Mengapa Lajur Dalam Bukan Tempat untuk Berswafoto atau Jalan Santai
Nisrina - Thursday, 18 December 2025 | 12:02 PM


Gelombang antusiasme masyarakat terhadap olahraga lari belakangan ini patut kita rayakan sebagai sebuah kemajuan positif. Fasilitas olahraga publik seperti Gelora Bung Karno di Jakarta atau Lapangan Thor di Surabaya kini tidak pernah sepi dari pengunjung. Mulai dari dini hari hingga malam menjelang, trek lari dipenuhi oleh warna-warni jersey dan semangat mereka yang ingin hidup lebih sehat. Namun, di balik kemeriahan tren ini, terselip sebuah masalah klasik yang sering kali memicu ketegangan di lapangan. Banyak pendatang baru atau pelari rekreasi yang belum memahami bahwa lintasan lari memiliki aturan main tak tertulis namun sangat vital demi keselamatan bersama.
Masalah yang paling sering ditemui adalah ketidaktahuan mengenai fungsi pembagian lajur atau lane. Sering kali kita melihat sekelompok pelari yang asyik mengobrol sambil berjalan santai atau bahkan berhenti untuk berfoto justru berada di lajur satu dan dua. Padahal, dalam aturan atletik internasional maupun etika umum pelari, lajur satu atau lintasan paling dalam adalah area "panas" yang dikhususkan bagi pelari cepat. Lajur ini ibarat jalur kanan di jalan tol yang hanya diperuntukkan bagi kendaraan yang ingin mendahului dengan kecepatan tinggi.
Bahaya yang mengintai dari ketidaktahuan ini sangatlah nyata dan tidak bisa dianggap sepele. Bayangkan seorang pelari yang sedang melakukan latihan interval atau sprint dengan kecepatan maksimal di lajur satu. Saat berada dalam kecepatan tinggi, kemampuan mereka untuk mengerem atau menghindar secara mendadak sangatlah terbatas. Jika tiba-tiba ada pelari lain yang berjalan santai di jalur tersebut, tabrakan keras bisa saja terjadi. Insiden seperti ini tidak hanya merugikan pelari yang sedang berlatih serius karena program latihannya terganggu, tetapi juga berpotensi menyebabkan cedera fatal berupa patah tulang atau geger otak bagi kedua belah pihak.
Oleh karena itu, edukasi mengenai posisi berlari menjadi sangat krusial. Aturan sederhananya adalah semakin lambat tempo lari Anda, maka semakin ke luar posisi Anda seharusnya berada. Lajur satu dan dua didedikasikan untuk pelari yang sedang mengejar waktu atau melakukan speed session. Lajur tengah, biasanya lajur tiga hingga lima, bisa digunakan oleh pelari dengan kecepatan sedang atau jogging yang stabil. Sementara itu, lajur paling luar atau lajur enam hingga delapan adalah zona aman bagi mereka yang ingin berjalan kaki, melakukan pemanasan, pendinginan, atau sekadar berlari santai sambil berbincang dengan teman.
Memahami etika ini adalah bentuk penghormatan kita terhadap sesama pengguna fasilitas umum. Tidak ada yang salah dengan berlari pelan atau sekadar berjalan kaki di stadion karena setiap orang memiliki tujuan kebugarannya masing-masing. Namun, menempatkan diri di lajur yang tepat adalah wujud kepedulian kita terhadap keselamatan orang lain. Mari kita jadikan tren lari ini bukan hanya sekadar ajang ikut-ikutan atau fear of missing out (FOMO) semata, melainkan juga sarana untuk membangun budaya olahraga yang tertib, aman, dan saling menghargai. Dengan begitu, lintasan lari akan tetap menjadi tempat yang menyenangkan bagi sang juara yang mengejar rekor maupun bagi pemula yang baru memulai langkah pertamanya.
Next News

Start Keras di Awal Tahun, Pembuktian Mental Juara Wakil Indonesia di India Open
a day ago

Evaluasi Langkah Aldila Sutjiadi di Hobart International 2026
a day ago

John Herdman Resmi Nakhodai Timnas Indonesia
2 days ago

Belajar dari Kekalahan Jonatan Christie: Ketika Kesabaran Menjadi Senjata Paling Mematikan di Lapangan
4 days ago

Menutup Paruh Musim dengan Manis dan Menjaga Asa Juara Bajul Ijo
4 days ago

Bukannya Sehat, Banyak Pemula Justru Cedera Gara-Gara 5 Kesalahan Ini
5 days ago

Masih Ngaku Nggak Punya Waktu Olahraga? Coba 5 Gerakan Ini di Kamar
5 days ago

Mimpi Buruk London Utara dan Lubang Menganga di Lini Serang The Lilywhites
6 days ago

Bukan Pelatih, Ini Peran yang Dipilih Messi Setelah Pensiun
7 days ago

Membangun Mentalitas Juara Lewat Tangan Dingin John Herdman di Timnas Indonesia
7 days ago






