Sering Bilang Hidup Gue Gini Aja? Ini Cara Mengubah Mindset Kamu
Nisrina - Monday, 16 March 2026 | 06:15 PM


Pernah nggak sih, lagi asyik selonjoran di kasur sambil makan mi instan di akhir bulan, terus iseng buka Instagram dan hal pertama yang muncul adalah postingan temen SMA yang lagi liburan di Swiss? Atau mungkin liat temen kantor yang tiba-tiba pamer mobil baru, padahal kita tahu gaji dia nggak beda jauh sama kita. Detik itu juga, ada rasa nyes yang menusuk di dada. Rasanya seperti ada suara kecil di kepala yang bilang, "Kok hidup gue gini-gini aja ya?"
Selamat, kamu nggak sendirian. Perasaan itu namanya social media envy. Di era di mana jempol lebih cepat bergerak daripada logika, perasaan iri gara-gara media sosial sudah jadi semacam "penyakit musiman" yang menyerang siapa saja. Masalahnya, kalau dibiarin terus, rasa iri ini bisa bikin mental kita boncos. Kita jadi lupa bersyukur dan malah sibuk membandingkan "behind the scenes" hidup kita yang berantakan dengan "highlight reel" orang lain yang sudah diedit sedemikian rupa.
Memahami Bahwa Feed Bukanlah Realita yang Utuh
Langkah pertama buat mengatasi rasa iri ini adalah sadar posisi. Kita harus paham kalau apa yang kita lihat di layar HP itu cuma fragmen kecil dari hidup seseorang. Ibaratnya, mereka cuma kasih liat trailer film yang penuh aksi dan ledakan, sementara kita nggak pernah tahu kalau proses syutingnya mungkin penuh air mata, cicilan yang belum lunas, atau masalah keluarga yang ditutup-tutupi.
Ada sebuah idiom lama yang bilang "rumput tetangga selalu lebih hijau". Di zaman sekarang, idiom itu perlu kita modifikasi jadi "rumput tetangga kelihatan lebih hijau karena pakai filter Clarendon atau saturasi yang ditinggiin". Serius, deh. Banyak orang yang rela nggak makan enak demi bisa foto di kafe estetik. Banyak juga yang pura-pura bahagia di kamera, tapi setelah tombol 'post' ditekan, mereka balik lagi ke realita yang mungkin lebih pusing dari kita. Sadar akan hal ini bakal bikin kita lebih santai saat ngelihat pencapaian orang lain.
Kurasi Feed Kamu, Jangan Ragu buat Klik Mute
Kadang kita merasa nggak enak kalau harus unfollow orang, apalagi kalau itu temen sendiri. "Nanti kalau ditanya gimana?" atau "Nanti dikira sombong," begitu pikir kita. Tapi dengerin deh, kesehatan mental kamu jauh lebih penting daripada perasaan sungkan itu. Kalau ada satu akun yang tiap kali dia posting sesuatu selalu bikin kamu ngerasa rendah diri atau malah bikin mood seharian hancur, mending klik tombol 'mute' atau 'unfollow' sekalian.
Media sosial itu seperti rumah kita sendiri. Kita punya hak buat milih siapa saja tamu yang boleh masuk. Kalau tamunya cuma bikin rusuh dan bikin kita merasa kecil, ya jangan dikasih panggung. Cobalah ikuti akun-akun yang emang ngasih nilai positif, konten lucu yang bikin ketawa, atau akun hobi yang bikin kamu makin kreatif. Dengan mengurasi siapa yang kita ikuti, algoritma media sosial kita bakal berubah, dan pelan-pelan rasa iri itu bakal tergantikan sama rasa terinspirasi atau minimal rasa tenang.
Dari FOMO Menuju JOMO: Nikmati Keheningan
Kita semua pasti pernah ngerasa FOMO alias Fear of Missing Out. Takut ketinggalan tren, takut nggak tahu gosip terbaru, atau takut dianggap nggak asyik karena nggak ikutan "war" tiket konser. FOMO inilah yang jadi bensin buat rasa iri kita. Padahal, ada istilah tandingan yang jauh lebih sehat, yaitu JOMO atau Joy of Missing Out.
JOMO itu adalah seni menikmati momen saat kita nggak tahu apa-apa tentang dunia luar. Rasanya tuh lega banget pas kita bisa naruh HP di meja, terus baca buku, main sama kucing, atau sekadar ngobrol sama orang tua tanpa gangguan notifikasi. Kita nggak perlu validasi dari orang asing lewat tombol 'like'. Saat kita mulai menikmati hidup di dunia nyata, secara otomatis fokus kita bakal pindah dari kehidupan orang lain ke kehidupan kita sendiri. Kamu bakal sadar kalau secangkir kopi hangat di teras rumah pas sore hari itu jauh lebih bermakna daripada seratus foto estetik yang cuma buat pamer.
Jadikan Iri sebagai Bahan Bakar, Bukan Racun
Sebenarnya, rasa iri itu manusiawi banget. Iri adalah sinyal dari otak yang ngasih tahu kalau ada sesuatu yang kita pengen tapi belum kita punya. Nah, tinggal gimana kita mengolah sinyal itu. Alih-alih merutuki nasib atau malah jadi 'haters' di kolom komentar, coba jadikan pencapaian orang lain sebagai bahan bakar buat diri sendiri.
Kalau kamu iri liat temen kamu sukses dapet beasiswa ke luar negeri, tanya ke diri sendiri: "Gue beneran mau sekolah lagi atau cuma iri liat fotonya doang?" Kalau emang beneran mau, jadikan dia mentor atau cari tahu gimana caranya dia bisa sampai di sana. Ubah energi negatif itu jadi aksi nyata. Tapi ingat, setiap orang punya garis finish-nya masing-masing. Hidup ini maraton, bukan sprint di feed Instagram. Nggak perlu buru-buru pengen sampai di tempat orang lain kalau emang rute jalan kita beda.
Balik Lagi ke Rasa Syukur yang Sederhana
Kedengarannya emang klise banget, kayak nasihat di buku motivasi tahun 90-an. Tapi percayalah, bersyukur itu obat paling manjur buat ngatasin iri hati. Masalahnya, kita sering lupa bersyukur karena mata kita terlalu fokus sama apa yang orang lain pegang, sampai kita lupa apa yang ada di tangan kita sendiri.
Coba deh, sebelum tidur, list tiga hal kecil yang bikin kamu seneng hari ini. Bisa aja cuma karena dapet abang ojol yang ramah, mi instan yang kematangannya pas, atau dapet sunset yang bagus pas pulang kantor. Hal-hal remeh ini kalau dikumpulin bakal bikin kita ngerasa kalau hidup kita itu sebenernya cukup. Dan ketika kita merasa cukup, mau orang lain pamer keliling dunia pakai jet pribadi sekalipun, kita cuma bakal bilang, "Wah keren ya," tanpa ada rasa sesak di dada.
Jadi, mulai sekarang, yuk lebih bijak pakai jempolnya. Media sosial itu alat, jangan sampai kita yang jadi alatnya media sosial. Kalau mulai kerasa panas hati gara-gara scrolling, itu tandanya kamu butuh tutup aplikasi, tarik napas dalem-dalem, dan balik lagi ke dunia nyata. Karena di dunia nyatalah hidupmu yang sebenarnya sedang terjadi.
Next News

Hobi Main HP Sambil Tiduran Miring? Waspadai Dampak Bagi Mata
in 7 hours

Kenapa Muncul Bayangan Melayang Saat Scrolling di Kamar Gelap?
in 5 hours

Cara Ampuh Hilangkan Bau Mulut Saat Ramadhan Tanpa Batal Puasa
in 4 hours

Kenapa Air Putih Terasa Pahit Saat Buka Puasa?
in 3 hours

Cara Mengenali Gejala Heat Stroke Saat Berkendara di Cuaca Panas
in 2 hours

Kenapa Ambisi Berlebihan di Awal Malah Bikin Kamu Cepat Menyerah
3 days ago

Tips Sampaikan Kritik Membangun Tanpa Merusak Pertemanan
in 6 hours

Lawan Magnet Kasur: Rahasia Sukses Bangun Pagi Setiap Hari
in 4 hours

Waspada Heat Stroke! Bahaya Tersembunyi Dehidrasi Akut Saat Berkendara
in an hour

Tips Kelola Pekerjaan Menumpuk Saat Semua Jadi Prioritas
in 3 hours






