"Pecahkan Saja Gelasnya Biar Ramai",Film Rangga & Cinta Kembali Hadir Dengan wajah Baru.


Lebih dari dua dekade setelah kehadirannya yang mendefinisikan sinema remaja Indonesia, kisah cinta puitis antara Rangga dan Cinta kembali menyapa layar lebar melalui film terbaru, "Rangga & Cinta". Bukan sekuel, film ini adalah interpretasi ulang atau rebirth dari mahakarya tahun 2002, menghadirkan kembali romansa Sekolah Menengah Atas yang abadi dengan sentuhan musikal dan wajah-wajah baru yang menyegarkan.
Film ini disutradarai oleh Riri Riza dan diproduseri oleh Mira Lesmana, yang kali ini juga menggandeng Nicholas Saputra sebagai co-produser. Meskipun cerita intinya tetap merujuk pada plot original AADC, "Rangga & Cinta" menawarkan napas baru, baik melalui format drama musikalnya maupun penggambaran dinamika remaja yang lebih relevan dengan generasi kini, meski tetap berlatar tahun 2001.
Kisah berpusat pada Cinta (diperankan oleh Leya Princy), seorang siswi populer, cerdas, dan aktif dalam geng mading sekolah sebuah lingkaran persahabatan yang solid bersama Alya, Karmen, Maura, dan Milly. Kehidupan Cinta yang tampak sempurna dan penuh tawa ini mulai terguncang ketika hasil lomba puisi tahunan diumumkan. Semua yakin Cinta akan kembali menjadi juara, namun pemenangnya adalah Rangga (diperankan oleh El Putra Sarira), seorang siswa kelas tiga yang misterius, pendiam, dan penyendiri.
Kekalahan ini menjadi titik awal interaksi antara Cinta dan Rangga. Awalnya, Cinta merasa kesal dan terganggu dengan sikap dingin Rangga yang seolah acuh tak acuh pada dunia. Namun, perlahan-lahan, rasa penasaran menggeser kekesalan tersebut. Melalui serangkaian pertemuan dari upaya wawancara mading yang gagal hingga percakapan intim tentang buku dan puisi Cinta mulai ditarik ke dalam dunia Rangga yang sunyi, namun penuh refleksi dan kedalaman.
Hubungan yang tumbuh dari ketidak setujuan dan perbedaan ini menciptakan konflik emosional yang mendalam. Cinta dihadapkan pada sebuah dilema klasik, memilih Rangga dan dunia intelektual yang menantangnya, atau mempertahankan persahabatan serta popularitas di lingkarannya yang sudah mapan. Konflik ini semakin menajam ketika sebuah insiden melibatkan salah satu sahabatnya, memaksa Cinta untuk membuat pilihan yang tidak hanya menyangkut hati, tetapi juga loyalitas dan identitas dirinya sebagai remaja.
"Rangga & Cinta" tidak hanya menjual nostalgia bagi penonton lama, tetapi juga berfungsi sebagai pintu gerbang bagi generasi baru untuk mengenal kisah cinta ikonik ini. Dengan balutan musikal yang unik, film ini berhasil menangkap gejolak emosi remaja manis, puitis, dan penuh ketegangan batin. Ia membuktikan bahwa kisah tentang pencarian jati diri di tengah hiruk pikuk persahabatan dan datangnya cinta pertama yang tak terduga, akan selalu relevan, terlepas dari era dan wajah para pemerannya.
"Rangga & Cinta" adalah perayaan terhadap kekuatan kata-kata dan emosi, menjanjikan tontonan yang tidak hanya indah secara visual dan auditif, tetapi juga menyentuh lubuk hati penonton, baik yang sudah mengenal film aslinya maupun yang baru pertama kali bertemu dengan pesona Rangga dan keceriaan Cinta.
Next News

Ingin Hubungan Awet? Lakukan 5 Ritual Ini untuk Memperkuat Ikatan Batin
in 5 hours

Dia Acts of Service, Kamu Physical Touch? Lakukan 5 Hal Ini Agar Hubungan Tetap Harmonis
in 4 hours

Love Language Bisa Bergeser Seiring Waktu, Ini Tanda-Tandanya
in 3 hours

Nikah Tanpa Utang! Panduan Alokasi Gaji dan Investasi untuk Biaya Pernikahan
a day ago

Cinta Saja Tidak Cukup! Cek 5 Tanda Kamu dan Pasangan Punya Kecocokan Finansial
a day ago

Memutus Rantai Trauma Keluarga Lewat Metode Genogram
2 days ago

Sebelum LDR Dimulai, Jawab Dulu Pertanyaan Ini
a day ago

Jangan Diabaikan! 5 Red Flag dalam LDR yang Menandakan Hubunganmu Tidak Sehat
a day ago

Jangan Putus Dulu! Simak Cara Bertahan dari Burnout Tanpa Mengakhiri LDR
a day ago

Perbedaan Kasih Sayang Tulus dan Perilaku Manipulatif yang Mengekang Kebebasan
3 days ago






