Ceritra
Ceritra Olahraga

Mengapa Tubuh Tetap Kaku dan Sakit Meski Rajin Peregangan?

Refa - Friday, 19 December 2025 | 11:55 AM

Background
Mengapa Tubuh Tetap Kaku dan Sakit Meski Rajin Peregangan?
Ilustrasi Peregangan (Pinterest/lifestylebylt)

Sering kali orang menyamakan mobilitas (mobility) dengan fleksibilitas (flexibility), padahal keduanya berbeda total.

Fleksibilitas adalah kemampuan otot untuk memanjang secara pasif (misalnya: bisa mencium lutut saat dibantu didorong orang lain). Sedangkan, mobilitas adalah kemampuan sendi untuk bergerak aktif dengan kendali penuh (misalnya: bisa mengangkat kaki tinggi tanpa bantuan tangan dan menahannya).

Banyak orang memiliki otot yang fleksibel tapi sendinya tidak punya mobilitas. Akibatnya, mereka sering mengalami cedera "salah urat" atau nyeri punggung bawah.

Pentingnya 'Active Range of Motion'

Tubuh manusia didesain untuk bergerak dalam berbagai poros. Namun, kebiasaan duduk lama membuat sendi panggul dan bahu menjadi "karatan" dan kaku. Melakukan peregangan (stretching) statis saja tidak cukup.

Latihan mobilitas berfokus pada "meminyaki" sendi agar bisa bergerak luwes dalam jangkauan maksimalnya. Ini melibatkan gerakan memutar persendian secara terkontrol. Tanpa mobilitas yang baik, latihan beban atau lari justru akan membebani sendi di titik yang salah, memicu pengapuran dini atau cedera kronis. Tubuh yang sehat bukan hanya yang kuat angkat beban, tapi yang bebas bergerak tanpa rasa sakit.

Logo Radio
🔴 Radio Live