Ceritra
Ceritra Olahraga

Investasi Kaus Kaki Lari yang Sering Dilupakan Pelari Pemula

Refa - Friday, 06 February 2026 | 09:30 PM

Background
Investasi Kaus Kaki Lari yang Sering Dilupakan Pelari Pemula
Ilustrasi pelari (pexels.com/Dania Ortega)

Sering kali pelari menginvestasikan banyak dana untuk sepatu lari terbaik, namun melupakan elemen kecil yang bersentuhan langsung dengan kulit, yaitu kaus kaki. Menggunakan kaus kaki yang salah, seperti kaus kaki katun biasa, adalah penyebab utama munculnya lecet (blister), kuku hitam, hingga jamur kaki. Kaus kaki lari yang tepat dirancang khusus untuk mengelola kelembapan dan mengurangi gesekan berlebih saat kaki memuai selama berlari.

Memilih kaus kaki yang berkualitas bukan sekadar soal estetika, melainkan tentang menjaga kenyamanan dan kesehatan kaki dalam jangka panjang. Berikut adalah strategi taktis memilih kaus kaki lari agar kaki tetap aman dan bebas lecet.

1. Hindari Bahan Katun 100%

Kesalahan paling umum pemula adalah menggunakan kaus kaki katun. Katun memiliki sifat menyerap air namun sangat lambat kering.

  • Masalah: Saat kaki berkeringat, katun akan menahan cairan tersebut, menjadi berat, dan menyebabkan tekstur kaus kaki menjadi kasar. Kondisi lembap dan kasar inilah yang memicu gesekan penyebab lecet.
  • Solusi: Pilih bahan sintetik seperti Nylon, Polyester, Spandex, atau bahan alami berperforma tinggi seperti Merino Wool. Bahan-bahan ini memiliki kemampuan moisture-wicking (mengalirkan keringat keluar) sehingga kaki tetap kering.

2. Perhatikan Fitur "Seamless" (Tanpa Jahitan Tepi)

Gesekan antara jahitan kaus kaki dengan jari kaki selama ribuan langkah adalah resep jitu untuk menciptakan lecet di area sensitif.

  • Fitur: Cari kaus kaki dengan teknologi hand-linked toe atau seamless toe. Fitur ini menghilangkan tonjolan jahitan di bagian ujung jari.
  • Manfaat: Mengurangi risiko iritasi pada ujung jari kaki dan mencegah kuku kaki tertekan oleh jahitan yang kasar saat mendarat.

3. Pilih Tingkat Ketebalan (Cushioning) yang Sesuai

Ketebalan kaus kaki memengaruhi volume kaki di dalam sepatu serta kenyamanan pendaratan.

  • Ketebalan Tipis (Thin): Cocok untuk balapan atau cuaca panas karena memberikan sirkulasi udara maksimal dan perasaan lebih "dekat" dengan sepatu.
  • Ketebalan Medium/Tebal: Memberikan perlindungan ekstra pada tumit dan bola kaki. Sangat disarankan bagi pelari yang rentan lecet atau saat melakukan lari jarak jauh (long run).
  • Penting: Pastikan ketebalan kaus kaki tidak membuat sepatu terasa terlalu sempit, karena tekanan berlebih juga bisa memicu lecet.

4. Pastikan Ukuran yang Presisi (Tidak Kedodoran)

Kaus kaki yang terlalu besar akan melipat di dalam sepatu, sementara yang terlalu kecil akan menekan jari kaki secara berlebihan.

  • Tindakan: Jangan hanya mengandalkan ukuran "All Size". Pilih kaus kaki yang memiliki rentang ukuran spesifik (misal: S, M, L).
  • Detail: Pastikan bagian tumit kaus kaki menempel tepat pada tumit kaki Anda, dan bagian arch (lengkungan tengah) terasa memeluk kaki dengan pas tanpa ada lipatan kain yang tersisa.

5. Gunakan Kaus Kaki dengan Fitur Kompresi Ringan

Beberapa kaus kaki lari modern dilengkapi dengan pita elastis di bagian tengah kaki (arch support).

  • Fungsi: Pita ini menjaga agar kaus kaki tidak bergeser atau melintir saat lari. Jika kaus kaki bergeser, posisi bantalan akan berubah dan dapat menyebabkan gesekan tidak terduga pada kulit.
  • Keamanan Tambahan: Fitur ini juga membantu mengurangi kelelahan pada otot kaki bawah dengan menjaga aliran darah tetap stabil.

Penutup: Investasi Kecil untuk Kenyamanan Besar

Lecet mungkin terlihat sepele, namun bisa menghentikan langkah pelari di tengah jalan. Memilih kaus kaki yang dirancang khusus untuk lari adalah bentuk perlindungan pertama bagi kaki. Dengan bahan yang cepat kering dan desain tanpa jahitan, setiap langkah lari akan terasa lebih nyaman dan meminimalisir drama cedera kulit yang tidak perlu.

Logo Radio
🔴 Radio Live