Erupsi Semeru, 100+ Warga Mengungsi di SDN Supiturang 4 Pronojiwo
Elsa - Thursday, 20 November 2025 | 12:30 PM


Lebih dari 100 warga mengungsi di SDN Supiturang 4, Kecamatan Pronojiwo, Lumajang, menyusul erupsi Gunung Semeru yang menghasilkan awan panas guguran hingga radius sekitar 14 kilometer dari puncak.
Menurut pantauan Suara Surabaya, tiga ruang kelas di sekolah tersebut telah dialihfungsikan sebagai lokasi pengungsian dan dipisah menurut kategori pengungsi: lansia, perempuan, dan anak-anak. Bantuan logistik berupa makanan juga mulai didistribusikan ke titik pengungsian ini sejak pagi.
Seorang petugas posko menyebut bahwa awalnya tercatat 64 orang mengungsi pada sore hari sebelumnya. Namun, jumlah tersebut bertambah menjadi lebih dari 100 jiwa setelah penghitungan pagi ini.
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, turut meninjau lokasi pengungsian dan meminta tim medis serta Dinas Sosial untuk memantau kesehatan fisik maupun kondisi psikologis pengungsi. Ia khawatir debu vulkanik dapat meningkatkan risiko gangguan pernapasan, terutama untuk lansia dan anak-anak.
Sumber Foto: Situasi pengungsian di SDN Supiturang 4 Kecamatan Pronojiwo, Kamis (20/11/2025) pagi dihuni oleh warga yang rumahnya terdampak (suarasurabaya.net).
Next News

Lebih dari Sekadar Rapat, Ini Makna Mendalam Muktamar bagi Warga NU
9 days ago

Persebaya Tak Mau Sekadar Meramaikan Liga, Targetnya Kini Juara
11 days ago

Polres Tanjung Perak Bongkar Peredaran 89,81 Gram Sabu, Pelaku Ternyata Residivis
21 days ago

Tragedi Langit Kuning: Realita Musim Karhutla Kalimantan
21 days ago

Out of the Further: Rahasia di Balik Teror Ikonik Film Insidious
21 days ago

Mengapa Bantuan Bencana di Indonesia Dianggap Sering Terlambat Sampai ke Tangan Korban?
21 days ago

Olivia Rodrigo x LEGO Hadirkan Vinyl Limited Edition, Hanya 333 di Dunia
22 days ago

Paskibraka Nasional: Pengorbanan dan Kebanggaan di 17 Agustus
23 days ago

Ketika Lantai NTT Bergetar: Cerita Gempa dan Dampak Sosial
23 days ago

Ada Aroma Keputusasaan di Balik Siswa Tangsel Tertabrak KRL
a month ago




