Ceritra
Ceritra Teknologi

Baterai Laptop Cepat Drop? Terapkan 5 Kebiasaan Kecil Ini

Refa - Tuesday, 10 February 2026 | 02:00 PM

Background
Baterai Laptop Cepat Drop? Terapkan 5 Kebiasaan Kecil Ini
Ilustrasi cas laptop (pexels.com/Efrem Efre )

Baterai merupakan salah satu komponen paling vital sekaligus paling cepat mengalami degradasi pada laptop. Seiring penggunaan, kapasitas baterai pasti akan menurun, namun kecepatan penurunan tersebut sangat bergantung pada kebiasaan pengisian daya dan suhu operasional. Banyak pengguna tidak menyadari bahwa membiarkan baterai hingga kosong atau terpapar panas berlebih adalah cara tercepat untuk memperpendek masa pakainya.

Berikut adalah strategi taktis untuk merawat baterai laptop agar tetap awet dan tidak cepat mengalami penurunan kapasitas secara drastis (drop).

Menjaga Persentase Daya di Rentang Optimal

Baterai Lithium-ion modern tidak menyukai kondisi ekstrem, baik itu terlalu kosong (0%) maupun terlalu penuh (100%) dalam waktu lama. Kondisi terbaik untuk stabilitas kimiawi baterai adalah berada di kisaran 20% hingga 80%. Usahakan untuk mulai mengisi daya saat baterai menyentuh angka 20% dan jangan ragu untuk mencabutnya saat mencapai 80%. Jika laptop mendukung fitur Battery Charge Limit, sangat disarankan untuk mengaktifkannya agar pengisian daya berhenti otomatis pada level tertentu.

Hindari Penguapan Panas Berlebih

Suhu panas adalah musuh utama baterai. Menggunakan laptop di atas permukaan empuk seperti kasur atau sofa dapat menghambat sirkulasi udara dari lubang ventilasi di bagian bawah. Hal ini menyebabkan suhu internal meningkat dan mempercepat degradasi sel baterai. Selalu gunakan laptop di atas permukaan yang keras dan datar, atau gunakan cooling pad jika sedang melakukan tugas berat seperti mengedit video atau bermain game yang memicu panas tinggi.

Perhatikan Penggunaan Saat Terhubung Listrik

Banyak orang ragu apakah boleh meninggalkan laptop dalam kondisi selalu tercolok listrik (charger). Sebenarnya, laptop modern memiliki sistem yang memutus aliran listrik ke baterai saat sudah penuh dan langsung menggunakan daya dari adaptor. Namun, jika suhu laptop menjadi sangat panas saat digunakan sambil mengisi daya, sebaiknya lepaskan pengisian daya sejenak. Panas yang dihasilkan oleh beban kerja CPU ditambah panas dari proses pengisian daya dapat merusak kesehatan baterai secara permanen.

Melakukan Kalibrasi Baterai Secara Berkala

Terkadang, persentase baterai yang ditampilkan di layar tidak akurat (misalnya, laptop tiba-tiba mati padahal masih menunjukkan 10%). Hal ini terjadi karena sistem operasi kehilangan sinkronisasi dengan kapasitas kimia asli baterai. Lakukan kalibrasi setidaknya sekali dalam dua atau tiga bulan dengan cara membiarkan baterai habis hingga laptop mati sendiri, lalu isi daya kembali dalam keadaan mati hingga penuh 100% tanpa gangguan.

Meminimalkan Beban Latar Belakang

Semakin sering baterai mengalami siklus pengisian daya (charge cycle), semakin cepat ia aus. Untuk memperpanjang waktu penggunaan dalam satu kali pengisian, matikan aplikasi latar belakang yang tidak perlu, turunkan kecerahan layar, dan cabut perangkat USB (seperti mouse atau hard disk eksternal) jika tidak digunakan. Mengurangi konsumsi daya harian berarti mengurangi frekuensi pengisian daya, yang secara langsung memperpanjang umur panjang baterai.

Investasi pada Kebiasaan Kecil

Merawat baterai laptop adalah tentang konsistensi dalam melakukan kebiasaan-kebiasaan kecil. Dengan menjaga suhu tetap dingin dan mengelola siklus pengisian daya dengan bijak, perangkat dapat bertahan lebih lama untuk mendukung produktivitas tanpa harus terus-menerus mencari colokan listrik.

Logo Radio
🔴 Radio Live