Bye-Bye Stempel Basah, Hello EES: Sistem Imigrasi Eropa yang Baru.
Refa - Thursday, 11 December 2025 | 12:00 PM


Buat kita yang hobi traveling, halaman paspor yang penuh cap warna-warni itu rasanya kayak piala. Ada kepuasan tersendiri tiap kali dengar bunyi "ceklok" stempel petugas imigrasi mendarat di kertas. Tapi, kalau kamu ada rencana ke Eropa tahun 2025 ini, siap-siap sedikit "patah hati" ya. Koleksi cap paspor manual itu perlahan bakal hilang.
Uni Eropa sedang merombak total pintu masuk mereka dengan sistem baru bernama EES (Entry/Exit System). Singkatnya, wajah dan sidik jarimu sekarang adalah tiket masuk yang sesungguhnya, menggantikan tinta stempel.
Biar kamu nggak kaget pas mendarat di Paris atau Amsterdam nanti, ini beberapa hal krusial yang perlu dicatat:
Wajib Scan Wajah & Jari (Biometrik)
Begitu sampai di bandara, kamu nggak lagi cuma nyodorin paspor ke petugas. Kamu bakal diarahkan ke mesin/kios mandiri untuk dipindai wajah dan sidik jarinya. Jadi, pastikan wajahmu nggak tertutup masker atau topi saat di depan mesin, ya.
Hati-Hati dengan Hitungan "90 Hari"
Dulu, petugas menghitung durasi tinggal kita secara manual (yang kadang bisa meleset). Sekarang, sistem komputer yang menghitung otomatis. Jika visa kamu berlaku 90 hari, jangan coba-coba pulang di hari ke-91. Sistem bakal langsung mendeteksi kamu overstay dan ini bisa bikin susah bikin visa lagi ke depannya.
Antrean "Pertama Kali" Mungkin Lebih Lama
Jujur saja, saat pertama kali sistem ini aktif, antrean imigrasi mungkin bakal lebih padat karena semua turis harus rekam data biometrik dari nol. Tapi tenang saja, untuk kunjungan kedua dan seterusnya, prosesnya bakal jauh lebih cepat karena datamu sudah tersimpan.
Intinya, Eropa jadi makin canggih dan ketat. Walaupun paspor kita nanti bakal terlihat lebih "sepi" tanpa cap, setidaknya proses imigrasi dijanjikan bakal lebih aman dan modern. Jadi, yang penting dokumen lengkap dan patuhi aturan mainnya, liburanmu pasti tetap aman!
Next News

CGI, Animasi 2D, dan Stop Motion: Mengenal Beragam Teknik di Dunia Animasi
8 days ago

Sekuel Film Animasi: Mengapa Penonton Selalu Menantikannya?
9 days ago

Mengapa Lagu dalam Film Animasi Mudah Melekat di Ingatan?
9 days ago

Dari Sketsa hingga Layar Lebar: Bagaimana Film Animasi Diproduksi?
9 days ago

Bagaimana Karakter Kartun Dibuat hingga Begitu Mudah Diingat?
9 days ago

Pesan Kehidupan di Balik Film Animasi yang Sering Terlewat
9 days ago

Pixar, Disney, DreamWorks, dan Studio Ghibli: Apa yang Membuat Gaya Animasi Mereka Berbeda?
9 days ago

Nostalgia Kartun Masa Kecil: Kenapa Selalu Terasa Hangat untuk Ditonton Kembali?
9 days ago

Kartun Bukan Cuma untuk Anak: Mengapa Film Animasi Disukai oleh Semua Kalangan?
9 days ago

Mengapa Orang Dewasa Masih Senang Menonton Film Animasi?
9 days ago

