Ceritra
Ceritra Update

Surabaya Great Expo 2026 Pecahkan Rekor, Transaksi Tembus Rp7,75 Miliar

Fildzah - Tuesday, 11 August 2026 | 10:30 AM

Background
Surabaya Great Expo 2026 Pecahkan Rekor, Transaksi Tembus Rp7,75 Miliar
Penyambutan acara dari Walikota Surabaya Eri Cahyadi (Suara Merdeka Surabaya/Catur Irawan)

Surabaya Great Expo 2026: Rekor Pecah, Kantong UMKM Makin Tebal, dan Lautan Manusia yang Gak Ada Obatnya

Kalau kamu sempat mampir ke Surabaya sekitar pekan lalu dan merasa udara Kota Pahlawan jadi makin gerah dari biasanya, mungkin itu bukan cuma gara-gara pemanasan global. Ada alasan lain yang lebih masuk akal: kumpulan manusia yang tumplek blek di satu titik. Ya, Surabaya Great Expo (SGE) 2026 baru saja resmi ditutup, dan hasilnya? Gila banget. Acara ini bukan cuma sekadar pameran tahunan yang isinya bapak-bapak pakai batik atau ibu-ibu cari diskonan perabot, tapi sudah berubah jadi fenomena ekonomi yang bikin geleng-geleng kepala.

Mari kita bicara angka dulu sebelum kita masuk ke ceritanya. Bayangkan, ada sekitar 48 ribu orang yang memadati venue selama penyelenggaraan. Kalau 48 ribu orang itu disuruh baris satu-satu, mungkin antreannya bisa sampai jembatan Suramadu. Dan yang paling bikin melongo adalah total transaksinya: Rp7,75 miliar! Angka ini bukan cuma sekadar statistik di atas kertas laporan dinas, tapi bukti sahih kalau daya beli warga Surabaya dan sekitarnya lagi gacor-gacornya.

Bukan Sekadar Jajan, Tapi Pesta Cuan

Penyelenggaraan tahun 2026 ini memang terasa beda. Ada aura yang lebih segar, lebih "anak muda", dan pastinya lebih rapi. Dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, kenaikan nilai transaksi ini menunjukkan kalau UMKM kita sudah naik kelas. Gak ada lagi tuh kesan kalau produk lokal itu desainnya jadul atau kualitasnya seadanya. Di SGE 2026, barang-barang yang dipajang beneran punya kualitas yang gak kalah sama brand yang biasa nongkrong di mall-mall mewah Surabaya Barat.

Dari sektor kuliner yang baunya bikin iman diet goyah, sampai kerajinan tangan yang estetik buat pajangan apartemen, semuanya ludes. Fenomena ini menarik buat dicermati. Kayaknya, orang-orang sudah mulai bosan belanja lewat layar HP doang. Ada kerinduan buat datang ke pameran, megang barangnya langsung, nawar tipis-tipis, sambil dengerin live music di sela-sela booth. Surabaya Great Expo berhasil menangkap momen "balas dendam" konsumen yang pengen belanja sambil jalan-jalan alias healing tipis-tipis.

"Awalnya cuma mau liat-liat doang, eh pulang-pulang bawa tas belanjaan tiga biji," kata salah satu pengunjung yang saya temui di lokasi. Dan dia nggak sendirian. Hampir tiap sudut pameran dipenuhi orang-orang yang wajahnya sumringah (atau mungkin capek tapi puas) sambil nenteng plastik belanjaan. Vibes-nya beneran kayak festival, bukan cuma pameran dagang yang kaku dan bikin ngantuk.

UMKM Kita Ternyata Jago Kandang dan Jago Branding

Kenapa transaksinya bisa tembus Rp7,75 miliar? Rahasianya ada di kurasi. Pemerintah Kota Surabaya sepertinya mulai sadar kalau mau narik pengunjung milenial dan Gen Z, kemasannya harus oke. Booth-booth UMKM nggak lagi cuma meja kayu dikasih taplak putih. Banyak yang sudah pakai konsep minimalis, neon lights, sampai spot foto yang Instagrammable banget. Karena jujur aja, orang zaman sekarang kalau belum foto di depan booth-nya, rasanya belum sah belanja.

Selain itu, sistem pembayaran yang makin gampang juga jadi kunci. Tinggal sat-set-wat-wet pakai QRIS, transaksi beres. Gak perlu lagi ribet cari kembalian atau dompet tebel gara-gara uang receh. Kemudahan ini yang bikin orang tanpa sadar jajan terus. "Cuma sepuluh ribu, cuma dua puluh ribu," eh tahu-tahu pas cek m-banking di rumah, saldonya sudah berkurang drastis buat beli keripik tempe sama tas anyaman.

Tapi di balik angka miliaran itu, ada napas lega dari para pelaku usaha. Bayangkan berapa banyak UMKM yang terbantu. Event kayak SGE ini adalah panggung utama mereka. Di sini mereka bukan cuma jualan, tapi juga branding. Banyak lho pemilik usaha mikro yang dapat kartu nama dari buyer besar atau bahkan investor saat acara berlangsung. Jadi, dampak Rp7,75 miliar itu sebenarnya cuma puncak gunung es, efek dominonya ke depan bakal jauh lebih besar lagi buat ekonomi Surabaya.

Surabaya yang Gak Pernah Tidur (dan Gak Pernah Berhenti Belanja)

Mengamati 48 ribu orang dalam beberapa hari itu melelahkan sekaligus membanggakan. Ini menunjukkan kalau Surabaya itu kota yang hidup. Warganya punya semangat buat mendukung produk lokal. Ada kebanggaan tersendiri saat memakai kaos buatan anak Surabaya atau makan sambal botolan hasil produksi rumahan dari gang-gang di pelosok kota. Sentimen "Local Pride" ini yang bikin SGE 2026 pecah rekor.

Tentu saja, ada catatan buat penyelenggaraan berikutnya. Dengan massa sebanyak itu, masalah parkir dan sirkulasi udara di dalam venue selalu jadi tantangan klasik. Kadang rasanya kayak lagi ikutan simulasi jadi sarden di dalam kaleng pas jam-jam sibuk. Tapi hei, itulah seni dari sebuah pameran besar. Kalau sepi, namanya bukan pameran, tapi perpustakaan.

Opini saya sih, Surabaya Great Expo ini sudah harus mulai melirik skala internasional yang lebih luas lagi. Dengan angka transaksi yang terus meroket tiap tahun, bukan gak mungkin SGE bakal jadi kiblat pameran UMKM di Indonesia Timur, atau bahkan level Asia Tenggara. Kita punya modalnya: produk yang oke, warga yang konsumtif (dalam artian positif buat ekonomi), dan pemerintah yang suportif.

Harapan Buat 2027

Setelah rekor 2026 ini pecah, tantangan buat tahun depan pasti makin berat. Orang-orang bakal berekspektasi lebih. Gak cuma soal transaksi yang harus naik, tapi juga inovasi apa lagi yang mau ditawarkan? Apakah bakal ada teknologi VR buat coba baju UMKM? Atau mungkin sistem pengiriman langsung ke rumah biar pengunjung gak usah repot nenteng belanjaan seberat dosa? Kita lihat saja nanti.

Yang jelas, Surabaya Great Expo 2026 sudah kasih pesan kuat: Produk lokal itu keren, dan duit warga Surabaya itu banyak kalau dikasih wadah yang tepat buat belanja. Buat kamu yang kemarin kelewatan atau cuma dapet capeknya doang tanpa dapet barang incaran, tenang aja. Tahun depan pasti ada lagi. Siapin tabungan dari sekarang, karena kalau liat trennya, tahun 2027 mungkin transaksinya bakal makin gak masuk akal lagi.

Sukses terus buat UMKM Surabaya. Teruslah berinovasi, teruslah bikin produk yang bikin warga bangga. Dan buat para pengunjung, terima kasih sudah bikin dompet para pengusaha kecil makin tebel. Surabaya emang gak ada lawan kalau soal urusan bikin rame dan bikin cuan!

Logo Radio
🔴 Radio Live