Bukan Main-Main! Industri Esports Jadi Ladang Cuan Baru yang Dongkrak Ekonomi Digital RI
Refa - Saturday, 24 January 2026 | 06:00 PM


Pandangan bahwa game hanya sekadar hobi penghabis uang kini telah usang. Data ekonomi menunjukkan bahwa industri esports telah bertransformasi menjadi salah satu pilar penting ekonomi digital Indonesia dengan valuasi triliunan rupiah.
Pemerintah melalui Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) bahkan menetapkan game sebagai salah satu subsektor prioritas. Perputaran uang di industri ini tidak hanya dinikmati oleh pengembang game, tetapi mengalir deras ke berbagai sektor lain.
Berikut adalah 3 bukti nyata bagaimana esports menggerakkan roda perekonomian nasional:
1. Sport Tourism dan Pendapatan Daerah
Gelaran turnamen internasional seperti M7 World Championship di Surabaya adalah contoh konkret dari Sport Tourism. Ribuan penonton dari berbagai kota hingga mancanegara datang memadati venue.
Dampaknya langsung terasa pada sektor riil: okupansi hotel di sekitar lokasi acara meningkat drastis, restoran dan kuliner lokal panen omzet, serta sektor transportasi yang bergeliat. Devisa negara pun bertambah dari belanja wisatawan asing yang hadir mendukung tim negara mereka.
2. Multiplier Effect bagi UMKM
Ekosistem esports menciptakan efek berganda (multiplier effect) yang luar biasa bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Industri ini tidak berdiri sendiri.
Di sekeliling turnamen dan tim esports, tumbuh subur bisnis pendukung: mulai dari konveksi jersey tim, penjual merchandise dan aksesoris, katering untuk gaming house, hingga jasa jockey dan top-up voucer game. Peluang usaha baru terbuka lebar bagi pelaku ekonomi kreatif.
3. Magnet Investasi Asing dan Sponsor Global
Dahulu sponsor tim game hanya sebatas toko komputer. Kini, brand global non-teknologi seperti perbankan, otomotif, hingga f&b berlomba-lomba menggelontorkan dana sponsor miliaran rupiah.
Investasi asing juga masuk melalui akuisisi tim atau pembukaan cabang tim luar negeri di Indonesia. Hal ini menandakan kepercayaan investor terhadap stabilitas pasar digital Indonesia yang memiliki basis massa (fanbase) terbesar di Asia Tenggara.
Esports bukan lagi sekadar permainan, melainkan komoditas ekonomi bernilai tinggi. Dengan pengelolaan regulasi yang tepat, industri ini berpotensi menjadi penyumbang Pajak Pertambahan Nilai (PPN) produk digital yang signifikan bagi kas negara.
Next News

Kurs Rupiah Anjlok, Saatnya Rem Keinginan Belanja Impulsif
an hour ago

Kurs Dolar AS Cetak Rekor Baru Tembus Rp17.660, Rupiah Terkapar Dihantam Badai Geopolitik dan Sentimen MSCI
a day ago

IHSG Anjlok 4,64 Persen Jelang Penutupan Sesi I, Investor Dibayangi Tekanan Global
a day ago

Rekor Kelam Sejarah Baru Ekonomi Indonesia Saat Rupiah Hari ini Terperosok Ke Angka Rp 17.600 Per Dollar AS di Tengah Guncangan Global Mei 2026
4 days ago

Lantai Bursa Berdarah Saat IHSG Terjun Bebas ke Level 6.734 Akibat Badai Rebalancing MSCI dan Rupiah yang Terkapar di Angka 17.525
6 days ago

Update Harga Emas Antam Hari Ini Meledak Hingga Tembus Rp 1.567.000 Per Gram di Tengah Guncangan Ekonomi Global 2026
6 days ago

Antara Cuan, Mimpi Jadi Sultan, dan Realita Pahit: Apa Sih Sebenarnya Crypto Itu?
7 days ago

Akselerasi Indeks Harga Saham Gabungan Menuju Level Sembilan Ribu Lima Puluh dan Strategi Defensif Otoritas Jasa Keuangan di Tengah Volatilitas MSCI
7 days ago

Rupiah Tembus Rp17.500 per Dolar AS, Tekanan Ekonomi Global Jadi Pemicu
7 days ago

Gerak IHSG antara Prediksi Merosot dan Kejutan Penguatan Usai Rilis Data Ekonomi
15 days ago




