Wajib Baca! 5 Buku Rekomendasi yang Menguak Sejarah Penindasan HAM di Indonesia
Nisrina - Wednesday, 10 December 2025 | 02:00 PM


Hari Hak Asasi Manusia (HAM) Sedunia, setiap 10 Desember, adalah momentum penting untuk mengingat bahwa kebebasan dan hak dasar yang kita nikmati hari ini adalah hasil perjuangan yang panjang, dan seringkali, berdarah. Di Indonesia, sejarah mencatat beberapa babak kelam penindasan HAM yang harus terus kita pelajari.
Membaca adalah salah satu cara paling efektif untuk memahami kedalaman sejarah dan memastikan kesalahan masa lalu tidak terulang. Berikut adalah 5 buku yang wajib Anda baca untuk menguak dan merenungkan sejarah penindasan HAM di Indonesia:
1. Laut Bercerita - Leila S. Chudori
Fokus Kasus: Tragedi penghilangan paksa aktivis pada periode akhir 1990-an.
Buku ini ditulis dengan gaya narasi yang kuat, buku ini tidak hanya mendokumentasikan fakta sejarah tetapi juga menyajikan dampak emosional dan psikologis yang mendalam pada keluarga korban. Novel ini sangat relatable bagi pembaca muda untuk merasakan kengerian masa itu melalui kisah persahabatan dan cinta.
2. Bumi Manusia - Pramoedya Ananta Toer
Fokus Kasus: Penindasan Rasial, Hak Pendidikan, dan Kolonialisme di era Pra-Kemerdekaan.
Meskipun berlatar akhir abad ke-19, karya ini adalah kritik tajam terhadap diskriminasi rasial dan feodalisme. Melalui perjuangan Minke, pembaca belajar tentang hak asasi atas kesetaraan di hadapan hukum dan pentingnya martabat manusia melawan struktur sosial yang menindas.
3. Bayangan Raksasa: Sejarah Pembunuhan Massal di Indonesia - Geoffrey B. Robinson
Fokus Kasus: Peristiwa pembunuhan massal 1965–1966.
Buku nonfiksi akademis ini memberikan analisis komprehensif mengenai latar belakang, mekanisme, dan dampak dari salah satu tragedi HAM terbesar di Indonesia. Robinson menyajikan data dan konteks politik yang rinci, penting untuk memahami bagaimana sebuah penindasan massal bisa terjadi.
4. Mereka Bicara: Kisah Para Korban Pelanggaran HAM Masa Lalu
Fokus Kasus: Berbagai kasus HAM, termasuk penghilangan paksa, pembunuhan, dan kekerasan negara.
Buku ini adalah kumpulan testimoni langsung dari para korban dan keluarga korban. Membaca langsung kisah mereka adalah cara paling efektif untuk memanusiakan kembali korban dan menyadari bahwa sejarah kelam ini adalah realitas yang pernah dialami oleh sesama warga negara.
5. Jalan Tak Ada Ujung - Mochtar Lubis
Fokus Kasus: Ketakutan dan represi di era perjuangan fisik dan awal kemerdekaan.
Novel psikologis ini menggambarkan bagaimana represi politik dan kekerasan dapat memengaruhi kondisi mental dan psikologis seorang individu. Buku ini mengajarkan tentang hak atas kebebasan berpikir dan hak untuk tidak mengalami tekanan psikologis.
Membaca untuk Mengingat dan Mencegah
Mempelajari sejarah penindasan HAM melalui buku-buku ini adalah bentuk tanggung jawab moral kita sebagai warga negara. Di Hari HAM Sedunia ini, mari kita gunakan literasi sebagai alat untuk terus mengingat, belajar, dan memastikan bahwa hak asasi setiap individu di Indonesia senantiasa dihormati dan dilindungi.
Next News

Malam Paling Agung di Masjidil Aqsa Saat Nabi Muhammad SAW Menjadi Imam Seluruh Nabi
9 hours ago

4 Lokasi Bersejarah yang Disinggahi dan Menjadi Tempat Sholat Rasulullah Saat Isra' Mi'raj
10 hours ago

Bukan Sekadar Perjalanan, Ini Protokol Langit Saat Nabi Muhammad SAW Naik Buraq
10 hours ago

Langkahnya Sejauh Pandangan Mata, Keajaiban Buraq dalam Peristiwa Isra’ Mi’raj
10 hours ago

Kenapa Rajaban Selalu Dinanti? Tradisi Jawa Rayakan Isra’ Mi’raj dengan Cara Berbeda
11 hours ago

Mengapa Isra’ Mi’raj Terjadi Setelah Tahun Kesedihan? Ini Jawabannya
11 hours ago

Salat Masih Terasa Hampa? Coba Renungi Makna Al-Fatihah Ayat per Ayat
12 hours ago

Bukan Sihir! Penyakit Aneh Ini Bisa Bikin Kamu Mabuk Berat Cuma Gara-gara Sepotong Roti
10 hours ago

Sholat Sering Melamun? Coba 6 Teknik Ini agar Lebih Khusyuk
13 hours ago

Bukan Beban, Ini Alasan Sholat Disebut Hadiah Langsung dari Allah
13 hours ago






