Kolaborasi Surabaya dan Singapura Digitalisasi Koperasi Demi UMKM Naik Kelas
Nisrina - Friday, 23 January 2026 | 08:15 AM


Pemerintah Kota Surabaya terus menunjukkan komitmen serius dalam mengangkat derajat pelaku usaha mikro kecil dan menengah atau UMKM di wilayahnya. Kali ini mereka menggandeng dua institusi pendidikan ternama yakni UK Petra dan Singapore University of Technology and Design atau SUTD. Kolaborasi strategis lintas negara ini menyasar digitalisasi Koperasi Sumber Mulia Barokah sebagai proyek percontohan utama.
Langkah ini bukan hanya sekadar kunjungan kerja biasa melainkan upaya nyata modernisasi sistem usaha rakyat. Fokus utamanya adalah transformasi digital yang memungkinkan koperasi bekerja lebih efisien dan modern dibandingkan sebelumnya. Dengan bantuan teknologi terkini, manajemen stok barang hingga pemasaran produk bisa dilakukan dengan jauh lebih profesional dan terukur.
Program ini secara khusus menargetkan penguatan sektor padat karya yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi warga setempat. Rumah Padat Karya di Surabaya memang dikenal sebagai solusi ampuh pemerintah untuk menyerap tenaga kerja dari keluarga masyarakat berpenghasilan rendah. Digitalisasi di sektor ini diharapkan bisa melipatgandakan omzet penjualan sekaligus meningkatkan kesejahteraan para pekerjanya secara signifikan.
Keterlibatan SUTD Singapura membawa perspektif global dan teknologi canggih yang bisa diadopsi langsung oleh pelaku usaha lokal. Sementara itu UK Petra berperan vital sebagai pendamping lokal yang memahami konteks budaya serta kebutuhan spesifik di lapangan. Sinergi antara pemerintah kota dan akademisi lintas negara ini menjanjikan transfer ilmu pengetahuan yang sangat berharga.
Koperasi Sumber Mulia Barokah yang menjadi objek pendampingan kini bersiap menghadapi era baru perdagangan digital yang serba cepat. Mereka tidak lagi hanya mengandalkan metode penjualan konvensional yang jangkauannya sangat terbatas di lingkungan sekitar saja. Produk-produk unggulan mereka kini memiliki peluang jauh lebih besar untuk dikenal pasar yang lebih luas berkat sentuhan teknologi digital.
Keberhasilan proyek kolaborasi ini nantinya diharapkan akan menjadi cetak biru bagi pengembangan koperasi lainnya di seluruh Surabaya. Jika satu koperasi berhasil bertransformasi dengan baik, model bisnis ini bisa diduplikasi ke ratusan sentra usaha lain di berbagai kecamatan. Ini adalah langkah konkret menuju visi Surabaya sebagai kota cerdas yang inklusif bagi semua lapisan ekonomi warganya.
Inisiatif ini membuktikan bahwa UMKM tidak boleh dibiarkan berjalan sendirian di tengah arus digitalisasi zaman yang sangat deras. Dukungan pemerintah dan institusi pendidikan adalah kunci utama agar ekonomi kerakyatan tetap relevan dan memiliki daya saing tinggi. Masa depan ekonomi Surabaya ada di tangan kolaborasi cerdas dan terbuka seperti ini.
Next News

Petani Alpukat Purwodadi Pasuruan Mulai Nikmati Hasil Panen Apit
12 hours ago

Pesona Kebun Kelengkeng Ngasem Bojonegoro Destinasi Wisata Keluarga
13 hours ago

Kripik Tempe Qi, Primadona Camilan Renyah dari Pandaan
a day ago

Keindahan Kain Tenun Bumpak Khas Seluma yang Kini Terancam Hanya Menjadi Kenangan
3 days ago

Menjelajahi Kecamatan Lumbang Surga Tersembunyi Bagi Pecinta Durian
4 days ago

5 Spot Kuliner Malam Paling Hits di Surabaya yang Jadi Penyelamat Perut Pekerja Shift dan Insomnia
5 days ago

Surga Belanja Mainan Murah di Gang Boneka Sumbergedang Pasuruan
6 days ago

10 Rekomendasi Wisata Hits di Malang Raya yang Wajib Dikunjungi Saat Liburan
7 days ago

Makna Mendalam Tradisi Penggunaan Nama Pahlawan untuk Jalan di Indonesia
9 days ago

Upaya Pemkab Pasuruan Mempercantik Kawasan Wisata Belanja Pasar Cheng Hoo Pandaan
9 days ago





