Ceritra
Ceritra Warga

Kenapa Kita Tidak Bisa Menahan Bersin? Simak Penjelasannya

Nisrina - Saturday, 28 March 2026 | 05:45 PM

Background
Kenapa Kita Tidak Bisa Menahan Bersin? Simak Penjelasannya

Pernah nggak sih kamu lagi asyik-asyiknya ngobrol serius sama gebetan, atau mungkin lagi hening-heningnya ikut ujian di kelas, tiba-tiba hidung rasanya gatal bukan main? Rasanya kayak ada semut lagi disko di dalam lubang hidung. Terus, tanpa bisa dikontrol, tubuh kamu mengambil napas dalam-dalam, mata merem mepet, dan... HACHIIIM! Suara bersin kamu menggelegar sampai seisi ruangan nengok. Malu? Pasti. Tapi ya mau gimana lagi, yang namanya bersin itu emang nggak ada akhlak, datangnya suka semena-mena.

Banyak orang bilang kalau bersin itu tandanya ada yang lagi kangen atau lagi ngomongin kita di belakang. Ya, itu sih mitos warga +62 yang paling legendaris. Tapi kalau kita bedah secara ilmiah—dan dengan bahasa yang santai aja—bersin itu sebenarnya adalah salah satu fitur keamanan tercanggih yang dikasih Tuhan buat tubuh kita. Ibarat komputer yang lagi lemot, bersin itu tombol "reset" buat saluran pernapasan kita.

Alarm Sensorik Bernama Saraf Trigeminal

Oke, kita mulai dari pertanyaan mendasar: kenapa sih kita bisa bersin? Jadi gini, di dalam hidung kita itu ada sistem sensor yang sensitif banget. Namanya saraf trigeminal. Tugas saraf ini mirip kayak satpam di depan mal yang ngecek barang bawaan pengunjung. Kalau ada benda asing yang dianggap mencurigakan masuk ke area hidung—entah itu debu, polusi, bulu kucing, atau aroma parfum yang terlalu nyegrak—saraf ini bakal langsung kirim sinyal darurat ke otak.

Begitu otak menerima sinyal bahaya itu, dia nggak tinggal diam. Otak bakal kasih komando ke seluruh otot tubuh buat melakukan operasi pembersihan massal. Otot dada, perut, tenggorokan, sampai kelopak mata semuanya kerja sama. Makanya, sadar nggak sih kalau kita nggak mungkin bisa bersin sambil buka mata? Itu karena otak kita secara otomatis memerintahkan mata buat merem supaya kuman atau kotoran yang keluar dari hidung nggak malah nyasar masuk ke mata. Kerja sama tim yang solid banget, kan?

Bukan Cuma Debu, Matahari Juga Bisa Bikin Bersin

Uniknya, pemicu bersin itu nggak selamanya soal kotoran atau bau-bauan yang tajam. Ada fenomena aneh yang namanya "Photic Sneeze Reflex". Pernah nggak kamu keluar dari ruangan gelap ke tempat yang terang banget terus tiba-tiba bersin? Nah, itu dia. Fenomena ini sering disebut "ACHOO" (Autosomal Dominant Compelling Helio-Ophthalmic Outburst) Syndrome. Serius, itu nama ilmiahnya keren banget, padahal intinya cuma bersin gara-gara kena sinar matahari.

Kenapa bisa gitu? Para ahli menduga ada semacam "kabel yang korslet" atau salah sambung di saraf kita. Saraf yang harusnya merespons cahaya ke mata, eh malah nyenggol saraf trigeminal yang ada di hidung. Hasilnya? Hidung kamu merasa terangsang dan akhirnya meledaklah bersin itu. Kondisi ini konon dialami oleh sekitar 18 sampai 35 persen penduduk dunia. Jadi kalau kamu termasuk yang suka bersin pas liat matahari, tenang aja, kamu nggak sendirian kok.

Mitos Jantung Berhenti dan Mata Copot

Ngomongin soal bersin, pasti banyak banget info simpang siur yang bikin kita parno. Ada yang bilang kalau kita bersin, jantung kita berhenti sesaat. Wah, kalau ini benar, berarti kita "mati suri" dong setiap kali bersin? Kenyataannya nggak sehoror itu. Memang, tekanan di dalam dada saat bersin itu besar banget, yang secara otomatis mengubah ritme aliran darah dan bisa bikin detak jantung sedikit berubah kecepatannya. Tapi jantung kamu nggak benar-benar mogok kerja, kok. Dia cuma kayak "ngelag" dikit doang.

Terus ada lagi mitos kalau kita maksa melek pas bersin, bola mata kita bisa loncat keluar. Ini juga cuma cerita nakut-nakutin pas jaman SD. Tekanan bersin itu emang kuat, tapi otot-otot yang memegang bola mata kita jauh lebih kuat buat menjaga mereka tetap di tempatnya. Tapi ya tetap aja, jangan coba-coba sengaja nahan mata biar melek pas bersin, ya. Selain susah, rasanya pasti nggak enak banget.

Kenapa Nggak Boleh Ditahan?

Kadang kita merasa nggak enak buat bersin di tempat umum, akhirnya kita coba tahan dengan cara mencet hidung atau menutup mulut rapat-rapat. Plis, jangan lakukan ini lagi! Menahan bersin itu sama aja kayak kamu maksa menahan ledakan bom di dalam ruang tertutup. Tekanan udara yang harusnya keluar lewat hidung dengan kecepatan tinggi (bisa sampai 160 km/jam, lho!) malah terperangkap di dalam.

Tekanan ini bisa lari ke mana-mana, mulai dari merusak saluran telinga bagian dalam, pecahnya pembuluh darah kecil di mata, sampai yang paling ekstrem bisa memicu pecahnya aneurisma di otak. Seram, kan? Jadi, kalau emang mau bersin, keluarin aja. Yang penting tahu etika: tutup pakai tisu atau pakai lengan bagian dalam biar nggak menyebarkan "hujan lokal" berisi virus ke orang-orang di sekitar kamu.

Bersin itu Nikmat yang Hakiki

Kalau dipikir-pikir, ada perasaan lega banget setelah kita berhasil melepaskan satu bersin yang udah "nanggung" di ujung hidung. Itu namanya kepuasan yang nggak ada obatnya. Rasanya kayak semua beban pikiran (dan kotoran hidung) ikut keluar barengan sama udara itu. Bersin adalah cara tubuh kita bilang, "Oke, saluran udara sudah bersih, silakan lanjut napas lagi dengan tenang."

Jadi, lain kali kalau kamu merasa hidung mulai gatal, jangan dilawan. Nikmatin aja prosesnya. Biarin saraf-saraf kamu bekerja, biarin otot kamu melakukan tugasnya, dan biarin dunia tahu kalau kamu baru aja melakukan prosedur pembersihan alami yang luar biasa. Bersin bukan cuma soal kotoran, tapi soal betapa canggihnya tubuh kita merespons gangguan sekecil apa pun. Stay healthy, dan jangan lupa sedia tisu di saku, ya!

Logo Radio
🔴 Radio Live