Pernikahan Tinggal Hitungan Hari Batal Gara-Gara Selingkuh: Kisah Ririn Bakar Undangan Jadi Simbol Patah Hati dan Kekuatan Baru
Hilmy - Tuesday, 25 November 2025 | 05:30 PM


Coba bayangkan, persiapan pernikahan sudah 99 persen rampung. Gaun impian sudah digantung, katering sudah dipesan, daftar tamu sudah dipelototi berkali-kali, dan yang paling utama, hati sudah berbunga-bunga menanti janji suci. Tinggal menghitung hari, tepatnya 14 hari saja, menuju tanggal keramat, 1 Oktober 2023. Namun, siapa sangka, di tengah euforia itu, takdir berkehendak lain dan membalikkan segalanya 180 derajat. Kisah pahit inilah yang menimpa seorang wanita bernama Ririn, pemilik akun TikTok @rinzz_08, yang videonya mendadak viral dan bikin seantero jagat maya ikut merasakan perihnya.
Bukan karena bencana alam atau halangan tak terduga yang wajar, melainkan karena pengkhianatan yang terasa bagai ditusuk dari belakang: sang tunangan ketahuan selingkuh! Ya, betul. Di saat-saat paling krusial menjelang pernikahan, tabir kebusukan itu tersingkap. Mimpi indah yang sudah di depan mata itu luruh seketika, berganti jadi mimpi buruk yang jauh lebih mengerikan dari film horor mana pun. Bayangkan saja, di titik di mana seharusnya semua orang berbahagia untuknya, Ririn harus menelan pil pahit kenyataan bahwa calon suaminya berbagi hati dengan wanita lain.
Tentu saja, keputusan untuk membatalkan pernikahan bukanlah perkara mudah. Ini bukan hanya soal kehilangan pasangan, tapi juga soal membatalkan semua persiapan yang sudah menghabiskan waktu, tenaga, dan tentu saja, uang. Ada vendor yang harus dihubungi, keluarga besar yang harus diberi pengertian, dan teman-teman yang sudah siap sedia menjadi bridesmaid. Lebih dari itu, ada beban mental dan rasa malu yang tak terhingga, seolah dunia ikut mengadili. Hati Ririn, di saat itu, pasti remuk redam, hancur lebur, dan mungkin bertanya-tanya, kenapa harus terjadi padaku?
Namun, Ririn memilih cara yang cukup ekstrem namun sangat simbolis untuk melepaskan beban itu. Dalam video yang kemudian viral, ia terlihat membakar tumpukan undangan pernikahan. Bukan undangan biasa, melainkan undangan yang tadinya diperuntukkan khusus untuk para bridesmaid-nya. Api melahap kertas-kertas itu, mengubahnya menjadi abu, seolah ikut membakar harapan dan kenangan pahit yang melekat. Adegan ini bukan sekadar pamer kesedihan, melainkan sebuah ritual personal, semacam katarsis untuk melepaskan rasa sakit yang menggunung. Setiap jilatan api itu mungkin mewakili satu kepingan hatinya yang hancur, yang kini dilepaskan ke udara, berharap ikut lenyap bersama asap.
Mungkin bagi sebagian orang tindakan ini terasa dramatis. Tapi siapa yang bisa menyalahkan Ririn? Ini adalah caranya untuk berkata 'cukup', untuk menarik garis tegas antara masa lalu yang menyakitkan dan masa depan yang harus ia bangun kembali. Membakar undangan bridesmaid itu mungkin simbol dari janji-janji yang tak akan pernah terucap, tawa yang tak akan pernah terdengar, dan persahabatan yang seharusnya merayakan kebahagiaannya. Dengan membakar itu, ia bukan hanya menghancurkan kertas, tapi juga secara perlahan menghancurkan belenggu sakit hati yang mengikatnya, memberi sinyal kepada dirinya sendiri dan dunia bahwa ia siap untuk memulai lembaran baru, meski perih.
Tak ayal, video ini langsung menyedot perhatian warganet. Kolom komentar dibanjiri simpati, dukungan, dan semangat dari ribuan orang yang mungkin pernah merasakan kepedihan serupa atau sekadar terenyuh melihat ketegaran Ririn. Ada yang menulis, "Yang sabar ya kak, kamu kuat!", ada juga yang menyemangati, "Nggak apa-apa, Kak, cowok kayak gitu mending dibuang aja!", sampai ada yang mendoakan agar Ririn segera menemukan kebahagiaannya. Interaksi ini menunjukkan bahwa di tengah gempuran konten digital, masih ada ruang untuk empati dan solidaritas. Media sosial, yang kadang dicap sebagai sarang kebencian, kali ini bertransformasi menjadi semacam pelukan kolektif untuk Ririn.
Kisah Ririn ini mengingatkan kita akan pahit manisnya perjalanan cinta. Pernikahan, seringkali dianggap sebagai puncak dari sebuah hubungan, ternyata bisa runtuh kapan saja jika fondasinya tidak kokoh. Perselingkuhan, ibarat virus mematikan yang perlahan menggerogoti kepercayaan dan merusak impian. Tapi di sisi lain, kisah ini juga menjadi bukti nyata bahwa manusia punya batas kesabaran dan titik bangkit. Ririn mungkin terjatuh, tapi dia memilih untuk tidak berlama-lama di sana. Dia memilih untuk berdiri lagi, meski dengan luka yang menganga, dan itu adalah sebuah keberanian yang patut diacungi jempol.
Banyak yang bilang, "Mending tahu sekarang daripada nanti sudah menikah." Dan kalimat bijak itu mungkin sangat relevan dengan apa yang dialami Ririn. Bayangkan jika kebenaran tentang perselingkuhan itu baru terungkap setelah pernikahan. Pasti akan jauh lebih rumit, lebih menyakitkan, dan lebih banyak pihak yang terlibat. Walaupun sekarang sakitnya nggak ketulungan, tapi ini adalah tamparan keras yang menyelamatkan Ririn dari potensi masa depan yang mungkin lebih gelap dan penuh kebohongan. Ini adalah bullet dodged, meskipun pelurunya sempat menyerempet dan meninggalkan luka yang dalam.
Ririn kini bukan lagi sekadar wanita yang batal menikah. Ia adalah simbol kekuatan, inspirasi bagi banyak orang yang sedang berjuang melawan patah hati atau pengkhianatan. Ia mengajarkan kita bahwa memaafkan memang penting, tapi memaafkan diri sendiri dan memprioritaskan kebahagiaan kita jauh lebih utama. Proses penyembuhan memang tidak instan, dan luka itu mungkin akan meninggalkan bekas. Namun, dari abu undangan yang terbakar itu, diharapkan akan tumbuh tunas-tunas baru berupa harapan, cinta yang lebih tulus, dan kebahagiaan sejati yang menunggu di masa depan. Semangat ya, Ririn!
Sumber Gambar: Cahaya Islam
Next News

Kisruh Dugaan Perselingkuhan Memanas, Insanul Fahmi Beberkan Fakta Hubungannya dengan Inara
3 days ago

Rahasia Dekati Sagitarius: Si Paling Bikin Penasaran
6 days ago

Nama Inara Rusli Ramai Lagi, Kali Ini Terkait Dugaan Jadi Orang Ketiga
6 days ago

Kehamilan Pertama Alyssa Daguise, Jadi Kado Spesial Ultah Al Ghazali
6 days ago

Fiki Naki Resmi Menikah dengan Tinandrose, Akad Sederhana Jadi Sorotan Warganet
6 days ago

Milenial vs Gen Z: Jurang atau Jembatan?
8 days ago

Krisis Identitas: Ketika Lo Bingung Mau Jadi Siapa (dan Itu Normal!)
8 days ago

Rumah: Narasi Panjang Hidup, Cinta, dan Drama.
8 days ago

Fenomenal! Taylor Swift & Travis Kelce: Siap Menikah?
9 days ago

Hidup Setelah Menikah ala Amanda & Kenny: Simple, Terbuka, dan Jauh dari Drama
9 days ago





