makan dan jatuh sakit karena kekurangan energi.

Jadi, kalau lain kali perutmu bunyi di tengah rapat atau pas lagi kencan, nggak usah terlalu minder. Anggap aja itu "notifikasi" alami dari sistem operasi tubuhmu yang minta diisi ulang. Syukuri bahwa tubuhmu masih berfungsi dengan baik dan punya cara unik buat ngajak ngobrol. Tapi ya, setelah itu buruan cari makan, daripada kamu jadi hangry dan malah bikin drama yang lebih gede lagi, kan?

Makan itu kebutuhan, tapi mengerti kenapa kita makan itu adalah pengetahuan. Selamat makan siang, jangan sampai telat ya!

Logo Radio
🔴 Radio Live