Apa Itu Foxing? Mengenal Noda Cokelat pada Buku Tua dan Cara Mengatasinya


Pernahkah kamu menemukan bintik-bintik cokelat atau noda karat pada halaman buku tua yang tampak seperti percikan kopi? Di dunia kolektor buku, fenomena ini disebut Foxing.
Nama Foxing konon berasal dari warna noda yang menyerupai bulu rubah (fox) yang cokelat kemerahan. Mari kita bedah apa sebenarnya noda ini dan bagaimana nasib buku kesayanganmu ke depannya.
Apa Penyebab Foxing?
Berbeda dengan jamur aktif yang biasanya bertekstur dan berbau, foxing lebih ke arah perubahan kimiawi pada kertas. Ada dua penyebab utama yang disepakati oleh para ahli konservasi:
- Oksidasi Logam: Saat kertas diproduksi (terutama kertas tua), seringkali terdapat sisa-sisa mineral logam seperti besi atau tembaga di dalamnya. Akibat kelembapan udara, logam ini "berkarat" dan menciptakan bintik cokelat.
- Aktivitas Jamur Spesifik: Jenis jamur tertentu yang memakan asam dan lignin pada kertas dapat menyebabkan noda ini. Namun, foxing biasanya dianggap "mati" atau tidak menyebar secepat jamur biasa jika lingkungan disimpan dengan benar.
Apakah Foxing Bisa Dihilangkan?
Jawabannya adalah: Bisa, tapi sangat berisiko.
Menghilangkan foxing membutuhkan proses kimia yang disebut bleaching (pemutihan) menggunakan bahan seperti hidrogen peroksida atau klorin dioksida. Berikut adalah hal yang harus kamu pertimbangkan:
- Risiko Kerusakan: Bahan kimia pemutih dapat melemahkan serat kertas dan membuat buku menjadi sangat rapuh di masa depan.
- Warna Kertas Berubah: Kertas mungkin jadi terlihat "terlalu putih" dan tidak alami untuk sebuah buku tua, sehingga menghilangkan nilai historisnya.
- Hanya untuk Profesional: Sangat tidak disarankan melakukan pembersihan foxing sendiri di rumah. Proses ini biasanya hanya dilakukan oleh konservator profesional di museum atau perpustakaan nasional.
Cara Mencegah Foxing Agar Tidak Bertambah Parah
Meskipun sulit dihilangkan secara aman, kamu bisa menghentikan pertumbuhannya agar tidak merusak lebih banyak halaman:
- Turunkan Kelembapan (Humidity Control): Foxing sangat mencintai kelembapan di atas 60%. Gunakan dehumidifier atau silica gel dalam rak buku untuk menjaga udara tetap kering.
- Sirkulasi Udara: Jangan menumpuk buku terlalu rapat. Berikan ruang agar udara bisa mengalir di antara sela-sela buku.
- Gunakan Kertas Pembatas Acid-Free: Jika ada halaman yang sangat parah, kamu bisa menyisipkan kertas bebas asam (acid-free paper) di antaranya untuk mencegah noda "menjiplak" ke halaman seberangnya.
Kesimpulan: Bagi banyak kolektor, foxing dianggap sebagai "tanda usia" atau patina yang memberikan karakter pada buku tua. Kecuali noda tersebut menutupi teks penting, lebih baik membiarkannya dan fokus pada pencegahan agar kertas tidak semakin rapuh.
Next News

Bukan Sekadar Bedak, Makeup Adalah Rekaman Sejarah
a month ago

Mendengarkan Musik Saat Berkendara: Bikin Fokus atau Justru Bahaya?
a month ago

Transformasi Artis: Tinggalkan Panggung Demi Kursi Politik
a month ago

Waspada Bahaya Abu Vulkanik bagi Kesehatan dan Cat Mobil
a month ago

Dari War Tiket ke OOTD: Rahasia Dibalik Ritual Konser Masa Kini
a month ago

Mahalnya Harga di Balik Wajah yang "Nggak Pakai Apa-Apa"
a month ago

Akademik vs Praktisi: Rahasia Memilih Sekolah yang Tepat
a month ago

Alasan Kenapa Makanan Bioskop Lebih Mahal Daripada Tiket Film Yang Dijual
a month ago

Kenapa Film Horor Selalu Laris di Indonesia? Membedah Fenomena Genre Paling Konsisten
a month ago

Kenapa Abu Vulkanik Sangat Berbahaya Bagi Mesin Pesawat?
a month ago

