Superflu Merebak di Jawa Timur, Ahli Ungkap Gejala dan Tingkat Risikonya
Refa - Friday, 09 January 2026 | 03:30 PM


Kasus superflu akibat virus Influenza A (H2N3) subclade K menjadi perhatian publik setelah tercatat 62 kasus di delapan provinsi di Indonesia. Jawa Timur menjadi wilayah dengan jumlah kasus terbanyak, yakni 23 pasien terkonfirmasi.
Ahli kesehatan masyarakat FKM Unair, dr. Windhu Purnomo, menjelaskan bahwa gejala superflu pada dasarnya menyerupai flu biasa, seperti demam, batuk, dan pilek. Namun, masyarakat perlu waspada jika muncul sesak napas atau kondisi tidak kunjung membaik, sehingga membutuhkan pemeriksaan lanjutan di fasilitas kesehatan.
Menurutnya, diagnosis superflu hanya bisa dipastikan melalui pemeriksaan laboratorium menggunakan metode Whole Genome Sequencing (WGS) untuk mendeteksi virus H2N3. Meski memiliki tingkat penularan yang cepat, dr. Windhu menegaskan superflu tergolong tidak berbahaya karena angka rawat inap dan fatalitasnya rendah, terutama pada individu dengan daya tahan tubuh yang baik.
Untuk mencegah penularan, ia menekankan pentingnya penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), seperti mencuci tangan, memakai masker, berolahraga, dan beristirahat cukup. Selain itu, masyarakat diminta tidak mudah percaya informasi yang tidak jelas sumbernya dan tetap tenang.
Ia juga menyoroti pentingnya surveilans rutin dan pendataan kasus dengan gejala influenza oleh pemerintah agar pengendalian superflu dapat dilakukan secara tepat tanpa menimbulkan kepanikan publik.
Next News

Kenapa Petinggi Korporat Sekarang Lebih Pilih Ransel daripada Pakai Koper?
3 days ago

Keren Sejak Dulu! Intip Skena Musik Indonesia Zaman Kolonial
4 days ago

Penyelamat Nasi Putih: Bagaimana Sambal Menjadi Simbol Kemewahan Paling Murah di Indonesia
3 days ago

Kenapa Radang Tenggorokan Lebih Sering Menyerang Anak-Anak Daripada Orang Dewasa?
4 days ago

Lebih dari Sekadar "Jamet": Membedah Filosofi di Balik Gaya Rambut Sasuke dan Subkultur Emo
6 days ago

Jangan Kaget Dulu! Membedah Kenapa "Jancok" Jadi Bahasa Cinta Arek Suroboyo
6 days ago

Tren Jorts dan Baggy Jeans 2026: Alasan Mengapa Celana Lebar Lebih Disukai daripada Skinny Jeans
6 days ago

Emang Masih Jaman Baca Koran? Alasan Koran Masih Tetap Layak Untuk Dibeli di Era Digital
7 days ago

Bukan Sekadar Mendayu, Ini Alasan Politis di Balik Vibe Melayu pada Lagu Nasional Indonesia
9 days ago

Bukan Sekadar Lomba 17-an, Egrang adalah "Life Lesson" Tentang Keseimbangan dan Ego
10 days ago



